Apple menegaskan Siri tidak dirancang untuk menjadi pasangan virtual bagi penggunanya. Di tengah tren chatbot AI yang kerap memicu kedekatan emosional, perusahaan justru mengambil arah berbeda untuk asisten digitalnya.
Pesan itu disampaikan saat Apple memperkenalkan pembaruan besar Siri setelah lama dinilai tertinggal dari ChatGPT dan Gemini. Fokus utamanya bukan membuat pengguna betah mengobrol berlama-lama, melainkan menjadikan Siri lebih berguna sebagai alat bantu sehari-hari.
Craig Federighi, senior vice president of software engineering Apple, mengatakan Siri memang didesain untuk menolak relasi romantis dengan pengguna. Menurut dia, Siri hadir untuk membantu menyelesaikan tugas dan membantu pengguna mempelajari dunia, bukan untuk menjadi pacar AI.
Federighi juga menyatakan dengan tegas bahwa Siri “100 percent not into that” ketika ditanya soal kemungkinan pengguna membuat pacar atau pasangan AI lewat Siri. Pernyataan itu menandai posisi Apple yang jelas di tengah meningkatnya popularitas chatbot yang lebih personal dan emosional.
Apple ambil jarak dari chatbot yang mencari keterikatan
Sikap Apple kontras dengan arah sejumlah chatbot lain yang dinilai sangat menekankan keterlibatan pengguna. Federighi menilai banyak chatbot saat ini memang berfokus pada engagement, termasuk kecenderungan bersikap terlalu menyenangkan atau selalu membenarkan pengguna.
Ia menyoroti praktik chatbot yang mendorong pengguna membuka banyak hal tentang diri mereka untuk membangun koneksi. Apple, kata dia, melihat pendekatan itu dari sudut yang berlawanan dan tidak ingin Siri dibangun dengan pola seperti itu.
Pembahasan ini muncul ketika hubungan emosional antara pengguna dan chatbot semakin sering terlihat. Pada Februari, ribuan pengguna ChatGPT sempat marah kepada OpenAI setelah model GPT-4o yang dikenal sangat “sycophantic” atau terlalu menyenangkan dihentikan, karena sebagian pengguna merasa sudah membentuk kedekatan dengan chatbot tersebut.
Di sisi lain, chatbot Grok dari xAI milik Elon Musk bahkan sudah menawarkan opsi pendamping AI. Lanskap itu membuat posisi Apple semakin menonjol karena perusahaan terang-terangan menolak Siri diarahkan menjadi figur pasangan virtual.
Siri baru, tapi tetap asisten
Meski menolak peran romantis, Apple tetap memberi Siri lonjakan kemampuan besar. Siri kini dibuat lebih percakapan, lebih paham konteks pribadi pengguna, dan mampu melakukan lebih banyak tindakan lintas aplikasi.
Salah satu kemampuan baru yang disorot adalah menganalisis apa yang sedang tampil di layar. Siri juga disebut dapat mengambil tindakan di berbagai aplikasi, sehingga perannya bergerak lebih jauh dari sekadar menjawab pertanyaan sederhana.
Apple juga memberi Siri tampilan visual baru dengan desain yang lebih ramping. Selain itu, Siri kini memiliki aplikasi khusus sebagai bagian dari pembaruan besar yang diperkenalkan Apple.
Menurut informasi yang dipaparkan, Siri sekarang ditenagai model Gemini milik Google yang berjalan di private compute Apple. Pendekatan ini diklaim tetap menjaga privasi pengguna, sebuah aspek yang terus ditekankan Apple dalam strategi AI-nya.
Terintegrasi di seluruh ekosistem Apple
Pembaruan Siri tidak hanya hadir di satu perangkat. Apple menyebut integrasi Siri AI akan menjangkau iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, CarPlay, hingga Vision Pro.
Percakapan pengguna di berbagai perangkat itu juga akan disinkronkan melalui iCloud. Dengan begitu, pengalaman memakai Siri dirancang tetap nyambung saat pengguna berpindah dari satu perangkat Apple ke perangkat lain.
Selain Siri, Apple juga menambahkan fitur AI baru di berbagai bagian antarmuka. Pembaruan itu mencakup aplikasi Photos dan Image Playground, menandakan bahwa strategi AI Apple tidak berdiri pada satu produk saja.
AI dibuat hadir, tapi tidak mendominasi
Arah ini juga ditegaskan oleh chief marketing Apple, Greg Joswiak. Menurut dia, Apple ingin teknologi menghilang ke latar belakang agar pengguna fokus pada hal yang ingin mereka lakukan, bukan pada teknologinya sendiri.
Joswiak menilai AI seharusnya bekerja tanpa menuntut pengguna menjadi ahli prompt. Apple, kata dia, ingin menemui pengguna di titik kebutuhan mereka, bukan memaksa mereka menyesuaikan diri dengan kerumitan baru.
Pendekatan itu membantu menjelaskan mengapa Apple tidak ingin Siri menjadi chatbot yang mengejar perhatian. Di mata perusahaan, AI seharusnya menjadi utilitas yang bekerja diam-diam, bukan karakter digital yang terus berusaha membangun hubungan personal.
Pembaruan Siri AI bersama fitur AI lain diperkirakan mulai digulirkan dalam public beta bulan depan. Rilis penuh disebut kemungkinan baru hadir pada September, berbarengan dengan peluncuran yang dirumorkan untuk iPhone 18 Pro dan iPhone Fold pertama.
