Bentley Barnato Belum Tunjukkan Wajahnya, Kami Bongkar Sosok SUV Listrik Itu

Bentley sedang menyiapkan SUV kedua yang akan mengisi posisi di bawah Bentayga, tetapi kali ini dengan pendekatan yang berbeda. Model tersebut diperkirakan menjadi SUV listrik murni, menandai langkah penting Bentley untuk memperluas jajaran kendaraan bertenaga baterai di segmen mewah.

Prototipe berkamuflase sudah tertangkap kamera saat uji jalan di kondisi dingin. Karena Bentley belum memperlihatkan wajah resmi mobil ini, render digital dari Carscoops memberi gambaran awal tentang arah desain SUV yang disebut-sebut memakai nama Barnato.

Nama Barnato Mulai Menguat

Nama ini disebut lebih mungkin dipakai ketimbang Mayon, yang sebelumnya muncul dalam berkas merek dagang di European Union Intellectual Property Office. Barnato dinilai lebih kuat secara historis karena merujuk pada Woolf Barnato, pemenang Le Mans sekaligus mantan pemilik Bentley.

Nama tersebut juga sejalan dengan tradisi Bentley yang kerap memakai identitas dengan nuansa warisan merek yang kental. Dalam konteks pasar mewah, penamaan seperti ini penting karena ikut membentuk persepsi eksklusivitas sejak mobil belum resmi diluncurkan.

Desain Lebih Ramping dari Bentayga

Render yang dibuat berdasarkan prototipe memperlihatkan SUV ini tampil lebih ramping, lebih pendek secara visual, dan lebih atletis dari Bentayga. Bentley juga tampak mengambil inspirasi dari konsep EXP 15 yang lebih futuristis, terutama pada proporsi bodi dan pendekatan desain depan.

Bagian muka mengusung interpretasi tertutup dari gril matriks khas Bentley, sebuah petunjuk kuat bahwa model ini listrik. Lampu depan memakai empat elemen pencahayaan terpisah, dipadu lampu siang hari horizontal yang memanjang ke fender depan.

Elemen Desain Utama yang Terlihat

  1. Gril tertutup dengan tema matriks Bentley
  2. Empat elemen lampu utama di depan
  3. DRL horizontal yang menyatu ke fender
  4. Intake bawah lebar untuk pendinginan dan aerodinamika
  5. Fasad samping lebih sporty dengan jendela tanpa bingkai
  6. Lampu belakang LED tipis bergaya jewel-like

Dari samping, garis bahu yang cekung membuat siluetnya terlihat tegas. Fender belakang yang berotot dan jendela tanpa bingkai memberi kesan lebih sporty dibanding Bentayga yang selama ini dikenal lebih konservatif.

Kabin Digital, tapi Tetap Mewah

Bagian interior belum terlihat sepenuhnya, namun Bentley disebut menggabungkan kerajinan tradisional dengan sistem digital modern. Di tengah kabin akan ada layar OLED melengkung yang menyatu ke konsol tengah, mirip pendekatan yang juga mulai populer di SUV listrik premium seperti Porsche Cayenne Electric.

Sistemnya memakai Android Automotive OS, didukung prosesor yang lebih cepat, kontrol suara berbasis AI, dan akses aplikasi unduhan. Ada juga model 3D digital Barnato yang tertanam di sistem infotainment untuk mengatur sejumlah fungsi kendaraan secara langsung.

Selain itu, SUV ini diperkirakan membawa kluster instrumen OLED dengan tampilan 3D, head-up display augmented reality, dan fitur digital key. Setir tiga palang baru memakai tombol fisik dan roda gulir bertekstur, sementara konfigurasi kursi kemungkinan tersedia dalam format empat dan lima tempat duduk.

Platform dan Performa

Barnato akan menggunakan arsitektur Premium Platform Electric atau PPE milik VW Group, yang juga dipakai pada Cayenne Electric. Kapasitas baterainya diperkirakan mencapai 113 kWh, dengan kemampuan menambah jarak tempuh 100 mil atau 160 km dalam waktu kurang dari tujuh menit.

Untuk tenaga, Bentley belum memberi angka resmi, tetapi referensi dari Porsche listrik menunjukkan rentang output bisa mulai dari 402 hp hingga lebih dari 1140 hp pada varian tertinggi. Hampir semua varian diperkirakan memakai penggerak semua roda dual-motor, dengan motor belakang berpendingin oli langsung agar performa tetap stabil saat berkendara cepat.

Lawan Berat di Segmen SUV Mewah

SUV ini jelas tidak akan bermain di kelas biasa. Barnato disiapkan untuk menghadapi Mercedes-Maybach EQS SUV, Rolls-Royce Cullinan, Lotus Eletre, Lamborghini Urus, Aston Martin DBX, Ferrari Purosangue dan Luce, serta Range Rover SV.

Di kelas seperti ini, performa, kemewahan, software, dan kemampuan pengisian daya menjadi faktor penentu. Karena itu, Porsche listrik akan menjadi acuan teknis utama bagi Bentley dalam mengejar keseimbangan antara jarak tempuh, kecepatan isi ulang, dan karakter berkendara mewah yang tetap khas Inggris.

Bentley belum mengumumkan bentuk final Barnato, tetapi perkembangan prototipe dan render digital sudah memberi gambaran bahwa SUV ini akan tampil lebih modern, lebih aerodinamis, dan lebih agresif dari Bentayga. Jika spesifikasi teknisnya sesuai ekspektasi, Barnato berpotensi menjadi salah satu model paling penting Bentley saat transisi penuh ke era elektrifikasi.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button