Fabio Quartararo menilai hasil finis keenam di MotoGP Brasil bukan hal utama yang perlu dibesarkan. Bagi pebalap Yamaha itu, momen paling penting justru datang saat ia sempat menyalip Marc Marquez pada awal balapan di Sirkuit Goiania.
Quartararo tampil lebih kompetitif dibanding seri pembuka musim ketika ia hanya finis ke-14. Hasil ini belum cukup untuk membawanya ke podium, tetapi memberi sinyal bahwa proses adaptasi dengan motor baru mulai menunjukkan arah yang lebih positif.
Momen menyalip Marc Marquez jadi sorotan
Quartararo memulai balapan dari posisi keempat dan langsung bergerak cepat di tikungan pertama. Ia berhasil melewati Marc Marquez dan Marco Bezzecchi, lalu naik ke posisi kedua pada fase awal lomba.
Meski Marquez kemudian merebut kembali posisinya di trek lurus pada lap ketiga, Quartararo tetap memandang momen itu sebagai pencapaian penting. Ia menegaskan bahwa melawan pebalap sekaliber Marquez memberi nilai psikologis yang besar di tengah masa sulit bersama Yamaha.
“Jujur saja, saya tak peduli di mana saya finis, saya baru saja menyalip Marc, yang merupakan pebalap rujukan saat ini,” kata Quartararo, dikutip dari MotoGP pada Senin (23/3/2025). Ia menambahkan bahwa saat masih muda, aksi seperti itu punya arti besar karena menunjukkan dirinya masih mampu bersaing.
Fokus Quartararo bukan sekadar hasil akhir
Poin keenam memang tidak menempatkan Quartararo dalam perebutan podium, tetapi ia melihat balapan di Brasil sebagai ukuran yang lebih realistis dari progresnya. Dalam situasi motor yang belum sepenuhnya cocok, posisi finis tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan bagi juara dunia 2021 itu.
Quartararo menyadari Yamaha masih harus bekerja keras untuk meningkatkan performa motor. Namun, ia juga merasa bahwa kemampuan dirinya di lintasan belum hilang, dan itu menjadi bekal penting untuk menghadapi sisa musim.
Berikut beberapa poin penting dari balapan Quartararo di Goiania:
- Start dari posisi keempat dan sempat naik ke posisi dua.
- Berhasil menyalip Marc Marquez pada awal lomba.
- Finis keenam, lebih baik dari hasil seri pembuka.
- Masih beradaptasi dengan karakter motor Yamaha yang baru.
- Mendapat tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi balapan berikutnya.
Ada nilai mental di balik duel singkat dengan Marquez
Quartararo tampak memahami bahwa persaingan dengan Marquez tidak hanya soal posisi di lintasan. Dalam kondisi sedang kesulitan, satu manuver sukses melawan nama besar seperti Marquez bisa memberi dampak mental yang besar bagi seorang pebalap.
Ia juga menilai bahwa momen tersebut membuktikan potensi dirinya masih berada di level tinggi. Bahkan ketika Marquez kembali unggul setelah beberapa lap, Quartararo mengaku tidak terlalu memikirkan hasil akhirnya karena ia sudah mendapat jawaban atas kapasitasnya sendiri.
“Setidaknya saya tahu di mana posisi potensi saya saat ini,” ujar Quartararo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia sedang membangun ulang rasa percaya diri sambil menunggu paket teknis Yamaha menjadi lebih kompetitif.
Performa yang memberi sinyal, bukan sekadar angka
Jika dibandingkan hasil balapan sebelumnya, capaian di Brasil memang lebih baik. Namun yang lebih penting bagi Quartararo adalah cara ia menjalani balapan dan kemampuan untuk bersaing pada fase awal melawan nama-nama besar di papan atas.
Situasi ini juga menegaskan bahwa pebalap Prancis tersebut masih punya daya saing, meski motor Yamaha belum memberinya alat yang ideal untuk mengejar hasil maksimal secara konsisten. Dengan kata lain, finis keenam di Goiania mungkin tidak masuk kategori luar biasa, tetapi duel singkat dengan Marquez memberi modal yang jauh lebih berharga bagi Quartararo di tengah masa sulit yang masih ia hadapi.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com








