Motor cruiser besar biasanya identik dengan mesin konvensional dan transmisi manual. Regal Raptor justru memilih jalan yang jauh lebih nyeleneh lewat DD1000C, cruiser 1.000 cc dengan mesin yang berakar dari ATV, penggerak poros, dan transmisi CVT.
Langkah itu membuat DD1000C langsung menonjol di tengah pasar cruiser yang umumnya konservatif. Kombinasi tersebut bukan hanya langka, tetapi juga mengubah cara motor besar ini dikendarai.
Mesin ATV yang dibawa ke cruiser
DD1000C memakai mesin V-twin 963 cc, yaitu konfigurasi dua silinder yang disusun membentuk sudut menyerupai huruf V. Mesin ini awalnya berasal dari ATV buatan CFMoto, meski dokumen terbaru mencatatnya diproduksi oleh Lifeng, pemilik merek Regal Raptor.
Cycle World menyebut DD1000C sebagai model kedua dalam keluarga DD1000 setelah DD1000A. Meski berbagi basis teknologi yang sama, model terbaru ini hadir dengan desain yang lebih proporsional dan lebih dekat ke bentuk cruiser pada umumnya.
Regal Raptor juga mempertahankan sistem penggerak poros atau shaft drive pada DD1000C. Mekanisme ini menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang lewat poros, bukan rantai seperti pada banyak sepeda motor lain.
Desain dibuat lebih masuk akal
Pendahulunya, DD1000A, sempat menarik perhatian karena tampil sangat ekstrem. Motor itu memakai tangki bahan bakar 10 galon atau sekitar 38 liter, lebih besar dari tangki BMW R 1300 GS Adventure.
DD1000A juga menggunakan pijakan kaki lebar atau floorboard berukuran besar yang berfungsi ganda sebagai pelindung saat motor jatuh. Pada DD1000C, Regal Raptor mengubah pendekatan itu dengan tangki yang lebih kecil dan bentuk yang lebih konvensional.
Hasilnya, proporsi motor terlihat lebih seimbang dibanding model sebelumnya. Perubahan ini membuat DD1000C tampak lebih dekat dengan bahasa desain cruiser yang lazim, meski tetap menyimpan karakter unik.
CVT jadi sorotan utama
Keunikan terbesar DD1000C ada pada transmisinya. Motor ini memakai continuously variable transmission atau CVT, transmisi otomatis dengan rasio gigi yang berubah terus-menerus tanpa perpindahan gigi seperti transmisi manual.
Teknologi ini umum dipakai pada skuter, ATV, atau mobil salju. Namun pada motor cruiser berkapasitas besar, CVT tergolong sangat jarang dan justru menjadi pembeda paling mencolok dari DD1000C.
Karena memakai kopling sentrifugal, pengendara hanya perlu mengoperasikan gas dan dua tuas rem di setang. Satu tuas mengontrol roda depan, sementara tuas lainnya untuk roda belakang.
Bobot berat, fitur penolong lengkap
DD1000C tetap memakai rangka baja tempa dengan jarak sumbu roda 69,5 inci atau sekitar 176,5 sentimeter. Suspensi depan upside-down milik DD1000A juga diganti dengan garpu teleskopik biasa agar tampilannya lebih klasik.
Bobot siap jalan motor ini turun sekitar 11 pon menjadi 772 pon atau sekitar 350 kilogram. Meski lebih ringan dari pendahulunya, angka itu masih tergolong sangat berat untuk motor bermesin dua silinder 1.000 cc.
Menurut Cycle World, Regal Raptor mengklaim DD1000C mampu melaju hingga 100 mil per jam atau sekitar 160 kilometer per jam. Mesin V-twin berbasis ATV itu tetap harus menggerakkan bobot yang sangat besar, sehingga klaim tersebut menjadi salah satu poin yang paling menarik perhatian.
Untuk membantu pengendara, transmisi DD1000C juga dilengkapi gigi mundur. Fitur ini terasa relevan mengingat bobot motor mencapai sekitar 350 kilogram.
Motor ini juga memiliki rem parkir yang kemungkinan diwarisi dari sistem penggerak ATV. Belum diketahui apakah ada posisi Park pada pemilih mode maju dan mundur.
Arah menuju pasar Amerika Serikat
Regal Raptor juga punya ambisi membawa seri DD1000 ke pasar Amerika Serikat. DD1000A telah memperoleh persetujuan dari Environmental Protection Agency atau EPA pada pertengahan 2025.
Versi model 2026 juga memperoleh persetujuan serupa pada Mei tahun ini. Persetujuan itu membuka peluang DD1000C untuk mengikuti jejak pendahulunya ketika masuk tahap produksi massal.
DD1000C jelas bukan cruiser untuk semua orang. Namun dengan mesin ATV, CVT, gigi mundur, dan ukuran yang besar, motor ini menawarkan paket yang sangat jarang ditemui di pasar sepeda motor saat ini.
