Michigan sedang mempertimbangkan aturan yang bisa mengubah cara pengemudi lanjut usia memperbarui SIM mereka. Jika proposal ini lolos, pengemudi berusia 75 tahun ke atas wajib menjalani tes mengemudi saat perpanjangan, lalu mereka yang berusia di atas 85 tahun harus mengulang tes itu setiap tahun.
Aturan baru ini muncul di tengah perdebatan besar soal keselamatan jalan raya dan hak berkendara warga senior. Saat ini, Michigan tidak mewajibkan pengemudi dengan riwayat bersih untuk retest saat memperpanjang SIM, tetapi rancangan undang-undang yang diajukan Senator Rosemary Bayer ingin mengubahnya.
Isi Aturan yang Diusulkan
Rancangan tersebut menetapkan tiga lapis pemeriksaan untuk pengemudi lanjut usia. Skemanya mencakup retest setiap empat tahun untuk usia 75 tahun ke atas, lalu menjadi tahunan setelah masuk usia 85 tahun.
Berikut ringkasannya:
- Pengemudi usia 75 tahun ke atas wajib mengikuti tes ulang saat perpanjangan SIM.
- Pengemudi usia 85 tahun ke atas wajib diuji setiap tahun.
- Ketentuan ini berlaku terlepas dari catatan mengemudi selama ini, selama aturan disahkan.
Kebijakan ini dipandang sebagai salah satu langkah paling ketat di Amerika Serikat untuk pengemudi senior. Michigan memang bukan negara bagian pertama yang membatasi masa berlaku SIM lansia, tetapi proposal ini bisa membuat prosesnya jauh lebih sering dibanding aturan yang berlaku sekarang.
Latar Belakang Usulan
Dorongan untuk memperketat aturan ini dipicu oleh kecelakaan fatal pada 2024 yang melibatkan pengemudi berusia 94 tahun. Menurut laporan KATV, Christopher Thexton, yang istrinya meninggal dalam insiden tersebut, mendesak para legislator agar menutup celah sistem yang memungkinkan lansia terus mengemudi tanpa evaluasi tambahan.
Kasus itu memunculkan kembali pertanyaan lama tentang kapan usia seharusnya memicu pemeriksaan kemampuan berkendara. Di satu sisi, kelompok pendukung keselamatan jalan menilai evaluasi berkala bisa mencegah risiko sebelum terjadi kecelakaan serius.
Di sisi lain, kelompok advokasi seperti AARP menolak gagasan pengujian wajib yang hanya berbasis usia. Mereka menilai kemampuan mengemudi sangat bervariasi antarindividu dan kondisi kesehatan jauh lebih relevan daripada angka usia semata.
Data Kecelakaan yang Jadi Sorotan
Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan bahwa pengemudi usia 65 tahun ke atas memang tidak selalu menjadi kelompok paling berisiko. Namun, jumlah kecelakaan yang melibatkan mereka terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut data yang disebutkan dalam referensi:
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Porsi pengemudi berlisensi usia 65+ di Michigan | sekitar 26% |
| Keterlibatan dalam kecelakaan | sekitar 20% |
| Kenaikan keterlibatan kecelakaan sejak 2015 | 22% |
| Kenaikan fatal crash pada usia 65+ sejak periode yang sama | hampir 71% |
Data tersebut memperlihatkan bahwa populasi pengemudi lansia di Michigan memang besar dan terus bertambah. Karena itu, setiap perubahan aturan terkait kelompok ini akan berdampak luas, baik dari sisi keselamatan maupun mobilitas harian.
Perdebatan Antara Keselamatan dan Kebebasan Berkendara
Pemeriksaan ulang yang lebih sering dapat membantu mendeteksi penurunan penglihatan, refleks, atau kemampuan kognitif lebih cepat. Namun, kebijakan berbasis usia juga berisiko dianggap terlalu umum karena tidak membedakan antara pengemudi yang masih sangat mampu dan mereka yang mulai mengalami penurunan kebugaran.
Beberapa negara bagian lain memilih jalan yang lebih lunak. Illinois memiliki aturan yang mirip, sementara sejumlah negara bagian lain hanya memperpendek masa berlaku SIM atau meminta tes mata untuk pengemudi senior tanpa mewajibkan ujian jalan penuh.
Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bahwa tidak ada konsensus nasional yang benar-benar sama. Sebagian legislator memprioritaskan pencegahan risiko, sedangkan pihak lain menilai evaluasi medis individual lebih adil dan lebih tepat sasaran.
Tahapan Politik yang Masih Harus Dilalui
Meski ramai dibahas, proposal ini belum menjadi undang-undang. Rancangan itu masih harus dibahas di komite, kemudian lolos pemungutan suara di Senat, berlanjut ke House, dan akhirnya membutuhkan tanda tangan gubernur agar berlaku.
Proses itu berarti perubahan bagi pengemudi senior Michigan belum terjadi dalam waktu dekat. Namun, jika dukungan politik terus menguat, aturan baru ini bisa menjadi salah satu kebijakan paling berpengaruh dalam urusan perpanjangan SIM di negara bagian tersebut, terutama bagi warga yang mengandalkan mobil sebagai alat mobilitas utama setiap hari.
