Dealer Toyota Masih Tahan Harga, Tapi Sinyal Naiknya Bisa Datang Lebih Cepat

Dealer Toyota di jaringan Auto2000 masih berupaya menahan harga di tengah rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Bagi konsumen, kondisi ini memberi jeda sebelum penyesuaian harga kendaraan dan layanan purna jual benar-benar terasa di pasar.

Tekanan kurs memang kembali mencuri perhatian industri otomotif nasional. Pada perdagangan Kamis sore, rupiah ditutup melemah 0,46 persen menjadi 18.049 per dolar AS dari sebelumnya 17.966 per dolar AS.

Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan penyesuaian harga di jaringannya masih dilakukan dengan sangat hati-hati. Ia menegaskan perusahaan tidak bisa langsung menaikkan harga hanya karena dolar bergerak naik.

“Pada saat ini harga-harga produk ini masih coba di-maintain semaksimal mungkin, karena kita tahu kita tidak bisa menerapkan satu strategi pricing yang serta-merta kenaikan dolar berapa lalu harga naik jadi berapa,” ujarnya. Menurut Anton, setiap segmen konsumen punya daya serap yang berbeda sehingga strategi harga harus disesuaikan.

Harga belum dipukul serentak

Auto2000 melihat portofolio produk Toyota di Indonesia sangat beragam, dari lini GR yang mencakup model entry-level seperti Agya hingga model performa tinggi di kelas atas. Karena itu, perusahaan tidak memukul rata semua produk dengan pola kenaikan yang sama.

Anton menyebut penyesuaian dilakukan sesuai segmen dan potensi penerimaan konsumen. Ia menilai ada produk yang masih bisa diterima pasar, sementara ada juga yang perlu dijaga agar tidak terlalu cepat berubah.

Di sisi lain, tekanan biaya tidak hanya datang dari kurs. Faktor eksternal seperti geopolitik dan kenaikan harga bahan baku plastik juga ikut membebani industri.

Meski begitu, harga oli dan suku cadang Toyota sejauh ini belum mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Anton menyebut dampaknya belum sebesar lonjakan yang ditimbulkan pelemahan dolar.

“Untuk Toyota saat ini dari sisi misalnya harga oli, spare part itu belum mengalami kenaikan yang sangat signifikan seperti kenaikan dari dolar,” katanya. Ia menambahkan bahwa konflik dan gangguan rantai pasok memang memengaruhi biaya produksi, tetapi belum seluruhnya diteruskan ke harga pasar.

Peluang sebelum harga ikut bergerak

Auto2000 juga masih menjaga stabilitas harga kendaraan dan layanan purna jual agar tetap kompetitif di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Sikap hati-hati ini membuat pasar belum langsung merasakan lonjakan harga secara penuh.

Anton menilai kondisi tersebut justru bisa menjadi momentum bagi konsumen yang sudah berniat membeli mobil. Ia mengingatkan bahwa sejarah pergerakan kurs sering diikuti kenaikan harga mobil.

“Jadi kalau mau beli mobil, ya beli sekarang. Kenapa? kalau dolarnya naik, dilihat dari historikalnya, pasti harga mobil akan ikut naik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini harga mobil dan spare part masih berada dalam fase yang menguntungkan bagi pembeli. Karena itu, ia menyebut periode sekarang sebagai kesempatan yang baik, setidaknya untuk bulan ini, sebelum penyesuaian harga bergerak lebih jauh.

Source: www.liputan6.com
Exit mobile version