Arus balik Lebaran masih berlangsung dan belum sepenuhnya mereda meski masa libur telah memasuki tahap akhir. Korlantas Polri mencatat sekitar 42 persen kendaraan pemudik belum kembali masuk ke Jakarta, sehingga pergerakan menuju Ibu Kota masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho menyebut situasi ini tetap menjadi perhatian serius aparat. “Berdasarkan proyeksi, masih ada 42 persen kendaraan yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kami kelola, meskipun Operasi Ketupat telah selesai, kegiatan kepolisian tetap ditingkatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pengamanan lalu lintas masih dilanjutkan
Meski Operasi Ketupat telah resmi berakhir, pengamanan di lapangan belum dihentikan. Kepolisian kini melanjutkan pengawasan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD untuk menjaga kelancaran arus balik dan mencegah kemacetan di titik-titik rawan.
Kondisi ini penting karena aktivitas masyarakat di daerah masih tinggi dan berpotensi mendorong arus balik susulan. Kepolisian menilai gelombang kendaraan belum selesai, sehingga personel tetap disiagakan di sejumlah ruas strategis yang mengarah ke Jakarta.
Berikut fokus pengamanan yang masih dijalankan:
- Pengaturan lalu lintas di jalur utama menuju Jakarta
- Pemantauan kepadatan di titik rawan antrean
- Antisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik gelombang kedua
- Penindakan cepat jika terjadi gangguan kelancaran perjalanan
Puncak gelombang kedua diprediksi pada 29 Maret
Korlantas Polri memperkirakan puncak arus balik gelombang kedua terjadi pada 29 Maret. Prediksi ini membuat pengawasan tetap dijalankan secara intensif, karena hampir separuh kendaraan pemudik masih berada di luar Jakarta dan berpotensi menambah volume lalu lintas secara tiba-tiba.
Situasi di beberapa jalur utama juga menunjukkan perlunya kewaspadaan tetap tinggi. Pada ruas tol yang menjadi akses menuju Jakarta, kepadatan sempat terlihat dan skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow ikut membantu mengurai tekanan kendaraan pada jam sibuk.
Angka kecelakaan turun, keselamatan membaik
Di tengah padatnya arus balik, kabar baik datang dari sisi keselamatan lalu lintas. Data Korlantas Polri menunjukkan jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan arus balik turun 30,41 persen, dari 342 korban pada tahun sebelumnya menjadi 238 korban pada tahun ini.
Penurunan juga terlihat pada jumlah kecelakaan lalu lintas nasional, yang berkurang 5,31 persen dari 2.880 kejadian menjadi 2.727 kejadian. Selama periode tersebut, juga tidak tercatat adanya kecelakaan menonjol, yang menjadi indikator bahwa pengelolaan arus mudik dan balik berjalan lebih tertib.
Data utama arus balik yang perlu diperhatikan
| Indikator | Catatan Korlantas Polri |
|---|---|
| Kendaraan belum masuk Jakarta | 42 persen |
| Prediksi puncak gelombang kedua | 29 Maret |
| Korban meninggal dunia | Turun 30,41 persen |
| Jumlah korban meninggal | 342 menjadi 238 |
| Kecelakaan lalu lintas nasional | Turun 5,31 persen |
| Total kejadian kecelakaan | 2.880 menjadi 2.727 |
Kondisi ini menunjukkan arus balik belum selesai dan masih memerlukan pengelolaan yang ketat. Dengan ribuan kendaraan masih bergerak menuju Jakarta, pengawasan lalu lintas tetap menjadi prioritas agar perjalanan pemudik tetap lancar, aman, dan terkendali hingga sisa pergerakan kendaraan benar-benar padam.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com