Charge Rimau mulai banyak dibicarakan karena menawarkan tampilan besar dan klaim jarak tempuh hingga 200 km. Motor listrik ini diposisikan untuk kebutuhan komuter harian, termasuk penggunaan intensif seperti ojek online dan pengiriman barang.
Daya tarik utamanya ada pada kombinasi desain gagah, fitur modern, dan karakter berkendara yang halus. Namun, di balik spesifikasi yang menjanjikan, ada beberapa kekurangan yang perlu dicermati sebelum memutuskan membeli.
Desain dan Dimensi
Secara ukuran, Charge Rimau tergolong bongsor untuk kelas motor listrik. Dimensinya tercatat panjang 1.975 mm, lebar 720 mm, dan tinggi sekitar 1.132 mm, sehingga posturnya terlihat kokoh di jalan.
Rangka yang terekspos ikut memperkuat kesan tangguh. Bagian depan juga tampil bersih karena area tameng tidak dipenuhi dudukan pelat nomor seperti motor pada umumnya.
Sistem pencahayaan sudah memakai lampu ganda full LED. Konfigurasi ini menjadi nilai tambah untuk visibilitas saat malam sekaligus mendukung tampilan yang lebih sporty.
Meski begitu, kualitas finishing belum sepenuhnya rapi. Sejumlah bagian tepi plastik bodi disebut masih terasa tajam, sementara posisi pelat nomor di spakbor depan dinilai kurang lazim dan berpotensi mengganggu estetika.
Fitur dan Kepraktisan
Charge Rimau memakai panel instrumen digital berukuran ringkas. Informasi yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari kecepatan, odometer, trip meter, indikator baterai, suhu motor, hingga mode berkendara.
Motor ini menyediakan tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport. Ada pula fitur reverse yang memudahkan saat parkir, terutama karena bodinya cukup besar.
Pilihan sistem starter juga fleksibel. Pengguna bisa menyalakan motor lewat kunci manual, remote, atau push start.
Untuk pemakaian harian, tersedia USB charging port, hook barang, dan kompartemen kecil di bagian depan. Fitur-fitur ini membuat Rimau lebih relevan bagi pengguna yang butuh kendaraan praktis untuk mobilitas padat.
Performa dan Kaki-kaki
Di atas kertas, motor listrik ini dibekali tenaga 4 kW dengan torsi maksimum 171 Nm. Karakter akselerasinya disebut halus dan nyaman, terutama pada rentang 10 sampai 50 km/jam.
Namun, respons di kecepatan rendah dinilai belum seagresif yang diharapkan sebagian pengguna. Artinya, motor ini lebih menonjol dalam kenyamanan berkendara ketimbang sensasi hentakan awal.
Pada sektor kaki-kaki, Rimau menggunakan ban depan 100/80 dengan velg 16 inci. Bagian belakang memakai velg 14 inci dengan ban 110/80.
Pengereman depan sudah menggunakan cakram 240 mm dan didukung teknologi CBS untuk membantu distribusi pengereman. Suspensi depan mengandalkan teleskopik dengan travel 80 mm, sedangkan belakang memakai monoshock.
Setelan suspensinya cukup nyaman di aspal mulus. Saat bertemu jalan bergelombang, performanya disebut belum terlalu optimal sehingga kenyamanan bisa sedikit menurun.
Kelebihan dan Kekurangan Charge Rimau
-
Kelebihan:
- Desain besar dan gagah
- Klaim jarak tempuh hingga 200 km
- Lampu ganda full LED
- Panel digital informatif
- Ada mode Eco, Normal, Sport, serta reverse
- Fitur harian cukup lengkap
- Kekurangan:
- Finishing bodi belum rapi di beberapa bagian
- Posisi pelat nomor depan kurang ideal
- Respons awal di kecepatan rendah belum terlalu sigap
- Suspensi kurang meyakinkan di jalan bergelombang
Soal harga, Charge Rimau dipasarkan di kisaran Rp40 jutaan. Dengan banderol tersebut, motor ini menarik bagi konsumen yang mencari motor listrik berpenampilan besar, fitur praktis, dan jarak tempuh panjang, tetapi tetap perlu mempertimbangkan detail kualitas material serta karakter kenyamanan suspensinya.
