Geely EX5 Rebut Takhta C-SUV Listrik, Terjual Lebih Dari 1.600 Unit Di Awal 2026

Geely EX5 mencatat performa kuat di pasar kendaraan listrik Indonesia dan berhasil memimpin penjualan ritel segmen C-SUV pada awal tahun ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), SUV listrik tersebut terjual lebih dari 1.600 unit pada periode Januari-Februari dan menguasai pangsa pasar sekitar 26,5 persen di kelasnya.

Pencapaian itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap mobil listrik berukuran menengah di Indonesia terus tumbuh. Di saat pasar otomotif nasional menunjukkan tren positif, Geely juga mulai memperkuat posisinya lewat dua model andalan yang sama-sama menarik perhatian konsumen.

Geely EX5 Jadi Pemimpin di Segmen C-SUV

Geely Auto Indonesia menyebut EX5 sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan merek di Tanah Air. Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan penjualan ritel Geely menembus lebih dari 1.600 unit hingga Februari seiring momentum pasar otomotif yang membaik.

“Geely EX5 memimpin segmen C-SUV dengan pangsa pasar sekitar 26,5 persen,” ujar Herlijoso dalam keterangan resmi. Angka itu menempatkan EX5 sebagai salah satu model listrik paling kompetitif di kategori SUV listrik menengah.

Posisi tersebut penting karena segmen C-SUV kini menjadi salah satu pasar strategis. Konsumen di kelas ini biasanya mencari mobil dengan kabin lega, jarak tempuh memadai, dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan SUV kompak.

EX2 Ikut Dorong Angka Penjualan Geely

Selain EX5, Geely juga mendapat dorongan dari model EX2 yang masuk dua besar penjualan ritel di segmennya dalam dua bulan pertama tahun ini. Mobil listrik kompak itu disebut berkontribusi hampir 20 persen di pasar EV entry-level.

Berikut ringkasan pencapaian dua model utama Geely di Indonesia:

Model Capaian Penjualan Posisi Pasar
Geely EX5 Lebih dari 1.600 unit Peringkat pertama C-SUV
Geely EX2 Lebih dari 1.100 unit Dua besar segmen EV entry-level

Kontribusi EX2 menunjukkan bahwa Geely tidak hanya kuat di kelas menengah, tetapi juga mulai mendapat tempat di segmen mobil listrik yang lebih terjangkau. Kombinasi dua produk ini membuat Geely memperluas basis konsumen di pasar EV Indonesia.

Strategi Geely Perkuat Jaringan dan Layanan

Pencapaian penjualan tersebut datang di tengah upaya Geely memperkuat jaringan dan layanan purnajual di Indonesia. Perusahaan menilai pengalaman kepemilikan menjadi faktor penting untuk menjaga loyalitas konsumen mobil listrik.

Herlijoso menegaskan bahwa Geely akan terus memperluas jaringan serta meningkatkan layanan agar pelanggan mendapat pengalaman yang lebih optimal. Langkah ini relevan karena pembeli mobil listrik saat ini tidak hanya mempertimbangkan produk, tetapi juga ketersediaan layanan, dukungan teknis, dan kemudahan perawatan.

Dalam pasar yang terus berkembang, kualitas jaringan distribusi menjadi pembeda yang menentukan. Merek yang mampu menyediakan layanan yang jelas dan mudah diakses cenderung lebih cepat membangun kepercayaan konsumen.

Rencana Portofolio Geely di Indonesia

Geely tidak berhenti pada dua model listrik tersebut. Perusahaan juga berencana memperluas portofolio kendaraan di Indonesia dengan menghadirkan model bermesin bensin atau ICE serta SUV 7-seater.

Rencana itu menandakan strategi yang lebih luas dari Geely untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda. Di satu sisi, perusahaan tetap memanfaatkan momentum kendaraan listrik, sementara di sisi lain mulai menyiapkan lini produk yang lebih beragam untuk pasar Indonesia.

Langkah ekspansi ini juga menunjukkan bahwa persaingan di segmen SUV dan EV di Indonesia masih terbuka lebar. Dengan EX5 yang memimpin C-SUV dan EX2 yang ikut mencuri perhatian, Geely memiliki pijakan awal yang cukup kuat untuk memperbesar pangsa pasar pada sisa tahun ini.

Exit mobile version