BYD resmi mengoperasikan proyek penyimpanan baterai terbesar di Hungaria, dan proyek ini langsung menjadi penanda penting bagi ekspansi bisnis penyimpanan energi Tiongkok di Eropa. Sistem yang dipasok BYD untuk proyek milik Greenvolt Power itu berkapasitas 99,8 MW / 288,6 MWh dan kini sudah masuk tahap operasi.
Proyek ini mengandalkan MC Cube battery storage system milik BYD, salah satu produk inti perusahaan di bisnis penyimpanan energinya. Menurut BYD, sistem tersebut dirancang dengan keamanan tinggi, integrasi sangat rapat, dan respons cepat untuk kebutuhan seperti pengaturan frekuensi jaringan serta peak shaving.
Proyek skala besar untuk jaringan listrik Hungaria
Upacara commissioning digelar di lokasi proyek dan dihadiri oleh State Secretary for Energy Hungaria, András Tóth, bersama sejumlah pihak lain. Kehadiran pejabat energi setempat menegaskan bobot proyek ini bagi sistem kelistrikan nasional.
BYD menyebut proyek ini akan memperkuat kapasitas pengaturan jaringan listrik lokal dan meningkatkan keandalan pasokan daya. Perusahaan juga menilai proyek tersebut akan membantu Hungaria dan kawasan Eropa Tengah serta Timur dalam mengintegrasikan energi terbarukan dalam skala besar.
Dari sisi teknis, kapasitas 288,6 MWh membuat proyek ini masuk kelas utilitas dan relevan untuk skenario jaringan listrik berskala besar. Fungsi seperti penyeimbang beban dan stabilisasi jaringan menjadi semakin penting di tengah penetrasi energi terbarukan yang terus meningkat.
Langkah baru BYD di pasar Eropa
BYD Energy Storage menyampaikan bahwa bisnis penyimpanan energinya dimulai pada 2008 dan tumbuh berkat keahlian perusahaan di bidang baterai dan integrasi sistem. Perusahaan itu juga mengatakan telah mengirimkan berbagai proyek penyimpanan skala besar ke lebih dari 110 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Pengoperasian proyek di Hungaria menjadi langkah lain dalam pendalaman kehadiran BYD di pasar Eropa. Ini juga sejalan dengan dorongan yang lebih luas dari produsen baterai dan penyimpanan energi asal Tiongkok untuk memperbesar bisnis luar negeri mereka.
Selain di Hungaria, unit penyimpanan energi BYD pada bulan lalu menandatangani kerja sama strategis dengan Corvus Energy AS dari Norwegia. Kedua perusahaan berencana mengembangkan dan meluncurkan secara massal sistem baterai lithium iron phosphate atau LFP berkecepatan tinggi untuk sektor maritim.
Corvus Energy yang berbasis di Bergen dikenal sebagai pengembang sistem penyimpanan energi maritim terkemuka secara global. Perusahaan itu diklaim memegang lebih dari 50% pangsa pasar dunia dalam solusi nol emisi untuk sektor laut.
Persaingan global ikut menguat
Aktivitas BYD di luar negeri juga mencerminkan persaingan yang makin sengit di industri penyimpanan energi. Eve Energy, salah satu sesama pemain asal Tiongkok, bulan lalu menandatangani pesanan penyimpanan berkapasitas 8 GWh dengan GNEPL dari India.
Di sisi lain, Trina Storage, unit dari Trina Solar, juga terus memperluas pasar internasional. Perusahaan itu mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah menandatangani proyek penyimpanan tingkat jaringan berkapasitas 160 MWh di kawasan Kyushu, Jepang.
Trina Storage menyebut pengiriman peralatan untuk proyek tersebut dijadwalkan pada 2026, sedangkan penyambungan ke jaringan dan commissioning diharapkan terjadi pada 2027. Proyek itu akan memakai sistem penyimpanan Elementa 2 buatan internal Trina Storage, dengan kapasitas per unit hingga 5 MWh.
Di tengah ekspansi itu, operasi proyek Hungaria memberi BYD panggung baru untuk menunjukkan kekuatan teknologi baterai dan integrasi sistemnya di pasar utilitas Eropa. Bagi Hungaria, proyek ini menambah kapasitas penyimpanan yang dapat membantu jaringan listrik merespons perubahan pasokan dan permintaan dengan lebih stabil.
