Sunroof Mobil Maung Prabowo Ternyata Dipasang 3 Hari Jelang Pelantikan, Ini Dampaknya

Author: Qoo Media

Sunroof pada mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan Presiden Prabowo Subianto ternyata bukan bagian dari rancangan awal. Fitur itu ditambahkan secara mendadak, hanya tiga hari menjelang pelantikan, agar presiden dapat menyapa masyarakat langsung saat kegiatan kenegaraan.

Fakta itu ikut menjelaskan mengapa kendaraan buatan PT Pindad tersebut sempat mengalami kebocoran di bagian atap pada masa awal pemakaian. PT Pindad menyatakan masalah itu sudah diperbaiki dan kendaraan kini kembali beroperasi optimal sesuai standar yang ditetapkan.

Perbincangan soal atap bocor muncul setelah Prabowo menceritakan pengalamannya sendiri saat berada di dalam mobil ketika hujan deras. Ia mengatakan sempat mendengar suara tetesan air dari atap hingga akhirnya menyadari ada kebocoran.

Prabowo juga mengungkap bahwa mobil itu pernah menimbulkan bunyi berisik saat melintasi jalur pegunungan. Meski begitu, ia tetap menggunakan kendaraan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari dukungan terhadap produk nasional.

Sunroof Ditambah Menjelang Pelantikan

PT Pindad menjelaskan, MV3 Garuda Limousine pada awalnya dikembangkan sebagai kendaraan dengan konfigurasi full armour tanpa fitur sunroof. Namun, mendekati pelantikan presiden, muncul kebutuhan untuk menambahkan bukaan atap tersebut.

Menurut penjelasan perusahaan, penambahan sunroof dilakukan agar Presiden RI bisa menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Keputusan itu membuat konfigurasi akhir kendaraan berbeda dari desain dasarnya.

Keterangan ini menjadi konteks penting di balik munculnya persoalan teknis di awal penggunaan. Karena fitur tersebut tidak masuk dalam desain awal, penyesuaian tambahan menjelang pemakaian bisa menjadi bagian dari tantangan teknis yang kemudian dievaluasi.

PT Pindad tidak membantah adanya masalah kebocoran itu. Perusahaan justru menegaskan bahwa kondisi tersebut memang terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan MV3 Garuda Limousine.

Atap Sempat Bocor Saat Hujan

Dalam cerita yang disampaikan Prabowo, kebocoran diketahui saat ia tidur di dalam mobil ketika hujan turun deras di luar. Ia mengaku terbangun setelah mendengar bunyi tetesan air dan kemudian mengetahui bahwa atap mobil bocor.

Setelah menerima masukan itu, kendaraan dikembalikan untuk diperiksa. Prabowo menyebut mobil tersebut merupakan buatan Pindad dan meminta agar masalah kebocoran itu diperbaiki.

Selain kebocoran, ia juga menyinggung adanya bunyi “gledak gledak” saat mobil dipakai naik gunung. Pernyataan itu menunjukkan bahwa evaluasi pada kendaraan tidak hanya menyangkut atap, tetapi juga kenyamanan dan respons saat melintasi medan tertentu.

Komentar tersebut kemudian direspons oleh PT Pindad sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk. Perusahaan menilai masukan dari presiden dan pengguna sebagai bahan evaluasi penting untuk pengembangan berikutnya.

Pindad Klaim Sudah Tuntas Diperbaiki

Lewat pernyataan yang diunggah di akun Instagram resminya pada Jumat (12/6/2026), PT Pindad menyebut tim teknis segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh. Perusahaan mengatakan langkah itu dilakukan secara tepat dan cepat.

Pindad mengeklaim hasil perbaikan membuat kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal. Dengan kata lain, persoalan kebocoran yang sempat disorot itu disebut sudah tidak lagi menjadi kendala.

Penjelasan resmi dari perusahaan sekaligus memperlihatkan bahwa kendaraan kepresidenan tersebut masih terus melalui tahap penyempurnaan setelah digunakan. Hal itu juga menunjukkan proses pengembangan produk strategis nasional tidak berhenti setelah unit dipakai secara resmi.

Pindad menekankan bahwa semangat continuous improvement menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Fokus itu disebut sejalan dengan upaya menghadirkan karya terbaik bagi bangsa dan negara melalui inovasi serta pengembangan teknologi berkelanjutan.

Masukan Pengguna Jadi Bahan Evaluasi

Pindad menyatakan umpan balik dari Presiden Prabowo dan pengguna lain merupakan masukan yang berharga. Evaluasi dari pemakaian langsung dinilai membantu perusahaan untuk melakukan penyempurnaan pada produk-produk yang dikembangkan.

Dalam konteks Maung MV3 Garuda Limousine, masukan itu menjadi penting karena kendaraan tersebut digunakan untuk kebutuhan strategis dan kenegaraan. Karena itu, setiap kendala teknis yang muncul pada fase awal menjadi bagian dari proses perbaikan yang harus ditangani cepat.

Kisah sunroof yang ditambahkan mendadak lalu memicu masalah atap bocor membuat sorotan terhadap mobil ini semakin besar. Di sisi lain, penjelasan Pindad menegaskan bahwa modifikasi tersebut dilakukan untuk kebutuhan khusus, yakni memberi ruang bagi presiden menyapa warga secara langsung dari atas kendaraan.

Sorotan pada fitur itu juga tidak lepas dari kemunculan Maung Garuda saat Prabowo menyapa masyarakat dari sunroof kendaraan tersebut. Dari situ, sunroof bukan sekadar elemen desain, tetapi bagian dari fungsi simbolik dan protokoler yang kemudian ikut membentuk konfigurasi akhir mobil kepresidenan itu.

Source: oto.detik.com
Terbaru