GT Kejapanan Paling Padat di Puncak Mudik Jatim, 42 Ribu Kendaraan Menuju Malang

Gerbang Tol Kejapanan Utama menjadi salah satu titik paling padat dalam arus mudik Lebaran di Jawa Timur setelah mencatat 42.460 kendaraan menuju Malang pada 22 Maret 2026. PT Jasamarga Transjawa Tol menyebut angka itu sebagai volume lalu lintas tertinggi selama periode mudik dan melampaui kondisi normal secara signifikan.

Lonjakan ini mengindikasikan kuatnya mobilitas masyarakat menuju Malang dan wilayah sekitarnya. Dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 26.393 kendaraan, volume kendaraan di GT Kejapanan naik 60,88 persen dan bahkan melampaui proyeksi 41.166 kendaraan sebesar 3,14 persen.

GT Kejapanan Jadi Simpul Utama Mudik di Jatim

GT Kejapanan memainkan peran penting sebagai pintu keluar menuju kawasan timur dan selatan Jawa Timur. Dari titik ini, arus kendaraan mengalir ke Malang, Pasuruan, dan wilayah lain yang kerap menjadi tujuan keluarga saat libur Lebaran.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyebut GT Kejapanan menjadi salah satu titik dengan pergerakan lalu lintas paling dominan. Ia menegaskan bahwa JTT bersama stakeholder terus menjaga pelayanan operasional agar tetap optimal di tengah tingginya volume kendaraan.

Volume Kendaraan Melampaui Proyeksi

Kenaikan lalu lintas di GT Kejapanan menunjukkan bahwa prediksi arus mudik tidak selalu sebanding dengan realisasi di lapangan. Dalam kasus ini, pergerakan kendaraan justru melampaui skenario yang sudah dihitung sebelumnya oleh pengelola tol.

Berikut ringkasan datanya:

Indikator Jumlah Kendaraan
Kondisi normal 26.393
Proyeksi arus mudik 41.166
Realisasi 22 Maret 2026 42.460

Selisih antara proyeksi dan realisasi memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa GT Kejapanan menerima tekanan lalu lintas yang tinggi. Kondisi seperti ini biasanya terjadi saat pemudik memilih berangkat pada waktu yang sama untuk mengejar momen berkumpul bersama keluarga.

Langkah Operasional di Lapangan

Untuk menjaga kelancaran, pengelola tol mengoperasikan gardu secara maksimal dan memperkuat koordinasi di lapangan. Pola ini penting karena bottleneck di gerbang tol sering muncul saat arus kendaraan menumpuk dalam waktu singkat.

Jasa Marga juga terus memantau titik-titik padat agar antrean tidak meluas ke jalur utama. Dengan volume kendaraan yang tinggi, pengaturan petugas menjadi kunci agar arus tetap bergerak meski laju kendaraan melambat.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

JTT mengingatkan pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dari awal. Salah satu langkah yang disarankan adalah menghindari jam-jam puncak mudik, terutama saat arus kendaraan diperkirakan meningkat tajam pada waktu yang bersamaan.

Imbauan lain yang disampaikan kepada pemudik meliputi beberapa hal berikut:

  1. Memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan laik jalan.
  2. Mengecek kecukupan bahan bakar sebelum masuk jalur tol.
  3. Menyiapkan saldo uang elektronik agar transaksi tidak terhambat.
  4. Menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
  5. Mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Langkah-langkah ini penting karena kepadatan di titik seperti GT Kejapanan tidak hanya berdampak pada waktu tempuh, tetapi juga pada tingkat kelelahan pengemudi. Dalam situasi arus mudik yang padat, keputusan kecil seperti memilih waktu keberangkatan dan memastikan kesiapan kendaraan dapat berpengaruh besar pada kelancaran perjalanan.

Akses Informasi Lalu Lintas

Pengguna jalan juga diminta memantau informasi terkini sebelum berangkat agar bisa menyesuaikan rute dan waktu perjalanan. Informasi lalu lintas dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 133 serta aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android.

Dengan statusnya sebagai titik padat mudik di Jawa Timur, GT Kejapanan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengalirkan kendaraan menuju Malang dan sekitarnya. Kepadatan yang tercatat pada puncak arus mudik menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur, disiplin pengemudi, dan pengaturan lalu lintas harus berjalan bersamaan agar perjalanan tetap aman dan lancar.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button