Toyota Siapkan EV SUV Terjauh, C-HR+ Tembus 607 Km Sekali Cas

Toyota bersiap memperluas lini kendaraan listriknya di Eropa lewat sebuah SUV listrik baru yang disebut-sebut sebagai C-HR+. Model ini menarik perhatian karena menawarkan jarak tempuh paling jauh di antara mobil listrik Toyota yang saat ini dikabarkan sedang disiapkan untuk pasar tersebut.

Bocoran awal menunjukkan bahwa SUV ini mengusung baterai besar 77 kWh, penggerak roda depan, dan jarak tempuh hingga 607 km dalam sekali pengisian daya. Jika data itu benar, C-HR+ berpotensi menjadi salah satu model paling penting dalam strategi elektrifikasi Toyota di segmen SUV kompak.

SUV listrik baru berbasis platform khusus

Toyota C-HR+ disebut dibangun di atas platform eTNGA milik Toyota yang memang dirancang untuk mobil listrik. Basis ini memberi ruang bagi pengaturan baterai, motor listrik, dan kabin yang lebih efisien, sekaligus membantu menjaga bobot dan distribusi kendaraan tetap seimbang.

Menurut laporan Arena EV yang dikutip OTODRIVER, model ini akan hadir dalam tiga versi, yakni Mid, Mid+, dan High. Dua pilihan baterai juga disiapkan, masing-masing berkapasitas 57,7 kWh dan 77 kWh, sehingga konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan jarak tempuh dan efisiensi penggunaan harian.

Jarak tempuh jadi nilai jual utama

Varian dengan baterai 77 kWh disebut sebagai versi dengan jangkauan terjauh, yakni hingga 607 km. Angka itu membuat C-HR+ menjadi mobil listrik Toyota dengan kemampuan tempuh paling jauh sejauh ini, setidaknya berdasarkan bocoran spesifikasi yang beredar.

Berikut poin utama yang sudah terungkap sejauh ini:

  1. Baterai 77 kWh untuk jangkauan maksimal.
  2. Jarak tempuh hingga 607 km untuk versi penggerak roda depan.
  3. Varian AWD mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 5,2 detik.
  4. Fast charging 150 kW tersedia di semua versi.
  5. Pengisian dari 10 persen ke 80 persen diklaim sekitar 28 menit.

Kombinasi jarak tempuh panjang dan waktu isi daya yang relatif singkat menjadi faktor penting bagi calon pembeli EV. Di pasar Eropa, dua hal itu sering menjadi pertimbangan utama selain harga, efisiensi, dan kenyamanan kabin.

Pengisian cepat dan efisiensi penggunaan

Toyota juga menyiapkan dukungan pengisian cepat 150 kW untuk seluruh varian C-HR+. Dengan kemampuan tersebut, baterai dapat diisi dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 28 menit, sebuah angka yang cukup kompetitif di kelas SUV listrik.

Untuk varian High grade, Toyota disebut menambahkan pengisi daya internal 22 kW. Fitur ini memungkinkan pengisian baterai yang lebih kecil selesai dalam waktu sedikit lebih dari dua jam, sehingga cocok untuk penggunaan di rumah atau fasilitas publik tertentu yang mendukung daya lebih tinggi.

Kabin lebih lapang dari C-HR biasa

Selain teknis penggerak, Toyota juga tampaknya fokus pada peningkatan ruang kabin. Panjang mobil ini disebut mencapai 4.530 mm, atau 170 mm lebih panjang dibanding C-HR standar, sehingga dimensinya ikut mendukung kesan lebih lega.

Jarak antar roda juga dibuat lebih lebar untuk memberi ruang ekstra di dalam kabin. Hasilnya, tersedia ruang sekitar 900 mm antara kursi depan dan belakang, membuat penumpang belakang berpotensi mendapatkan kenyamanan yang lebih baik dibanding SUV kompak pada umumnya.

Fitur interior dan arah pasar Toyota

Toyota C-HR+ dikabarkan membawa layar utama 14 inci untuk kebutuhan peta dan hiburan musik. Di balik kemudi, tersedia pula layar 7 inci untuk informasi pengemudi, format yang kini makin umum di mobil listrik modern karena memberi tampilan lebih ringkas dan fungsional.

Walau harga resminya belum diumumkan, kehadiran C-HR+ di Eropa bisa menjadi sinyal kuat arah pengembangan Toyota untuk pasar global. Bila respons konsumen positif, bukan tidak mungkin model ini juga masuk ke kawasan Asia, termasuk Indonesia, terutama mengingat mulai meningkatnya minat terhadap SUV listrik dengan jarak tempuh panjang dan kabin yang lebih praktis untuk penggunaan harian.

Source: otodriver.com

Berita Terkait

Back to top button