Awas Macet di Ketapang–Gilimanuk, Puncak Arus Balik Jawa–Bali Diperkirakan 28–29 Maret

PT ASDP Indonesia Ferry mengingatkan pengguna jasa penyeberangan bahwa arus balik Jawa–Bali diperkirakan mencapai puncaknya pada 28–29 Maret. Periode ini berpotensi memicu kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, terutama bila para pemudik menumpuk perjalanan dalam jam yang sama.

Hingga periode 22–25 Maret, arus balik sudah berlangsung bertahap dan belum terkonsentrasi pada satu waktu. Data ASDP menunjukkan 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali, setara sekitar 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa.

Pergerakan Kendaraan Masih Tersebar

Sebanyak 117.367 unit kendaraan atau sekitar 71 persen masih belum melakukan perjalanan balik. Kondisi ini disebut membantu menjaga kelancaran layanan karena distribusi kendaraan tidak menumpuk di pelabuhan pada waktu berdekatan.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menyebut kesiapan operasional sejak awal Angkutan Lebaran ikut menjaga ritme penyeberangan tetap stabil. Ia menegaskan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap dioptimalkan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.

“Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik. Pergerakan yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” ujar Yossianis dalam keterangan resmi.

Skema Buffer Zone Diterapkan di Ketapang

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan manajemen lalu lintas dijalankan secara adaptif untuk mencegah penumpukan kendaraan. Salah satu langkah utama yang dipakai adalah optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir.

Buffer zone berfungsi sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan. Dengan pola ini, kendaraan tidak langsung menumpuk di pintu masuk dan petugas punya ruang lebih besar untuk mengatur pergerakan secara bertahap.

Kinerja Layanan Masih Positif

Berdasarkan data posko pada 25 Maret, lintasan Jawa–Bali dilayani 223 trip kapal. Pada hari itu, jumlah penumpang mencapai 44.898 orang, naik 6,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Lonjakan paling terlihat terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 8.691 unit atau naik 24,1 persen. Kendaraan logistik berupa truk juga meningkat menjadi 921 unit atau naik 18,7 persen, sedangkan kendaraan roda empat tercatat 4.644 unit dan bus 302 unit.

Jika dijumlahkan, total kendaraan yang menyeberang pada hari tersebut mencapai 14.558 unit. Angka ini mencatat kenaikan 14 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya dan menunjukkan aktivitas penyeberangan masih bergerak tinggi menjelang puncak arus balik.

Berikut ringkasan data yang paling penting:

  1. Kendaraan yang sudah kembali ke Bali: 47.945 unit
  2. Kendaraan yang belum kembali: 117.367 unit
  3. Total kendaraan balik per 22–25 Maret: 29 persen
  4. Puncak arus balik diperkirakan: 28–29 Maret
  5. Trip kapal pada 25 Maret: 223 trip

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+3, ASDP mencatat 375.617 penumpang dan 91.919 unit kendaraan di lintasan penyeberangan tersebut. Angka kumulatif ini menjadi indikator bahwa arus mudik dan balik masih bergerak dalam volume tinggi, meski kondisi pelabuhan sejauh ini relatif terkendali.

Imbauan untuk Pemudik

ASDP meminta masyarakat menyiapkan waktu perjalanan dengan lebih cermat agar tidak ikut menumpuk pada jam sibuk. Pemudik juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, khususnya saat sistem antrean dan pengaturan kendaraan mulai diperketat menjelang puncak arus balik.

Dalam situasi seperti ini, waktu keberangkatan menjadi faktor penting karena permintaan penyeberangan biasanya meningkat tajam pada dua hari puncak. Karena itu, perjalanan yang lebih fleksibel akan membantu mengurangi risiko macet di sekitar Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk, sekaligus menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman hingga tujuan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version