Sony dan Honda resmi menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela melalui perusahaan patungan Sony Honda Mobility. Keputusan ini mencakup pembatalan Afeela 1, sedan listrik premium yang sebelumnya diposisikan sebagai simbol kolaborasi teknologi dua raksasa asal Jepang.
Langkah tersebut muncul setelah pembahasan internal dan perubahan strategi besar di kubu Honda. Pabrikan Jepang itu memang memangkas ambisi kendaraan listriknya dan membatalkan sejumlah model yang semula disiapkan untuk pasar Amerika Serikat.
Alasan proyek Afeela dihentikan
Sony Honda Mobility menyebut mereka tidak lagi memiliki jalur yang layak untuk membawa kendaraan itu ke pasar sesuai rencana awal. Kondisi itu membuat pengembangan Afeela 1 dan model kedua yang sedang disiapkan tidak lagi berlanjut.
Dampaknya tidak hanya terasa pada sedan Afeela 1, tetapi juga pada proyek SUV Afeela yang sebelumnya disebut akan menyusul beberapa tahun setelahnya. Situasi ini menandai berubahnya arah kerja sama yang semula diharapkan menjadi terobosan baru di segmen mobil listrik premium.
Berikut poin penting dari keputusan tersebut:
- Pengembangan dan peluncuran Afeela 1 dihentikan.
- Model kedua yang masih disiapkan juga dibatalkan.
- Rencana SUV Afeela ikut dihentikan.
- Dana konsumen yang sudah melakukan pemesanan awal akan dikembalikan.
- Sony Honda Mobility masih membuka diskusi untuk rencana bisnis berikutnya.
Afeela sempat jadi proyek andalan
Afeela 1 pertama kali muncul sebagai konsep pada CES 2023 dan kemudian versi produksinya dipamerkan pada CES 2025. Mobil ini dijadwalkan mulai diproduksi pada pertengahan 2026 dengan target pasar awal di California, Amerika Serikat.
Proyek ini sempat menarik perhatian karena membawa pendekatan yang jarang terlihat di industri otomotif. Sony menonjolkan sisi digital, perangkat lunak, dan pengalaman kabin, sementara Honda membawa basis manufaktur dan rekayasa kendaraan yang lebih matang.
Spesifikasi yang ditawarkan
Walau akhirnya batal, Afeela 1 sempat dipasangi spesifikasi yang cukup kompetitif di atas kertas. Mobil ini memakai motor ganda dengan tenaga lebih dari 400 hp dan jarak tempuh sekitar 300 mil atau kurang lebih 480 kilometer.
Namun, angka itu tampaknya belum cukup untuk memberi keunggulan yang kuat di pasar yang sudah padat pesaing. Di segmen premium, konsumen biasanya menuntut kombinasi desain, performa, efisiensi, perangkat lunak, serta ekosistem pengisian daya yang benar-benar solid.
Tekanan pasar listrik makin berat
Pembatalan Afeela menunjukkan bahwa pasar mobil listrik kini tidak hanya soal inovasi, tetapi juga ketahanan strategi bisnis. Banyak produsen besar menyesuaikan rencana karena biaya pengembangan yang tinggi, perubahan permintaan, dan perlambatan adopsi di beberapa pasar utama.
Honda tampak memilih fokus yang lebih realistis setelah meninjau kembali portofolio elektrifikasinya. Dalam konteks itu, Afeela menjadi salah satu proyek yang ikut terkena dampak langsung dari pengetatan prioritas investasi.
Apa artinya bagi konsumen
Sony Honda Mobility memastikan dana pemesanan awal akan dikembalikan kepada calon pembeli. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama karena Afeela sempat diposisikan sebagai produk masa depan yang sudah menarik minat sejak tahap awal.
Meski proyek kendaraan ini dihentikan, perusahaan belum menutup seluruh peluang kerja sama di masa depan. Diskusi bisnis masih akan berlanjut, tetapi arah barunya belum dijelaskan secara rinci dan akan sangat bergantung pada strategi masing-masing induk perusahaan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com