Ibu Ini Sudah Memperingatkan Hyundai, Kursi Palisade Ternyata Benar-Benar Mematikan

Seorang ibu di California mengaku sudah lebih dulu memperingatkan Hyundai soal perilaku kursi elektrik pada Palisade yang dinilai berbahaya, jauh sebelum insiden fatal yang menewaskan seorang balita di Ohio. Kasus ini kini memicu sorotan baru terhadap desain dan sistem pengamanan kursi listrik di SUV keluarga, terutama karena keluhan awal disebut sempat diabaikan setelah pemeriksaan internal menyatakan komponen bekerja normal.

Ashley Groussman mengatakan masalah itu muncul pada hari pertama dirinya memakai Hyundai Palisade pada Agustus lalu. Saat ia menjemput anaknya, seorang penumpang di baris ketiga tanpa sengaja menekan tombol kursi, lalu kursi baris kedua melipat ke depan dan menimpa anaknya tanpa berhenti.

“Dia mulai menjerit, dan saya berbalik lalu benar-benar menariknya ke tempat aman,” kata Groussman kepada News 5 Cleveland. Setelah kejadian itu, ia menghubungi Hyundai berkali-kali dan menegaskan bahwa kendaraan tersebut punya risiko serius bagi penumpang.

Keluhan yang Dianggap Urgent

Dalam pesan yang dikirim pada September, Groussman menyebut persoalan itu sebagai kondisi yang “urgent” karena langsung menyangkut keselamatan penumpang. Ia juga membawa keluhan tersebut ke ruang publik melalui media sosial dengan menyatakan kursi tetap bergerak meski ada orang yang menempatinya.

Hyundai kemudian memeriksa Palisade miliknya, yang disebut sebagai MY26 Palisade, tetapi perusahaan menutup kasus itu setelah menyatakan sistem bekerja sesuai rancangan. Langkah tersebut tidak mengubah kekhawatiran Groussman, karena ia menilai bahaya yang ia lihat di mobilnya sangat nyata dan bisa menimpa keluarga lain.

Tragedi di Ohio Mengubah Segalanya

Sekitar enam bulan kemudian, kekhawatiran itu berubah menjadi tragedi di Akron, Ohio. Seorang anak perempuan berusia dua tahun meninggal setelah terjepit kursi elektrik di dalam Palisade yang sedang terparkir, menurut polisi setempat.

Letnan Michael Murphy mengatakan kepada News 5 Cleveland bahwa ada upaya untuk melepaskan kursi, tetapi prosesnya memakan waktu sangat lama. Kondisi itu membuat korban tidak tertolong, dan peristiwa tersebut langsung menguatkan kembali peringatan yang sebelumnya sudah disampaikan Groussman.

Ia mengatakan kabar itu membuat dirinya sangat terpukul. “Hati saya langsung jatuh. Saya sangat berduka untuk keluarga ini,” ujarnya kepada media tersebut.

Langkah Hyundai Setelah Sorotan Publik

Setelah insiden itu dan setelah media mulai mempertanyakan masalah keselamatan kursi, Hyundai menghentikan penjualan beberapa varian 2026 Palisade. Perusahaan juga mengumumkan penarikan kembali sekitar 68.500 kendaraan di Amerika Serikat dan Kanada karena kursi baris belakang bertenaga dinilai dapat menjepit penumpang.

Sebagai respons awal, Hyundai menyiapkan pembaruan perangkat lunak sementara untuk membantu sistem mengenali kontak dengan lebih baik. Namun perbaikan permanen masih dalam pengembangan, sehingga solusi final untuk masalah ini belum diumumkan secara penuh.

Berikut ringkasan poin penting dari kasus ini:

  1. Keluhan awal datang dari pemilik Palisade di California yang hampir melihat anaknya terluka.
  2. Hyundai sempat menutup kasus setelah inspeksi menyatakan sistem berfungsi normal.
  3. Seorang balita di Ohio kemudian tewas setelah terjepit kursi elektrik Palisade.
  4. Hyundai menghentikan penjualan sejumlah trim 2026 Palisade.
  5. Sekitar 68.500 unit ditarik kembali di AS dan Kanada.
  6. Hyundai menyiapkan pembaruan software sementara sambil mengembangkan perbaikan permanen.

Sorotan pada Risiko Kursi Bertenaga

Kasus ini menambah tekanan pada produsen otomotif untuk memastikan fitur kenyamanan tidak berubah menjadi sumber bahaya, terutama pada kendaraan keluarga. Kursi elektrik yang bisa bergerak cepat memang memudahkan pengaturan kabin, tetapi tanpa sistem deteksi yang cukup sensitif, fitur tersebut berpotensi menciptakan risiko serius bagi anak-anak.

Hyundai disebut telah mengakui bahwa sebagian pelanggan menyampaikan kekhawatiran soal pengoperasian kursi, meski perusahaan tidak mengomentari kasus individual. Di tengah penarikan kembali dan penghentian sementara penjualan, perhatian kini tertuju pada apakah pembaruan perangkat lunak dapat cukup efektif sebelum solusi permanen tersedia untuk mencegah insiden serupa.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button