Di tengah meningkatnya kebutuhan akan sumber listrik cadangan, mobil listrik kini tidak lagi berperan sebagai alat transportasi semata. Sejumlah model sudah dibekali teknologi bidirectional charging, yaitu kemampuan menyalurkan daya dari baterai mobil ke perangkat lain, rumah, atau jaringan listrik saat keadaan darurat.
Teknologi ini dikenal sebagai V2G atau Vehicle-to-Grid dan V2H atau Vehicle-to-Home. Dalam praktiknya, fitur tersebut bisa menjaga lampu tetap menyala, kulkas tetap bekerja, hingga membantu rumah bertahan selama pemadaman yang berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari, tergantung kapasitas baterai dan kebutuhan listrik rumah.
Mengapa mobil listrik bisa jadi cadangan listrik rumah
Bidirectional charging memanfaatkan baterai besar yang memang sudah tertanam di mobil listrik. Karena baterai mobil bekerja dengan prinsip serupa seperti penyimpanan energi rumah, kendaraan tertentu bisa menjadi sumber daya darurat yang praktis saat jaringan listrik terganggu.
Meski begitu, penggunaan seperti ini tetap memiliki batas. Baterai lithium akan mengalami degradasi seiring siklus pengisian dan pemakaian, sehingga fitur ini lebih cocok dipakai saat dibutuhkan, bukan untuk suplai harian terus-menerus.
8 mobil listrik yang bisa menyalakan rumah saat darurat
Berikut delapan model yang menonjol karena mendukung kemampuan suplai daya dua arah atau fungsi sejenis yang relevan untuk kebutuhan cadangan listrik.
| Model | Kemampuan utama |
|---|---|
| Ford F-150 Lightning | Home Backup Power, diklaim mampu menyalakan rumah rata-rata hingga tiga hari |
| Hyundai Ioniq 5 | V2L hingga 3,6 kW, port eksternal bisa dipakai saat mobil mati |
| Hyundai Ioniq 6 | V2L hingga 3,6 kW, juga mendukung adaptor eksternal |
| Kia EV6 | Mendukung V2L untuk daya darurat |
| Kia EV9 | Mendukung V2L dan V2H, diarahkan ke penggunaan rumah |
| Chevrolet Silverado EV | Daya output 9,6 kW, kapasitas besar untuk rumah saat blackout |
| Nissan Leaf | Salah satu EV awal dengan dukungan bidirectional charging |
| Tesla Cybertruck | Powershare dan kemampuan integrasi dengan Powerwall |
Ford F-150 Lightning
Ford menjadikan truk listrik ini sebagai contoh paling jelas dari mobil yang bisa membantu rumah saat listrik padam. Pada halaman produknya, Ford menyebut varian baterai besar pada F-150 Lightning dapat menyimpan energi setara “as much energy as 7 Tesla Powerwalls” dan mampu menyalakan rumah rata-rata hingga tiga hari.
Selain itu, bak belakang mobil ini juga punya stopkontak AC. Fitur tersebut berguna untuk peralatan kerja dan peralatan rumah sederhana saat darurat.
Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6
Hyundai memakai platform E-GMP untuk mendukung kemampuan bidirectional charging di lini EV-nya. Ioniq 5 bisa menyuplai daya hingga 3,6 kW melalui dua port V2L, satu di dalam kabin dan satu di bagian luar mobil.
Ioniq 6 juga membawa kemampuan serupa dengan output hingga 3,6 kW. Model ini cocok untuk perangkat seperti laptop, lampu, atau perlengkapan kecil lain saat listrik rumah padam.
Kia EV6 dan EV9
Kia EV6 menjadi salah satu model awal berbasis E-GMP dari Kia. Mobil ini mendukung V2L dan bisa dipakai untuk kebutuhan darurat maupun aktivitas luar ruang.
Kia EV9 menawarkan kabin lebih besar dan kemampuan yang lebih praktis untuk rumah. Kia juga menyoroti dukungan V2H pada EV9 lewat kerja sama dengan Wallbox Quasar 2 di pasar Amerika Serikat.
Chevrolet Silverado EV
General Motors memakai platform Ultium untuk banyak EV-nya, termasuk Silverado EV. Dalam promosi daya rumah, GM pernah menampilkan kemampuan mobil ini untuk menjalankan sebuah rumah mewah di Beverly Hills dengan daya 9,6 kW.
Angka itu menempatkan Silverado EV sebagai salah satu opsi paling kuat untuk cadangan listrik rumah berkat kapasitas baterai yang besar.
Nissan Leaf dan Tesla Cybertruck
Nissan Leaf termasuk pelopor awal dalam teknologi bidirectional charging. Sejak generasi awal tertentu, Leaf mendukung pengisian dua arah melalui CHAdeMO, meski di Amerika Serikat penggunaan resmi tetap bergantung pada charger yang disetujui Nissan, seperti Fermata Energy FE-15.
Tesla Cybertruck menjadi model Tesla pertama yang membawa fitur Powershare. Mobil ini juga bisa terintegrasi dengan sistem Tesla Powerwall, sehingga mobil dan baterai rumah dapat bekerja bersama saat diperlukan.
Polestar 3
Polestar 3 menjadi salah satu pendatang terbaru yang masuk daftar ini karena perusahaan sedang mengaktifkan V2H lewat kerja sama dengan Dcbel. Saat ini, penerapannya masih bergantung pada pasar dan infrastruktur yang tersedia.
Bagi pembeli yang mempertimbangkan mobil listrik sebagai sumber cadangan, faktor terpenting bukan hanya merek atau ukuran baterai, tetapi juga kompatibilitas charger, dukungan resmi pabrikan, dan kesiapan instalasi rumah. Dalam kondisi cuaca ekstrem atau jaringan listrik yang tidak stabil, fitur bidirectional charging dapat menjadi pembeda penting antara rumah yang tetap berfungsi dan rumah yang gelap total.
