Michelin memperkenalkan ban baru yang diklaim mampu membantu mobil listrik menambah jarak tempuh hingga sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian daya. Klaim ini muncul dari teknologi yang dirancang untuk menekan hambatan gulir, sehingga energi yang terpakai saat mobil melaju bisa lebih efisien tanpa menghentikan fokus pada performa dan keselamatan.
Inovasi tersebut menjadi menarik karena efisiensi mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh baterai, tetapi juga oleh komponen pendukung seperti ban. Saat hambatan gulir turun, beban kerja motor listrik ikut berkurang, dan efeknya bisa terasa pada daya jelajah harian.
Ban Jadi Faktor Penting pada Mobil Listrik
Banyak pemilik mobil listrik fokus pada kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya. Namun, ban juga punya pengaruh besar karena setiap putaran roda selalu melawan gesekan dengan permukaan jalan.
Michelin menempatkan efisiensi sebagai inti dari pengembangan ban terbarunya. Perusahaan asal Prancis itu menilai ban yang tepat bisa membantu mobil listrik berjalan lebih jauh dengan energi yang sama, terutama pada penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan antarkota.
Salah satu produk yang disorot adalah Michelin Primacy 5 Energy. Ban ini dirancang untuk memberi efisiensi energi yang lebih baik, daya cengkeram lebih stabil di jalan basah, serta usia pakai yang lebih panjang.
Selain itu, Michelin juga memperkenalkan Pilot Sport 5 Energy untuk pengemudi yang mengutamakan karakter sporty. Produk ini tetap membawa pendekatan hemat energi, tetapi dipadukan dengan handling yang lebih presisi dan grip yang optimal.
Rahasianya Ada pada Hambatan Gulir
Teknologi utama pada ban baru Michelin terletak pada penurunan rolling resistance atau hambatan gulir. Semakin kecil hambatan ini, semakin sedikit energi yang dibutuhkan kendaraan untuk terus bergerak.
Prinsip ini sederhana, tetapi dampaknya besar pada kendaraan listrik yang sangat bergantung pada efisiensi energi. Michelin menyebut teknologi barunya bisa meningkatkan jarak tempuh mobil listrik hingga sekitar 10 persen, dan dalam kondisi tertentu tambahan daya jelajah dapat mencapai sekitar 70 kilometer.
Berikut inti keunggulan teknologinya:
- Mengurangi energi yang terbuang saat ban bergerak.
- Membantu mobil listrik menempuh jarak lebih jauh.
- Menekan konsumsi bahan bakar pada kendaraan konvensional.
- Menjaga cengkeraman dan stabilitas di kondisi jalan yang beragam.
Dampak untuk Mobil Listrik dan Kendaraan Bensin
Michelin tidak hanya menargetkan pengguna mobil listrik. Perusahaan itu juga menyebut ban baru ini dapat menekan konsumsi bahan bakar hingga 6 persen pada kendaraan konvensional.
Efisiensi tersebut ikut mendukung penurunan emisi karbon dioksida, yang menjadi isu penting dalam industri otomotif global. Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan rendah emisi, ban dengan efisiensi lebih tinggi bisa menjadi bagian dari strategi untuk memperpanjang jarak tempuh sekaligus memangkas konsumsi energi.
Kendaraan listrik selama ini sering dinilai dari ukuran baterai, tenaga motor, dan waktu isi ulang. Padahal, ban yang efisien dapat memberi kontribusi nyata terhadap total biaya operasional dan pengalaman berkendara sehari-hari.
Mengapa Teknologi Ini Relevan untuk Pasar EV
Pertumbuhan mobil listrik membuat standar ban ikut berubah. Ban untuk EV perlu mendukung bobot kendaraan yang cenderung lebih berat akibat baterai, namun tetap harus menjaga efisiensi dan kenyamanan.
Dalam konteks itu, pendekatan Michelin menjadi relevan karena menggabungkan tiga kebutuhan sekaligus: efisiensi, daya tahan, dan keselamatan. Kombinasi ini penting bagi pengguna yang ingin daya jelajah lebih panjang tanpa mengorbankan performa saat menikung, pengereman, atau berkendara di jalan basah.
Produsen ban besar kini berlomba menawarkan produk yang lebih spesifik untuk kendaraan listrik. Michelin termasuk yang paling agresif menggarap segmen ini, terutama karena pasar EV menuntut solusi yang lebih presisi dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal.
Ke depan, pengembangan ban efisien seperti Primacy 5 Energy dan Pilot Sport 5 Energy berpotensi menjadi pembeda penting dalam persaingan otomotif. Saat baterai dan infrastruktur pengisian terus berkembang, efisiensi ban tetap bisa menjadi faktor tambahan yang menentukan sejauh mana mobil listrik mampu bergerak dalam satu kali pengisian daya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com








