Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Airlangga Hartarto, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembinaan atlet nasional melalui pelatnas jangka panjang. Menurut dia, langkah ini menjadi fondasi penting untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di level dunia.
Dukungan itu sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pelatnas jangka panjang dengan pendanaan multiyears dan penguatan akademi olahraga. Bagi wushu, pola pembinaan seperti ini dinilai lebih sesuai karena prestasi tinggi tidak lahir secara cepat, melainkan melalui proses yang terukur dan berkelanjutan.
Pembinaan yang Tidak Bisa Instan
Airlangga menegaskan bahwa cabang olahraga wushu membutuhkan pembinaan yang panjang, terstruktur, dan dimulai sejak usia dini. Ia menilai, tanpa sistem yang konsisten, sulit bagi atlet untuk mencapai level dunia secara stabil.
“Prestasi tidak bisa dibangun secara instan, seorang atlet membutuhkan proses pembinaan yang panjang, terstruktur, dan dimulai dari usia dini untuk mencapai tingkat dunia,” ujarnya. Pernyataan itu menekankan bahwa jalur pembinaan yang berkesinambungan menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar pilihan.
Peran Pendanaan Multiyears
Skema pendanaan multiyears dinilai memberi ruang bagi pembinaan yang lebih pasti. Dengan dukungan tersebut, program latihan, pemantauan perkembangan atlet, dan pembinaan jangka panjang dapat berjalan tanpa terganggu perubahan anggaran yang terlalu pendek.
Airlangga menyebut dukungan pendanaan seperti ini tepat untuk memperkuat prestasi olahraga nasional. Ia juga menilai keberadaan akademi olahraga akan membuat proses pembinaan lebih sistematis dan dapat menjangkau atlet sejak awal.
Jejak Prestasi Wushu Indonesia
PBWI menilai wushu sudah membuktikan bahwa pembinaan yang baik bisa menghasilkan atlet kelas dunia. Nama Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo disebut sebagai contoh atlet yang dibina sejak muda dan kemudian mampu mengharumkan nama bangsa di ajang internasional, termasuk kejuaraan dunia.
Pengalaman itu menjadi dasar keyakinan bahwa pola serupa bisa melahirkan generasi baru yang lebih siap bersaing. Bagi PBWI, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa investasi pada proses panjang memberi hasil yang nyata bagi prestasi Indonesia.
Harapan untuk Generasi Juara
PBWI menilai pembinaan jangka panjang akan membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet muda yang konsisten berprestasi. Pola ini dianggap penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada hasil sesaat, tetapi membangun tradisi juara yang berkelanjutan.
Airlangga menegaskan kesiapan PBWI untuk ikut mendukung agenda besar itu. “Jadi kami PB Wushu Indonesia siap mendukung dan menjadi bagian dari upaya besar ini demi prestasi Indonesia yang semakin mendunia,” katanya.
