Arus lalu lintas pada H+1 Lebaran di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat masih berada di level tinggi. Peningkatan ini dipicu mobilitas masyarakat untuk silaturahmi, wisata, dan mulai munculnya arus balik menuju Jakarta.
Data Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division menunjukkan lonjakan terjadi di sejumlah gerbang tol utama. Pergerakan kendaraan paling menonjol terlihat pada arah Merak, Puncak Bogor, Bandung, hingga Cileunyi yang menghubungkan perjalanan ke Rancaekek dan Garut.
Pergerakan dari Jabodetabek masih padat
Pada H+1 Lebaran, volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju Merak dan kawasan Puncak Bogor tercatat 97.427 kendaraan. Angka ini naik 27,49 persen dibanding lalu lintas normal yang berada di level 76.419 kendaraan.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, menyebut kenaikan terlihat jelas di dua titik penting. Menurut dia, GT Cikupa arah Merak mencatat 46.754 kendaraan atau meningkat 7,35 persen dari volume normal 43.554 kendaraan.
Kenaikan lebih tajam terjadi di GT Ciawi 1 arah Puncak Bogor. Volume transaksi di gerbang tol ini mencapai 50.673 kendaraan, melonjak 54,19 persen dibanding kondisi normal sebanyak 32.865 kendaraan.
Lonjakan menuju Puncak menunjukkan pola khas libur Lebaran. Setelah hari pertama Lebaran, banyak warga memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke keluarga sekaligus berwisata ke wilayah penyangga Jakarta.
Arah Bandung dan Cileunyi ikut meningkat
Pergerakan kendaraan di wilayah Jawa Barat juga mencatat tren serupa. Arus menuju Bandung dan Rancaekek mencapai 85.562 kendaraan, atau naik 29,54 persen dari lalu lintas normal sebanyak 66.052 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta tercatat 74.975 kendaraan. Jumlah ini meningkat 10,19 persen dibanding volume normal 68.039 kendaraan.
Di GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi, kendaraan menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya mencapai 46.742 kendaraan. Angka tersebut naik 42,66 persen dari kondisi normal yang tercatat 32.764 kendaraan.
Arus balik melalui GT Cileunyi juga mulai terlihat. Jasa Marga mencatat kendaraan menuju Jakarta dari titik yang sama mencapai 39.356 kendaraan, atau meningkat 18,76 persen dibanding volume normal 33.140 kendaraan.
Kepadatan juga tampak di GT Pasteur yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Bandung. Kendaraan menuju Kota Bandung tercatat 38.820 kendaraan, naik 16,62 persen dari volume normal 33.288 kendaraan.
Dari arah sebaliknya, kendaraan yang meninggalkan Bandung menuju Jakarta melalui GT Pasteur mencapai 35.619 kendaraan. Jumlah itu naik tipis 2,06 persen dibanding lalu lintas normal 34.899 kendaraan.
Rincian titik yang mengalami kenaikan
Berikut data peningkatan lalu lintas di sejumlah gerbang tol utama pada H+1 Lebaran:
- GT Cikupa arah Merak: 46.754 kendaraan, naik 7,35 persen.
- GT Ciawi 1 arah Puncak Bogor: 50.673 kendaraan, naik 54,19 persen.
- Arah Bandung dan Rancaekek: 85.562 kendaraan, naik 29,54 persen.
- Dari Bandung dan Rancaekek ke Jakarta: 74.975 kendaraan, naik 10,19 persen.
- GT Cileunyi arah Rancaekek-Garut: 46.742 kendaraan, naik 42,66 persen.
- GT Cileunyi arah Jakarta: 39.356 kendaraan, naik 18,76 persen.
- GT Pasteur arah Bandung: 38.820 kendaraan, naik 16,62 persen.
- GT Pasteur arah Jakarta: 35.619 kendaraan, naik 2,06 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pola perjalanan pada H+1 tidak hanya didominasi arus keluar kota. Sejumlah ruas juga mulai menunjukkan peningkatan kendaraan yang kembali ke Jakarta, meski skalanya belum sebesar puncak arus balik.
Faktor pendorong kepadatan
Tingginya volume kendaraan pada H+1 Lebaran umumnya dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, masyarakat masih aktif melakukan perjalanan silaturahmi antarkota dalam radius dekat hingga menengah.
Kedua, kawasan wisata favorit di sekitar Jabodetabek dan Jawa Barat masih menjadi tujuan utama. Puncak Bogor, Bandung, dan jalur menuju Garut menjadi contoh wilayah yang kerap mengalami lonjakan pada periode libur panjang.
Jasa Marga memprediksi lalu lintas di wilayah Bandung dan Jabodetabek tetap tinggi hingga H+3 Lebaran. Prediksi itu didasarkan pada kombinasi aktivitas wisata, kunjungan keluarga, dan mulai bergeraknya kendaraan arus balik ke kawasan Jabodetabek.
Bagi pengguna jalan tol, perkembangan ini membuat pemantauan kondisi lalu lintas secara berkala menjadi penting. Kepadatan di gerbang tol utama seperti Cikupa, Ciawi, Cileunyi, dan Pasteur berpotensi berubah cepat seiring pergeseran waktu perjalanan masyarakat sepanjang masa libur Lebaran.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








