Xpeng mencatat lonjakan kinerja yang sangat kuat sepanjang 2025 setelah penjualan globalnya naik tajam dan perusahaan akhirnya membukukan laba bersih pada kuartal IV. Data ini menunjukkan bahwa pabrikan kendaraan listrik asal Guangzhou itu mulai keluar dari fase bakar modal yang panjang dan masuk ke tahap ekspansi yang lebih sehat.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada 20 Maret 2026, Xpeng menjual 429.445 unit secara global sepanjang 2025. Angka itu melonjak 125,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi sinyal bahwa strategi produk baru serta fokus pasar domestik mulai membuahkan hasil.
Penjualan domestik jadi mesin utama pertumbuhan
Di pasar China, Xpeng mencatat penjualan 383.873 unit. Data China EV DataTracker menunjukkan angka tersebut tumbuh 119,4 persen, yang berarti kontribusi pasar dalam negeri tetap sangat dominan bagi performa perusahaan.
Penguatan penjualan ini juga sejalan dengan bertambahnya pilihan model yang ditawarkan Xpeng. Kehadiran Xpeng X9, Xpeng P7 terbaru, dan Xpeng G7 ikut mendorong minat konsumen di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.
Pendapatan ikut melonjak, margin membaik
Seiring kenaikan volume penjualan, pendapatan Xpeng turut terkerek 87,7 persen menjadi 76,72 miliar yuan. Kinerja ini menandakan pertumbuhan bisnis yang tidak hanya bergantung pada jumlah unit terjual, tetapi juga pada penguatan nilai bisnis di baliknya.
Dari total pendapatan tersebut, penjualan mobil menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 68,38 miliar yuan. Nilai itu naik 90,8 persen dibandingkan 2024 dan memperlihatkan bahwa lini otomotif utama Xpeng masih menjadi tulang punggung perusahaan.
Perbaikan lain terlihat dari margin laba kotor yang naik ke 18,9 persen dari sebelumnya 14,3 persen. Perubahan ini penting karena margin yang lebih tebal memberi ruang bagi perusahaan untuk menutup beban operasional dan mempercepat jalan menuju profitabilitas yang lebih stabil.
Laba bersih akhirnya tercapai di kuartal IV
Pencapaian terbesar Xpeng datang pada kuartal IV 2025, saat perusahaan membukukan laba bersih 380 juta yuan. Ini menjadi laba bersih pertama Xpeng setelah sebelumnya masih mencatat rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,33 miliar yuan.
Kondisi itu menandai perubahan besar dalam struktur keuangan perusahaan. Dari sisi tahunan, kerugian bersih Xpeng juga berhasil ditekan menjadi 1,14 miliar yuan, jauh lebih kecil dibandingkan 5,79 miliar yuan pada 2024.
- Penjualan global: 429.445 unit
- Penjualan China: 383.873 unit
- Pendapatan: 76,72 miliar yuan
- Margin laba kotor: 18,9 persen
- Kerugian bersih: 1,14 miliar yuan
- Laba bersih kuartal IV: 380 juta yuan
Kerja sama teknologi dan pasar yang makin kompetitif
Selain memperluas jajaran model, Xpeng juga memperkuat posisi lewat kerja sama teknologi dengan Volkswagen. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bermain di sisi produk, tetapi juga mencari penguatan bisnis melalui kemitraan strategis.
Kolaborasi semacam itu biasanya memberi keuntungan ganda, mulai dari efisiensi pengembangan teknologi hingga peluang penetrasi pasar yang lebih luas. Di industri kendaraan listrik, kerja sama lintas merek memang sering menjadi cara untuk mempercepat skala bisnis sekaligus menekan biaya.
Meski catatan 2025 terlihat sangat positif, awal 2026 justru memperlihatkan tantangan baru. Pada periode Januari hingga Februari 2026, penjualan Xpeng tercatat 28.415 unit atau turun 49,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya subsidi kendaraan energi baru di China, yang selama ini ikut mendukung permintaan di pasar EV. Situasi itu menunjukkan bahwa meski Xpeng telah membalikkan arah bisnisnya, perusahaan tetap harus menjaga momentum agar pertumbuhan laba tidak hanya terjadi dalam satu periode tertentu.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com