Ford kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan recall besar yang mencakup 262.300 unit kendaraan di Amerika Serikat. Penarikan ini menambah daftar panjang masalah kualitas yang dihadapi pabrikan asal AS tersebut dan berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen.
Masalah utama berpusat pada kendaraan yang kehilangan fungsi fitur keselamatan penting saat modul pemrosesan gambar mengalami reset. Dalam kondisi tertentu, kamera belakang, sistem pencegah tabrakan, lane keeping assist, hingga blind spot monitoring dapat berhenti bekerja, sehingga risiko berkendara ikut meningkat.
Recall terbesar menyangkut ratusan ribu unit SUV mewah dan SUV keluarga
Recall paling besar mencakup 254.640 unit kendaraan, termasuk Lincoln Navigator produksi 2022–2025, Lincoln Nautilus 2024–2025, Lincoln Aviator, serta Ford Explorer 2025. Ford menjelaskan bahwa gangguan muncul pada modul pemrosesan gambar yang bisa berubah tidak stabil saat menerima beban kerja tinggi.
National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA menyebut masalah ini terjadi ketika sistem harus melacak banyak objek di jalan, terutama di lalu lintas padat. Kondisi itu memicu reset berulang yang membuat fungsi keselamatan hilang secara terus-menerus.
Ford sebelumnya sudah menemukan indikasi gangguan ini pada 2025 dan sempat menilai risikonya tidak terlalu serius. Namun setelah berkoordinasi dengan regulator keselamatan di AS, perusahaan akhirnya setuju melakukan recall karena potensi dampaknya terhadap keselamatan dinilai tidak bisa diabaikan.
Perbaikan dilakukan lewat dealer dan pembaruan OTA
Ford menyatakan perbaikan untuk unit yang terdampak akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak pada modul terkait. Proses itu bisa dilakukan di dealer maupun lewat over-the-air atau OTA, sehingga sebagian pemilik kendaraan tidak perlu datang langsung jika sistem mobil memungkinkan pembaruan jarak jauh.
Langkah ini menjadi penting karena gangguan yang terjadi bersifat berulang dan dapat membuat pengemudi kehilangan bantuan visual maupun peringatan keselamatan saat berkendara. Dalam kendaraan modern, kegagalan sistem semacam ini dianggap serius karena banyak fitur dasar kini bergantung pada perangkat lunak.
Tiga recall lain ikut menambah tekanan pada Ford
Selain recall utama itu, Ford juga menarik 7.105 unit truk Seri F yang sebelumnya telah diperbaiki tetapi ternyata memakai perangkat lunak yang tidak tepat. Model yang terdampak meliputi F-250, F-350, F-450, F-550 produksi 2020–2022, F-600 produksi 2021–2022, serta F-750 produksi 2022.
Kasus tersebut merupakan lanjutan dari recall sebelumnya yang mencakup 295.449 kendaraan terkait endapan biodiesel pada pompa bahan bakar bertekanan tinggi. Ford menyebut pembaruan perangkat lunak sebenarnya dimaksudkan untuk memperbaiki pendinginan dan mencegah endapan, tetapi implementasinya keliru pada sebagian unit.
Tidak berhenti di situ, recall ketiga menyasar 561 unit Ford Explorer dan Lincoln Aviator model 2020–2026. Masalahnya terletak pada baut sabuk pengaman baris kedua yang berpotensi tidak terpasang dengan benar, sehingga menimbulkan risiko tambahan bagi penumpang.
Daftar model Ford yang terdampak recall
- Lincoln Navigator 2022–2025
- Lincoln Nautilus 2024–2025
- Lincoln Aviator 2020–2026
- Ford Explorer 2025 dan 2020–2026
- F-250, F-350, F-450, F-550 2020–2022
- F-600 2021–2022
- F-750 2022
Untuk kasus sabuk pengaman, dealer akan memeriksa, mengencangkan, atau mengganti komponen yang bermasalah. Totalnya, Ford menghadapi serangkaian recall yang menyoroti tantangan besar pada kualitas produksi, perangkat lunak kendaraan, dan sistem keselamatan di era mobil yang semakin terhubung.
Carscoops mencatat total recall Ford sepanjang tahun ini telah mencapai 24 kasus, atau sekitar tiga kali lebih banyak dibanding beberapa pabrikan besar lain di pasar AS seperti General Motors, Stellantis, Kia, Nissan, Volkswagen, dan Volvo. Angka itu membuat Ford berada di bawah tekanan besar untuk memulihkan reputasi dan memastikan kendaraan yang beredar benar-benar aman digunakan.







