Freelander Bangkit Lewat Teknologi Chery, SUV Listrik Ini Debut 31 Maret di Shanghai

Author: Qoo Media

Kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) kembali masuk sorotan karena model perdana dari kebangkitan nama Freelander dijadwalkan debut pada 31 Maret di Shanghai, China. Proyek ini menandai langkah baru bagi merek Freelander yang akan dihidupkan lagi dalam bentuk SUV elektrifikasi dengan dukungan teknologi dari Chery.

Model tersebut bukan sekadar nostalgia atas nama lama yang pernah populer di segmen SUV. Kehadirannya juga menunjukkan arah baru JLR dan Chery dalam mengejar pasar kendaraan listrik yang terus tumbuh, terutama di China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia.

Mengandalkan platform milik Chery

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan memakai platform modular E0X buatan Chery. Arsitektur tersebut dirancang untuk mendukung teknologi kendaraan listrik modern, termasuk sistem 800V, suspensi udara, dan fitur bantuan berkendara canggih.

Platform E0X juga memberi fleksibilitas besar pada sisi penggerak. Struktur ini bisa dipakai untuk battery electric vehicle atau BEV, sekaligus extended-range electric vehicle atau EREV, sehingga satu basis bisa melahirkan beberapa varian sesuai kebutuhan pasar.

SUV besar dengan kabin tiga baris

Model pertama Freelander dikabarkan akan hadir sebagai SUV berukuran besar dengan panjang sekitar 5,1 meter. Mobil ini juga disebut memakai konfigurasi tiga baris kursi dengan format enam penumpang, yakni 2+2+2.

Format tersebut memperlihatkan bahwa Freelander baru tidak menyasar pasar SUV kompak. Posisi produk ini mengarah ke segmen keluarga premium yang membutuhkan ruang kabin lega, fleksibilitas kursi, dan teknologi elektrifikasi sebagai nilai jual utama.

Bocoran desain dan karakter visual

Sebelum debut resmi, SUV ini sudah beberapa kali tertangkap menjalani uji jalan di China. Dari pengamatan yang beredar, desainnya menampilkan bodi dengan garis tegas, ground clearance tinggi, dan proporsi yang mengingatkan pada Range Rover Sport.

Ciri visual seperti itu menunjukkan bahwa Freelander baru ingin membawa kesan premium sejak dari tampilan luar. Meski begitu, identitas utamanya tetap bergeser ke arah elektrifikasi, bukan lagi sekadar SUV konvensional seperti generasi sebelumnya.

Strategi bisnis di balik kebangkitan Freelander

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi JLR untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik China. Pasar tersebut sangat penting karena volume penjualan besar dan persaingan teknologi yang ketat, sehingga kerja sama dengan mitra lokal menjadi langkah yang relevan.

Di saat yang sama, Chery mendapat peran penting karena menyuplai platform dan teknologi inti yang lebih kompetitif. Pola ini memperlihatkan bagaimana produsen global kini makin sering memanfaatkan kolaborasi lintas merek untuk mempercepat pengembangan mobil listrik.

Fakta penting tentang proyek Freelander baru

  1. Debut model pertama dijadwalkan pada 31 Maret di Shanghai, China.
  2. Chery dan JLR memakai platform modular E0X milik Chery.
  3. Platform ini mendukung teknologi 800V, suspensi udara, dan fitur bantuan berkendara canggih.
  4. Freelander baru akan tersedia dalam pilihan BEV dan EREV.
  5. SUV ini dikabarkan memiliki panjang sekitar 5,1 meter dan konfigurasi enam penumpang.

Ke depan, Freelander tidak hanya disiapkan untuk pasar China. Setelah debut global, merek ini juga direncanakan masuk ke pasar internasional, termasuk Timur Tengah dan wilayah lain, sehingga langkah awal di Shanghai menjadi titik penting bagi arah baru SUV elektrifikasi hasil kerja sama Chery dan JLR.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com
Terbaru