Xpander 1.6 HEV Facelift 2026 Resmi Meluncur, Harganya Lebih Mahal Dari Veloz Hybrid

Mitsubishi Xpander 1.6 HEV facelift 2026 resmi tampil di ajang Bangkok Motor Show 2026 setelah sempat diperkenalkan secara global pada penghujung tahun lalu. Mobil keluarga andalan Mitsubishi ini membawa penyegaran ringan, tetapi banderolnya justru menarik perhatian karena berada di atas Toyota Veloz Hybrid Q Modellista TSS.

Di Thailand, Mitsubishi memasarkan Xpander HEV dengan harga 939.000 baht atau sekitar Rp485,5 juta. Harga itu sudah termasuk paket perawatan lima tahun, sehingga posisi Xpander hybrid ini langsung masuk radar konsumen yang mencari LMPV elektrifikasi dengan fitur lengkap, meski dengan nilai jual yang tidak lagi bisa dibilang murah.

Desain Tetap Familiar, Sentuhan Hybrid Lebih Tegas

Secara visual, Xpander HEV facelift tidak berubah drastis dari model bensin yang sudah beredar di Indonesia. Bahasa desain Dynamic Shield tetap dipertahankan, lalu pembeda utamanya hadir lewat emblem hybrid dan mika lampu belakang bening yang membuat tampilannya terasa lebih segar.

Karakter sporty dan modern masih menjadi daya tarik utama. Mitsubishi tampaknya memilih pendekatan evolusi, bukan revolusi, agar Xpander HEV tetap mudah dikenali oleh pasar yang sudah akrab dengan model Xpander konvensional.

Fitur Teknis Ditingkatkan

Penyegaran pada Xpander HEV tidak hanya berhenti di sisi tampilan. Mitsubishi juga menyematkan pembaruan teknis yang membuat mobil ini lebih siap dipakai harian di berbagai kondisi jalan.

Perubahan penting yang diumumkan antara lain adalah penggunaan cakram di keempat roda. Selain itu, suspensi juga disetel ulang agar memberi rasa berkendara yang lebih nyaman dan stabil.

Berikut sejumlah pembaruan utama yang disorot pada Xpander HEV facelift:

  1. Rem cakram di keempat roda.
  2. Suspensi dengan setelan baru.
  3. Tujuh mode berkendara.
  4. Fitur Active Yaw Control tetap dipertahankan.
  5. Sistem hybrid tetap mengutamakan efisiensi dan kestabilan.

Mode berkendaranya juga sangat beragam, yaitu Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud. Kehadiran mode ini menunjukkan bahwa Mitsubishi ingin Xpander HEV fleksibel untuk penggunaan perkotaan maupun medan yang lebih menantang.

Performa Hybrid Masih Mengandalkan Mesin 1,6 Liter

Di balik kap mesin, Xpander HEV masih memakai mesin 1,6 liter bensin MIVEC. Mesin itu menghasilkan 95 hp atau 96 PS dengan torsi 134 Nm, lalu dibantu motor listrik sehingga total output naik menjadi 116 hp atau 117 PS dengan torsi puncak 255 Nm.

Tenaga disalurkan ke roda depan atau FWD. Baterainya ditempatkan di bawah jok penumpang depan kiri, dan Mitsubishi menyebut posisi ini tidak mengganggu ruang kabin maupun kenyamanan penumpang.

Kabinnya Lengkap untuk Kelas LMPV

Masuk ke interior, Xpander HEV tampil modern dan fungsional. Mobil ini sudah dibekali panel instrumen digital, layar hiburan 10 inci, serta konektivitas nirkabel Apple CarPlay dan Android Auto.

Fitur kenyamanan dan kepraktisan lain juga cukup banyak, termasuk:

  1. Kamera 360 derajat.
  2. Electric parking brake dengan auto hold.
  3. Port USB hingga baris ketiga.
  4. AC digital dengan mode Max Cool.
  5. Ventilasi udara untuk penumpang belakang.
  6. Beragam kompartemen penyimpanan.

Kombinasi fitur tersebut membuat Xpander HEV terasa siap bersaing di pasar keluarga modern, terutama bagi konsumen yang menginginkan kabin praktis dan teknologi yang sudah mengikuti tren.

Sudah Punya ADAS, Namun Masih Dasar

Mitsubishi turut membekali Xpander HEV dengan sistem bantuan berkendara Diamond Sense. Namun, isi paketnya masih tergolong terbatas jika dibandingkan beberapa rival yang mulai menawarkan fitur lebih lengkap.

Fitur yang tersedia mencakup Blind Spot Warning dengan Lane Change Assist, Rear Cross Traffic Alert, dan Lane Departure Warning. Sayangnya, fitur seperti Adaptive Cruise Control dan autonomous emergency braking belum tersedia, padahal keduanya mulai umum di kelas serupa.

Untuk aspek keselamatan, mobil ini sudah didukung Active Stability Control, Traction Control, Hill Start Assist, Emergency Stop Signal, enam airbag, dan struktur bodi dengan perlindungan pejalan kaki. Ground clearance 220 mm juga tetap dipertahankan untuk menghadapi kondisi jalan khas Asia Tenggara.

Harga Jadi Tantangan Utama di Indonesia

Di tengah spesifikasi yang cukup menarik, peluang Xpander HEV masuk Indonesia tetap bergantung pada strategi harga. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memang sudah memberi sinyal bahwa teknologi hybrid siap dibawa, tetapi belum ada kepastian soal waktu peluncuran.

Dengan harga di Thailand yang mencapai Rp485,5 juta, posisi Xpander HEV berpotensi sulit bersaing jika masuk ke segmen LMPV Tanah Air. Selain berbenturan dengan rival langsung seperti Toyota Veloz Hybrid, model ini juga bisa bersinggungan dengan lini produk Mitsubishi sendiri, sehingga keputusan peluncurannya perlu dihitung sangat cermat.

Source: www.zigwheels.co.id
Exit mobile version