DFSK mulai menaruh perhatian besar pada segmen SUV elektrifikasi di Indonesia lewat perkenalan E5 Plus. Model baru ini dikenalkan di Jakarta dan langsung diarahkan sebagai salah satu produk yang akan memperkuat persaingan di segmen tersebut.
Yang menarik, DFSK belum membuka seluruh detail teknis kendaraan ini. Informasi lengkap baru dijanjikan saat peluncuran, sementara prebooking disebut akan dibuka pada 23 Juni depan.
Diproduksi untuk pasar Indonesia
Pabrikan menegaskan E5 Plus diproduksi di Indonesia dan disesuaikan dengan kondisi jalan di dalam negeri. Franz Wang menyebut seluruh mobil DFSK yang diluncurkan untuk pasar Indonesia diproduksi di sini.
Pernyataan itu menegaskan arah strategi DFSK yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan konsumen lokal. Penyesuaian tersebut disebut dilakukan sebelum model ini diperkenalkan ke publik.
Menurut Franz Wang, DFSK belum bisa memberi keterangan lebih lengkap sebelum peluncuran resmi. Namun ia memberi petunjuk bahwa E5 Plus akan memakai jantung pacu plug-in hybrid dan memiliki daya jangkau di atas 1.300 km.
Fokus pada efisiensi dan jarak tempuh
Cin Hok Rifin menambahkan bahwa kendaraan ini dibekali baterai dengan kapasitas terbesar di kelasnya. Ia juga menekankan bahwa pengguna tidak perlu terlalu khawatir soal jarak tempuh karena mobil ini diklaim sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar.
Sebelum diperkenalkan, model ini disebut sudah lebih dulu diuji coba. DFSK juga melakukan studi pasar untuk menghimpun masukan dari konsumen Indonesia, termasuk soal kapasitas penumpang, dimensi, daya angkut, dan jarak tempuh.
Langkah itu menunjukkan bahwa pengembangan E5 Plus tidak dilakukan secara asal masuk pasar. DFSK mengaku menyiapkan kendaraan ini dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna di Indonesia.
SUV medium berkapasitas tujuh penumpang
E5 Plus sendiri diposisikan sebagai SUV medium dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Kabinnya menampung tujuh penumpang dan membawa sejumlah teknologi canggih di kelasnya.
Secara teknis, model ini kemungkinan menggunakan mesin bensin 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi itu dikaitkan dengan transmisi E-CVT dan penggerak roda depan.
Baterai yang digunakan disebut berada di rentang 18,4 kWh hingga 25 kWh, tergantung varian. Dengan kondisi baterai dan bensin penuh, jarak tempuhnya diklaim bisa melampaui 1.300 km.
Arah baru DFSK di segmen elektrifikasi
Perkenalan E5 Plus menambah daftar model elektrifikasi yang disiapkan pabrikan untuk pasar Indonesia. Kehadiran SUV ini juga memperlihatkan bahwa DFSK ingin bermain lebih serius di kelas SUV elektrifikasi yang persaingannya kian padat.
Di acara perkenalan itu, Alexander Barus selaku CEO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, dan Cin Hok Rifin hadir langsung. Meski informasi yang dibuka masih terbatas, DFSK sudah memberi sinyal bahwa E5 Plus akan menjadi salah satu model penting dalam strategi mereka ke depan.
