Tesla Bantah Model 3 Murah Masuk China, Rumor Runtuh di Tengah Pemulihan Penjualan

Tesla menegaskan tidak ada rencana menghadirkan Model 3 versi lebih murah ke pasar China, meski rumor soal peluncuran mobil itu sempat menyebar luas di media sosial. Perusahaan juga menyebut belum membangun lini produksi khusus untuk model tersebut di Giga Shanghai.

Klarifikasi itu menutup spekulasi yang berkembang di platform berbahasa China dan Inggris pada awal pekan ini. Sejumlah unggahan menyebut Tesla sedang menyiapkan Model 3 standar dengan harga awal di bawah 200.000 yuan atau setara sekitar $28,930 untuk memperluas basis konsumen di China.

Fokus Giga Shanghai masih ke model yang sudah ada

Tesla mengatakan pabrik Giga Shanghai saat ini tetap memusatkan produksi dan pengiriman Model 3 serta Model Y yang sudah dipasarkan. Perusahaan juga menegaskan fasilitas itu sepenuhnya diarahkan untuk memenuhi pesanan domestik dan ekspor yang sedang berjalan.

Dengan pernyataan ini, Tesla menepis anggapan bahwa pabrik Shanghai sedang bersiap menambah lini untuk varian entry-level Model 3. Artinya, belum ada tanda resmi bahwa strategi harga lebih rendah akan diterapkan di China dalam waktu dekat.

Keterangan dari Tesla menjadi penting karena pasar China terus menjadi salah satu arena paling kompetitif bagi kendaraan listrik. Produsen lokal bergerak agresif dengan banyak pilihan model murah, sementara Tesla tetap mengandalkan citra merek dan efisiensi produksi untuk menjaga daya saing.

Varian murah Model 3 sudah lebih dulu hadir di Amerika Serikat

Rumor di China muncul setelah Tesla meluncurkan Model 3 versi hemat di Amerika Serikat pada Oktober 2025. Mobil itu menjadi model termurah Tesla di pasar tersebut dengan harga awal $36,990.

Versi ini memang dipangkas dari sisi fitur untuk menekan harga. Sekitar 20 fitur non-esensial dihapus, termasuk penggunaan kursi berbahan kain dan hilangnya fungsi ventilasi.

Namun, kondisi di China berbeda karena Tesla sudah menjual beberapa varian Model 3 dengan rentang harga yang lebih lebar. Saat ini ada empat versi Model 3 di China dengan harga awal 235,500 yuan, 259,500 yuan, 285,500 yuan, dan 339,500 yuan.

Posisi Model 3 di China masih kuat, tetapi tekanan pasar tetap ada

Varian penggerak roda belakang menjadi model dasar yang paling banyak dijual di China. Versi ini menawarkan jarak tempuh 634 kilometer berdasarkan standar CLTC, yang masih menjadi salah satu nilai jual utama di segmen sedan listrik.

Di sisi lain, data penjualan menunjukkan pasar Tesla di China bergerak dinamis. Pada Februari, penjualan ritel Tesla di China pulih cukup kuat setelah periode awal tahun yang biasanya lemah secara musiman di pasar otomotif negeri itu.

Model Y menjadi motor utama pemulihan tersebut dengan penjualan ritel 25,286 unit, naik 215.84% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 50.11% dari Januari. Model 3 juga mencatat perbaikan, namun belum sekuat Model Y.

Penjualan ritel Model 3 di China pada Februari tercatat 12,920 unit. Angka itu memang turun 31.17% secara tahunan, tetapi melonjak 687.80% dibanding Januari, menunjukkan adanya rebound dari basis yang rendah.

Beberapa fakta kunci dari laporan Tesla

  1. Tesla menyatakan tidak ada rencana membawa Model 3 versi lebih murah ke China.
  2. Perusahaan juga belum membangun lini produksi untuk model itu di Giga Shanghai.
  3. Giga Shanghai masih fokus pada Model 3 dan Model Y yang sudah dipasarkan.
  4. Rumor sempat memprediksi harga awal bisa turun di bawah 200.000 yuan.
  5. Model 3 termurah di AS dibanderol $36,990 setelah peluncuran pada Oktober 2025.

Pernyataan resmi Tesla menunjukkan perusahaan belum ingin mengubah strategi Model 3 di China melalui varian baru yang lebih murah. Dengan pasar listrik China yang sangat kompetitif, arah kebijakan harga Tesla di Shanghai akan tetap diawasi ketat oleh konsumen, pesaing, dan investor yang menilai seberapa jauh merek itu bisa mempertahankan momentum penjualan di pasar terbesar kendaraan listrik dunia.

Source: cnevpost.com
Terkait