Jasa Marga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan sekitar 3,5 juta pemudik dari Jakarta pada Lebaran 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, dengan lebih dari separuh pemudik mengarah ke Transjawa.
Perusahaan jalan tol pelat merah itu memperkirakan tekanan lalu lintas akan meningkat signifikan di ruas-ruas utama penghubung Jakarta dan kota-kota tujuan mudik. Karena itu, penguatan operasional, pengaturan lalu lintas, dan pembukaan jalur fungsional menjadi fokus utama menjelang periode mudik.
Strategi Jasa Marga Hadapi Lonjakan Pemudik
Jasa Marga menambah kendaraan operasional dan petugas di lapangan untuk mempercepat respons selama arus mudik. Perusahaan juga mengoptimalkan mobile reader toll agar transaksi di gerbang tol berjalan lebih cepat dan antrean bisa ditekan.
Langkah itu disiapkan untuk mengatasi potensi penumpukan kendaraan, terutama saat volume kendaraan melonjak dalam waktu bersamaan. Dengan kombinasi petugas tambahan dan perangkat mobile, Jasa Marga berharap arus kendaraan tetap bergerak lebih stabil di titik-titik padat.
Empat Ruas Tol Fungsional Baru Disiapkan
Jasa Marga juga menyiapkan empat ruas tol fungsional baru yang akan dioperasikan dengan diskresi kepolisian. Ruas-ruas ini dipilih untuk membantu distribusi kendaraan, baik saat mudik maupun arus balik.
- Jogja-Solo, diperpanjang hingga Purwomartani dari sebelumnya Prambanan.
- Jogja-Bawean, dari Ambarawa hingga Bawen.
- Probolinggo-Banyuwangi, dari Probolinggo sampai Situbondo Barat.
- Jakarta-Cikampek, khusus arus balik dari Bandung menuju Jakarta, Sadang hingga Setu.
Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan memberi alternatif rute bagi pemudik yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran ruas baru juga dapat membantu memecah konsentrasi kendaraan di jalur utama yang sering menjadi titik kepadatan saat libur Lebaran.
Rekayasa Lalu Lintas Siaga Diaktifkan
Jasa Marga bekerja sama dengan kepolisian dan dinas perhubungan untuk menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas. Dua pola yang disiapkan adalah contraflow dan one way, yang biasanya diterapkan saat volume kendaraan melampaui kapasitas normal jalan.
Skema itu penting untuk menjaga kelancaran perjalanan saat puncak arus mudik maupun arus balik. Koordinasi lintas instansi dibutuhkan agar keputusan di lapangan bisa diambil cepat sesuai kondisi aktual di tol dan jalan arteri penyangga.
Operasi Ketupat Diperkuat di Jawa Barat
Polda Jawa Barat telah resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 melalui Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jabar pada Kamis, 12 Maret 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan ratusan ribu personel dari berbagai instansi.
Irjen Pol Rudi Setiawan, Kapolda Jawa Barat, menyebut operasi tersebut sebagai bentuk komitmen lintas sektor untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan masyarakat selama mudik. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Pos Pengamanan Disiapkan di Titik Strategis
Polda Jabar menyiapkan ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di lokasi strategis. Titik itu meliputi rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, dan pusat keramaian yang diprediksi ramai dilalui pemudik.
Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat informasi dan layanan bagi masyarakat. Penempatan pos di lokasi strategis diharapkan membantu pemudik mendapatkan bantuan lebih cepat saat menghadapi kendala di perjalanan.
Hal yang Perlu Dicermati Pemudik
- Memantau informasi resmi dari Jasa Marga, kepolisian, dan dinas perhubungan.
- Menyesuaikan waktu keberangkatan untuk menghindari puncak kepadatan.
- Menyiapkan saldo kartu tol dan kondisi kendaraan sebelum berangkat.
- Memanfaatkan rest area dan pos layanan bila mengalami kelelahan atau gangguan perjalanan.
Personel juga diminta meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan konflik antarkelompok. Masyarakat pun diimbau memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan serta memanfaatkan layanan pengamanan yang tersedia agar perjalanan mudik berlangsung lebih aman dan tertib.
