Mini Countryman SE ALL4 2026, Seru Dipakai Meski Jelas Bukan Pilihan Paling Masuk Akal

Author: Qoo Media

Mini Countryman SE ALL4 listrik tampil sebagai SUV yang sulit dijelaskan dengan logika biasa. Mobil ini cepat, penuh karakter, dan terasa sangat menyenangkan, tetapi juga membawa kompromi yang jelas pada jarak tempuh, kepraktisan, dan kecepatan pengisian.

Itulah yang membuat model ini menonjol di tengah pasar crossover dan SUV yang makin seragam. Mini justru mempertahankan identitas lama mereka lewat kabin yang teatrikal, fitur yang playful, dan sensasi berkendara yang lebih mengutamakan emosi daripada efisiensi.

Countryman sendiri bukan nama baru dalam jajaran Mini. Model ini sudah hadir selama 16 tahun dan kini memasuki generasi ketiga, dengan pilihan mesin pembakaran internal atau tenaga listrik penuh.

Di Australia, keluarga Countryman hadir dalam empat versi. Countryman C memakai mesin 1,5 liter turbo empat silinder dan dibanderol mulai AU$56,700, sementara Countryman E listrik bermotor tunggal dimulai dari AU$75,526.

Di atasnya ada JCW Countryman ALL4 bermesin 2,0 liter turbo dengan harga AU$78,652. Namun, unit yang diuji adalah Countryman SE ALL4, varian listrik dual-motor yang dibuka dari AU$80,737 dan mencapai AU$83,862 dalam trim Favoured.

Secara teknis, SE ALL4 membawa baterai 64,6 kWh dan dua motor listrik yang menghasilkan 230 kW atau 308 hp serta 494 Nm torsi. Mini mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,6 detik dan jarak tempuh 432 km.

Hasil pengujian menunjukkan angka yang lebih meyakinkan di sprint awal. Dengan alat ukur Dragy GPS, mobil ini mencatat 0-100 km/jam dalam 5,3 detik pada beberapa percobaan, sekaligus terasa sangat halus saat menyalurkan tenaga.

Karakter itu membuatnya cepat tanpa terasa liar. Penumpang juga tidak mudah merasa tersentak ketika pengemudi menekan pedal gas, sementara akselerasi menengah 60-120 km/jam tercatat 4,79 detik dan cukup kuat untuk menyalip dengan percaya diri.

Kabinnya Jadi Pusat Perhatian

Bagian interior adalah alasan utama Mini Countryman terasa berbeda. Di saat banyak pabrikan meninggalkan identitas desain lama, Mini justru membangun kabin yang premium sekaligus punya rasa bermain yang kuat.

Titik fokusnya adalah layar infotainment OLED berbentuk lingkaran di tengah dashboard. Layar itu tajam, berwarna kaya, dan menjalankan perangkat lunak yang dinilai sangat menyenangkan untuk digunakan.

Experience Modes mengubah warna layar dan menampilkan grafis khusus sesuai mode berkendara. Pengaturan AC berada di layar, tetapi masih mudah dipakai saat mobil berjalan, sementara Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel juga tersedia.

Sentuhan lain memperkuat kesan unik itu. Ada fabric biru di dashboard, ventilasi udara vertikal, toggle fisik di bawah layar, dan tombol start-stop yang dibuat menyerupai sensasi memutar kunci.

Rasa taktil juga muncul lewat detail kecil di setir, handle pintu vertikal, serta kompartemen tersembunyi di belakang cup holder. Trim Favoured menambahkan panoramic glass roof, kamera interior, kursi pengemudi pijat, dan sistem audio Harman Kardon 12 speaker.

Pencahayaan ambient juga dibuat lebih teatrikal dari kebanyakan mobil lain. Mini memakai proyektor kecil di panel pintu dan belakang layar tengah untuk menampilkan pola cahaya, bukan sekadar strip LED biasa.

Kenyamanan kabin tergolong baik karena jok memberi dukungan cukup besar. Namun, bantalan kursinya terasa agak firm, dan ruang kepala serta kaki di baris kedua terbatas untuk penumpang bertubuh di atas 6 kaki.

Bagasi belakang menyediakan 460 liter, angka yang solid untuk ukuran SUV kecil. Meski begitu, Countryman tetap bukan mobil yang menonjol karena kepraktisan semata.

Cepat, Cengkeramannya Kuat, Tapi Ada Batasnya

Di jalan, Countryman SE ALL4 menunjukkan alasan mengapa mobil ini sulit diabaikan. Walau tidak memakai badge JCW, performanya justru melampaui beberapa model John Cooper Works Mini lain.

Suspensinya memang terasa agak kaku dan mobil sedikit memantul di jalan yang jelek. Tetapi kombinasi setelan kaki-kaki dan ban Pirelli P Zero memberi grip besar, terutama saat melaju di jalan pegunungan.

Mode berkendara paling agresif disebut Go Kart Mode. Mode ini mempertajam respons throttle, menambah bobot setir, menghadirkan suara bergaya pesawat luar angkasa, serta menampilkan output tenaga dan torsi secara langsung.

Di sisi efisiensi, hasilnya cukup wajar untuk EV bertenaga besar, tetapi bukan yang terbaik di kelasnya. Selama pengujian, konsumsi rata-rata tercatat 17,2 kWh/100 km.

Masalah utamanya ada di baterai yang relatif kecil dan kemampuan isi ulang yang tertinggal. Dalam penggunaan nyata, sulit berharap jarak tempuh 400 km bisa dicapai, dan itu berarti pengguna yang tidak bisa mengisi daya di rumah akan lebih sering mampir ke stasiun pengisian.

Kecepatan pengisian DC puncaknya hanya 130 kW. Untuk mengisi dari 10 hingga 80 persen, Mini mencatat waktu 29 menit.

Dari sisi keselamatan, Countryman sudah dibekali fitur yang umum di mobil modern. Ada autonomous emergency braking, active cruise control dengan lane-centering, dan fitur parkir otomatis yang disebut bekerja sangat baik, terutama saat parkir paralel.

Pada akhirnya, Mini Countryman SE ALL4 adalah contoh mobil yang memang tidak masuk akal jika dilihat hanya dari sisi praktis. Namun justru di situlah daya tariknya, karena kabinnya yang kreatif, performanya yang cepat, dan karakternya yang ringan membuat SUV listrik ini terasa hidup di tengah pasar yang makin seragam.

Source: www.carscoops.com
Terbaru