Kemacetan di gerbang tol saat arus mudik Lebaran tidak hanya dipicu volume kendaraan yang tinggi, tetapi juga perilaku pengemudi yang belum memastikan saldo e-toll mencukupi. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sekitar 21 ribu kendaraan sempat terkendala saldo kurang di Gerbang Tol Kalikangkung, Tol Batang-Semarang, sejak awal musim mudik.
Data itu setara dengan 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang melintas di gerbang tol tersebut pada periode yang sama. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menegaskan, saldo yang kurang memaksa pengendara berhenti untuk top up di dekat gerbang, sehingga waktu transaksi melambat dan antrean mengular.
Saldo Kurang, Transaksi Melambat
Masalah saldo e-toll yang tidak cukup sering terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa besar di jalur mudik dengan lalu lintas padat. Saat satu kendaraan tertahan, arus di belakangnya ikut melambat dan efeknya bisa menjalar ke beberapa lajur sekaligus.
Rivan menjelaskan bahwa aktivitas isi ulang di depan gerbang tol memicu penundaan yang signifikan. Kondisi ini memperpanjang waktu transaksi, terutama ketika banyak kendaraan mengalami masalah serupa secara bersamaan.
Tarif Tol Trans Jawa yang Perlu Dicek Lagi
Agar perjalanan lebih lancar, pengemudi disarankan mengecek saldo sekaligus memastikan tarif tol tujuan sudah dihitung sejak awal. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip dari akun Instagram resminya, tarif tol dari Jakarta ke sejumlah kota besar di jalur Trans Jawa berada di kisaran ratusan ribu rupiah hingga mendekati satu juta rupiah.
Berikut ringkasan tarif tol yang perlu dipersiapkan:
| Rute | Tarif |
|---|---|
| Jakarta-Semarang | Rp 473.500 |
| Jakarta-Surabaya | Rp 935.000 |
| Jakarta-Palembang | Rp 626.000 |
Untuk rute Jakarta-Semarang, tarif Rp 473.500 sudah termasuk ruas Jakarta-Cikampek dan Semarang ABC. Sementara itu, perjalanan Jakarta-Surabaya sampai GT Warugunung dikenakan Rp 935.000, dan Jakarta-Palembang mencapai Rp 626.000 untuk golongan I, termasuk ruas Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak.
Saran Saldo Minimal Agar Aman di Jalan
BPJT menyarankan saldo kartu uang elektronik disiapkan lebih tinggi dari tarif dasar agar perjalanan tidak terganggu. Rekomendasinya, pengemudi yang menuju Semarang menyiapkan minimal Rp 550 ribu, sedangkan tujuan Surabaya disarankan membawa saldo Rp 975 ribu.
Untuk rute Jakarta-Palembang, saldo minimal yang disarankan adalah Rp 675 ribu. Jasa Marga juga mengingatkan agar pengguna jalan menambah cadangan sekitar Rp 100 ribu untuk berjaga-jaga bila ada kebutuhan tak terduga di perjalanan.
Mengapa Saldo Cadangan Penting Saat Mudik
Mudik jarak jauh sering membuat pengemudi fokus pada waktu tempuh, rest area, dan kepadatan arus lalu lintas. Dalam situasi seperti itu, saldo e-toll kerap luput dicek, padahal transaksi di gerbang tol menuntut kesiapan penuh dari setiap kendaraan.
Agar tidak menjadi sumber kemacetan, pengemudi disarankan melakukan pengecekan saldo jauh sebelum masuk tol dan tidak menunggu sampai mendekati gerbang. Pengisian saldo lebih awal lewat aplikasi perbankan atau kanal resmi top up juga dapat mengurangi risiko antre panjang di lokasi transaksi.
Langkah Praktis Sebelum Masuk Tol
- Cek saldo kartu uang elektronik sebelum berangkat.
- Pastikan saldo sesuai dengan tarif rute yang dilalui.
- Tambahkan cadangan sekitar Rp 100 ribu.
- Hindari top up di area gerbang tol saat lalu lintas padat.
- Siapkan kartu dan perangkat pembayaran sejak mendekati pintu tol.
Dengan persiapan yang tepat, arus mudik bisa bergerak lebih lancar dan risiko antrean akibat saldo kurang dapat ditekan. Pemeriksaan saldo dan tarif sejak awal menjadi langkah sederhana yang membantu menjaga kelancaran di jaringan Tol Trans Jawa, terutama saat volume kendaraan sedang tinggi.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com