Wuling Eksion Tembus 1.500 SPK, Kuota Habis Harga Siap Naik Rp10 Juta

Wuling Eksion mencatat awal yang cukup kuat di pasar domestik hanya dalam hitungan bulan setelah meluncur. SUV elektrifikasi terbaru ini sudah mengumpulkan sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan atau SPK, sinyal bahwa minat konsumen Indonesia pada teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle mulai tumbuh.

Capaian itu juga menempatkan Eksion di posisi menarik karena pasar kendaraan listrik di Indonesia masih didominasi model Battery Electric Vehicle atau BEV. Namun, pemesanan yang masuk menunjukkan ada kelompok pembeli yang mulai mencari alternatif di luar mobil listrik murni.

Kuota Early Bird Masih Tersisa

Wuling menyebut pemesanan Eksion masih terus bertambah dan konsumen masih bisa menikmati program harga serta paket early bird. Program tersebut berlaku sampai kuota 2.000 SPK terpenuhi, sehingga saat ini masih ada ruang sekitar 500 unit lagi sebelum penyesuaian harga dilakukan.

“Sekarang untuk jumlah pemesanan Wuling Eksion (semua tipe) 1.500 unit. Kemudian pengiriman kepada konsumen sekitar 1.000 unit. Jadi masih tersedia early bird price dan early bird package,” ujar Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors di Jakarta Selatan.

Perusahaan juga memberi sinyal bahwa harga akan berubah setelah kuota pemesanan menyentuh 2.000 unit. Kenaikannya diperkirakan berada di kisaran Rp10 juta dibanding program perkenalan yang sedang berlaku, meski angka resminya belum diumumkan.

BEV Masih Menjadi Penyumbang Terbesar

Dari total pemesanan yang masuk, varian BEV masih memegang porsi terbesar. Kontribusinya mencapai sekitar 70 persen atau lebih dari seribu unit, sementara model PHEV menyumbang sekitar 30 persen atau kurang lebih 450 unit.

Komposisi itu menarik karena teknologi plug-in hybrid masih tergolong baru bagi sebagian besar konsumen Indonesia. Meski begitu, angka tersebut memperlihatkan ada minat yang nyata terhadap model elektrifikasi dengan karakter penggunaan yang lebih fleksibel.

Wuling menilai perkembangan PHEV saat ini mengingatkan pada fase awal pertumbuhan kendaraan listrik beberapa tahun lalu. Saat pertama kali hadir, pangsa pasar EV juga belum besar, tetapi kemudian tumbuh sangat cepat seiring bertambahnya penerimaan konsumen.

Fleksibilitas Jadi Daya Tarik PHEV

Ricky Christian melihat semakin banyaknya model PHEV dari berbagai merek sebagai tanda pasar Indonesia mulai menerima teknologi itu. Menurut dia, plug-in hybrid menawarkan fleksibilitas yang belum dimiliki kendaraan listrik murni.

Pengguna tetap bisa merasakan pengalaman berkendara listrik untuk kebutuhan harian. Di saat yang sama, mesin bensin tetap tersedia sebagai cadangan tenaga untuk perjalanan jauh atau ketika akses pengisian daya belum merata.

Bagi Wuling, kondisi itu menjadi alasan penting mengapa strategi elektrifikasi tidak hanya bertumpu pada satu jenis teknologi. Perusahaan melihat EV dan PHEV memiliki karakter pengguna yang berbeda, sehingga keduanya akan berjalan beriringan mengikuti kebutuhan pasar.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Wuling ingin memperluas penerimaan produknya di Indonesia lewat beberapa jalur elektrifikasi. Dengan pemesanan Eksion yang sudah menyentuh 1.500 unit, respons awal pasar memberi ruang optimistis bagi model ini sebelum kuota early bird habis dan harga resmi naik.

Source: www.oto.com

Terkait