Permintaan stiker Panini resmi untuk Piala Dunia 2026 melonjak tajam di banyak negara dan membuat pasokan di sejumlah toko ritel mulai langka. Sejumlah pengiriman baru bahkan diperkirakan baru tiba setelah turnamen sepak bola itu berakhir, menandakan betapa cepatnya demam koleksi ini menyebar.
Lonjakan minat itu datang saat Piala Dunia 2026 bersiap menjadi edisi terbesar dalam sejarah. Untuk pertama kalinya, turnamen ini diikuti 48 negara peserta, dan kolektor harus mengumpulkan 980 stiker berbeda untuk melengkapi satu album penuh.
Stok cepat habis di toko ritel
Adam Martin, pemilik Dave & Adam’s Card World, mengaku tidak menyangka antusiasme publik akan sebesar itu saat ia membawa satu kotak stiker ke ajang Formula 1 pada Mei lalu. Menurut dia, ratusan orang dari berbagai latar langsung menanyakan ketersediaan barang tersebut.
Martin mengatakan tokonya harus berulang kali melakukan pengadaan ulang karena stok yang ada cepat habis. Ia juga menyebut pesanan yang dibuat beberapa bulan sebelumnya ternyata jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan nyata di pasar.
"Kami telah menjual stiker dalam jumlah yang luar biasa," kata Martin. Ia menambahkan bahwa tokonya sampai memesan ulang dua kali karena perputaran barang sangat tinggi.
Panini siapkan produksi besar
Di tengah lonjakan permintaan itu, Panini America mengonfirmasi telah memproduksi lebih dari 2 miliar bungkus stiker sebelum kompetisi dimulai. Setiap bungkus berisi tujuh lembar, sementara perusahaan itu juga aktif memantau peredaran varian stiker langka bermargin tinggi di pasar internasional.
Jason Howarth, Senior Vice President Marketing and Athlete Relations Panini America, mengatakan pihaknya melacak aktivitas 1 of 1 melalui media sosial. Panini juga menilai stiker khusus yang menampilkan bintang sepak bola punya peluang memecahkan rekor nilai jual tertinggi.
Howarth menyebut nama-nama seperti Neymar, Leo, dan Ronaldo sebagai figur yang dapat mengerek nilai koleksi itu. Menurut dia, edisi ini menjadi momentum sejarah yang besar bagi generasi emas para pemain tersebut.
Buru kelengkapan sampai berjam-jam
Popularitas album juga menarik perhatian kolektor baru, termasuk Sammi Kaewsawang, kreator konten asal Long Beach, California. Ia mengaku baru pertama kali ikut berburu kelengkapan koleksi dan bahkan membantu menyelesaikan album untuk keponakan tunangan.
Kaewsawang menghabiskan waktu hingga tujuh jam 47 menit untuk menyusun 980 stiker. Ia menilai nilai terpenting dari hobi ini justru ada pada interaksi sosial dengan sesama kolektor.
"Perdagangan stiker mempertemukan saya dengan penggemar dari segala usia," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut memberinya teman-teman baru, bukan hanya kepuasan menyelesaikan album.
Daya tarik nostalgia yang kuat
Bagi kolektor lain, hobi ini tetap memiliki ikatan emosional yang kuat sejak masa kecil. Matt Blazey dari Milton Keynes, Inggris, mengatakan tradisi mengumpulkan stiker sekitar 2 dollar AS per bungkus atau Rp 35.976 sudah lama mengakar dalam budaya Eropa dan Amerika Selatan.
Blazey menilai banyak orang dewasa kembali ke hobi ini karena ingin mengulang kenangan sekolah sambil memakai kemampuan finansial mereka saat ini. Ia menggambarkan kebiasaan menukar stiker, memamerkannya ke teman, dan melengkapi album sebagai bagian dari memori masa kecil yang sulit hilang.
Perubahan lisensi ikut jadi sorotan
Di tengah antusiasme itu, ada pula kekhawatiran soal masa depan lisensi merchandise resmi FIFA. Martin menegaskan hubungan bisnisnya tetap dijaga secara profesional, baik dengan Panini maupun Fanatics.
Ia juga menilai pemegang hak baru akan menghadapi tantangan besar untuk membangun kedekatan budaya yang sama kuatnya. Sementara itu, Blazey menyebut perpindahan hak produksi kartu dan stiker resmi ke Topps mulai Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai momen pahit.
Bagi sebagian kolektor, keputusan itu terasa seperti berakhirnya satu era yang sudah melekat sejak 1970-an. Di tengah stok yang menipis, perburuan stiker Panini untuk Piala Dunia 2026 justru makin mempertegas betapa kuatnya pengaruh koleksi ini di antara penggemar lama maupun pendatang baru.
