Australia Nyaris Lumpuh, Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM Saat Harga Minyak Melonjak!

Australia tengah menghadapi gangguan distribusi bahan bakar yang meluas. Hampir 500 SPBU dilaporkan kehabisan BBM, dan situasi ini memicu dampak berantai di sejumlah wilayah utama.

Data terbaru menunjukkan jumlah SPBU yang kosong naik cepat dari 225 titik menjadi 470 titik dalam waktu singkat. Laporan ABC News menyebut setidaknya ada satu jenis bahan bakar yang benar-benar habis di sejumlah lokasi, sehingga warga kesulitan mengisi kendaraan mereka.

Krisis BBM menjalar ke beberapa negara bagian

Kementerian Energi Australia melaporkan kekosongan BBM terjadi di Victoria, Queensland, dan New South Wales. Victoria bahkan disebut sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak karena tekanan harga minyak global ikut mengganggu mobilitas dan aktivitas warga.

Pemerintah setempat menilai masalah ini tidak hanya dipicu pasokan yang terganggu, tetapi juga lonjakan permintaan di banyak titik. Kondisi itu membuat antrean di SPBU meningkat, sementara sebagian pengendara memilih membeli BBM lebih cepat karena khawatir stok habis.

Langkah darurat pemerintah Australia

Situasi tersebut mendorong pemerintah Australia menggelar rapat darurat kabinet nasional. Perdana Menteri Anthony Albanese juga dijadwalkan memimpin pertemuan lanjutan bersama para pemimpin negara bagian dan teritori untuk menyatukan langkah penanganan.

“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” kata Albanese di parlemen, dikutip Kamis (26/3). Pemerintah ingin memastikan respons antarwilayah berjalan seragam di tengah tekanan krisis energi.

Dampak konflik Timur Tengah ke pasokan energi

Krisis ini dipicu lonjakan harga minyak global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Ketika arus pengiriman terganggu, biaya energi ikut naik dan mulai menekan sektor industri serta biaya logistik.

Tekanan harga tersebut berisiko merembet ke harga barang lain jika distribusi energi terus tersendat. Dalam kondisi seperti ini, pasar BBM di Australia menjadi sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan.

Daftar wilayah dan respons yang muncul

  1. Victoria menjadi salah satu wilayah paling terdampak.
  2. Queensland dan New South Wales juga melaporkan kekosongan stok di sejumlah SPBU.
  3. Pemerintah mengimbau warga tidak melakukan panic buying.
  4. Oposisi meminta stok BBM yang masih ada dipindahkan ke SPBU yang kosong.
  5. Sejumlah usulan mencakup penjatahan, pengurangan pajak bahan bakar, dan transportasi umum gratis.

Di beberapa kawasan, masih ada SPBU yang memiliki stok cukup. Karena itu, pemimpin oposisi Angus Taylor meminta pemerintah fokus pada distribusi ulang pasokan, bukan hanya memberi penjelasan soal ketersediaan stok.

“Stoknya ada, itulah yang terus mereka katakan kepada kita. Jadi jawabannya harus sederhana. Pindahkan stok BBM ke SPBU yang sudah kehabisan stok,” kata Taylor kepada Channel Nine. Pernyataan itu menegaskan tekanan politik terhadap pemerintah agar respons berjalan lebih cepat dan terlihat di lapangan.

Tekanan ke warga dan sektor usaha

Kekosongan BBM membuat masyarakat harus mencari SPBU lain yang masih beroperasi normal. Bagi sektor transportasi, logistik, dan usaha kecil, situasi ini menambah biaya operasional sekaligus mengganggu jadwal perjalanan.

Jika kondisi ini berlanjut, pemerintah Australia diperkirakan perlu mengambil langkah taktis untuk menjaga suplai di titik-titik paling kritis. Di saat yang sama, upaya menenangkan pasar menjadi penting agar kepanikan pembelian tidak memperburuk kelangkaan di SPBU yang masih memiliki stok.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button