Citroen belum memastikan kapan model hybrid seperti C5 Aircross PHEV masuk ke Indonesia, meski opsi itu sudah dibahas bersama Indomobil. Pabrikan asal Prancis tersebut masih menimbang waktu yang paling tepat karena struktur pajak dan harga jual dinilai sangat menentukan daya saing di pasar lokal.
CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw menyebut pihaknya memang melihat peluang menghadirkan lini hybrid dari model yang sudah dipasarkan di luar negeri. Namun, pembahasan itu belum masuk ke tahap lanjutan karena perusahaan masih mempelajari skema yang paling masuk akal untuk konsumen Indonesia.
Diskusi dengan Citroen Masih Berjalan
Tan mengatakan Indomobil sudah membuka komunikasi dengan Citroen di Eropa mengenai kemungkinan membawa model hybrid ke Indonesia. Salah satu pertimbangan utamanya berkaitan dengan kebijakan pajak yang disebut mulai berlaku tahun ini dan akan memberikan penurunan beban pajak secara bertahap.
“Kami sih memang ada pembicaraan di Eropa, Indonesia sudah tandatangan free tax mulai tahun ini dan selama lima tahun itu turun 10 persen,” kata Tan kepada media belum lama ini. Ia menambahkan, kesempatan itu perlu dihitung dengan cermat agar harga mobil tetap kompetitif saat masuk ke pasar Indonesia.
Menurut Tan, Indomobil tidak ingin terburu-buru meluncurkan model hybrid tanpa melihat dampak biaya secara menyeluruh. Karena itu, perusahaan masih mengkaji waktu terbaik agar C5 Aircross PHEV bisa hadir dengan harga yang dianggap paling sesuai bagi konsumen.
Mengapa Citroen Belum Membawa Hybrid ke Indonesia?
Citroen sebenarnya sudah memiliki portofolio elektrifikasi di pasar lain, termasuk varian hybrid dan plug-in hybrid. Di Indonesia, namun, merek ini lebih dulu menghadirkan model berbahan bakar bensin seperti C3 Aircross dan C5 Aircross, lalu menyusul e-C3 sebagai lini EV pertamanya.
Langkah itu menunjukkan strategi yang lebih hati-hati dalam membaca pasar Indonesia. Permintaan kendaraan listrik memang meningkat, tetapi harga jual, insentif, dan biaya kepemilikan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi adopsi teknologi baru.
Berikut pertimbangan utama yang disorot Indomobil:
- Harga jual harus tetap kompetitif.
- Pajak kendaraan masih dinilai tinggi untuk model elektrifikasi tertentu.
- Skema insentif perlu dihitung agar konsumen mendapat manfaat nyata.
- Waktu peluncuran harus sesuai dengan kondisi pasar.
Spesifikasi C5 Aircross PHEV di Pasar Eropa
Di Eropa, Citroen C5 Aircross PHEV sudah dipasarkan sebagai salah satu kendaraan rendah emisi. Model ini menggabungkan mesin 1.6L 4-silinder turbo dengan motor listrik dan baterai 21 kWh.
Selain versi PHEV, Citroen juga menawarkan C5 Aircross dengan teknologi mild-hybrid di pasar benua biru. Varian itu memakai mesin 1.2L 3-silinder turbo yang dipadukan dengan baterai 48V, menunjukkan bahwa Citroen memiliki beberapa jalur elektrifikasi untuk model yang sama.
Peluang ke Indonesia Masih Terbuka
Hingga kini, Indomobil belum memberi jadwal pasti soal kehadiran C5 Aircross PHEV di Indonesia. Meski begitu, pembahasan yang sudah berjalan menandakan ada peluang nyata, terutama jika kondisi regulasi dan struktur biaya semakin mendukung.
Jika insentif pajak berjalan sesuai rencana dan harga bisa ditekan di level yang sesuai pasar, model hybrid seperti C5 Aircross PHEV berpotensi menjadi opsi menarik di tengah transisi elektrifikasi. Saat ini, keputusan akhirnya masih bergantung pada hasil kajian bisnis dan momentum yang dianggap paling tepat oleh Indomobil dan Citroen.
