
Hyundai dan Kia kembali menjadi sorotan setelah masalah keselamatan pada fitur kursi elektrik memicu penarikan besar dan penghentian penjualan sejumlah model SUV. Hyundai Palisade model tahun 2026 lebih dulu terdampak, lalu Kia ikut menarik Telluride Hybrid model tahun 2027 dari penjualan untuk mencegah risiko yang sama.
Langkah ini muncul setelah cacat pada sistem kursi baris kedua dikaitkan dengan laporan cedera serius dan satu kematian anak di Amerika Serikat. Masalahnya bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan kegagalan sistem anti-jepit yang seharusnya melindungi penumpang saat kursi bergerak otomatis.
Apa yang memicu penarikan ini
Masalah utama ada pada kursi baris kedua yang bisa melipat, bergeser, atau miring secara elektrik dengan satu tombol. Fitur ini memang dibuat untuk memudahkan akses ke baris ketiga, tetapi sensor dan perangkat lunaknya gagal mendeteksi benda atau tubuh manusia yang berada di jalur kursi.
Dalam kondisi normal, sistem anti-pinch harus menghentikan gerakan saat ada hambatan. Pada kasus ini, motor kursi bisa terus bergerak dan menjepit penumpang dengan tekanan berbahaya, sehingga risiko cedera meningkat tajam.
Model yang terdampak
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Carscoops, Hyundai lebih dulu menemukan masalah pada lebih dari 61.000 unit Palisade model tahun 2026. Setelah itu, Kia memperluas tindakan pencegahan dengan menarik Telluride Hybrid model tahun 2027 dari penjualan dalam jumlah ratusan unit.
Berikut gambaran model yang disebut terdampak:
- Hyundai Palisade model tahun 2026.
- Kia Telluride Hybrid model tahun 2027 varian SX Prestige.
- Kia Telluride Hybrid model tahun 2027 varian X-Line SX Prestige.
- Unit dengan Executive Package pada varian yang disebut di atas.
Pabrikan menempatkan langkah ini sebagai pencegahan sebelum perbaikan permanen benar-benar siap diterapkan.
Dampak bagi dealer dan konsumen
Hyundai Motor Group disebut belum memiliki solusi teknis final untuk cacat tersebut. Karena itu, dealer di Amerika Serikat dan Kanada dilarang menyerahkan unit yang terdampak kepada konsumen sampai perbaikan resmi tersedia dan diterapkan.
Kondisi ini membuat penarikan tidak hanya berdampak pada pabrikan, tetapi juga pada jaringan penjualan. Dealer harus menahan stok yang sudah ada, sementara pembeli harus menunggu instruksi lanjutan dari produsen.
Mengapa kasus ini menjadi perhatian besar
Masalah pada kursi elektrik biasanya dianggap kecil, tetapi kasus ini menunjukkan risiko serius dari fitur otomatis di mobil modern. Saat sistem kenyamanan gagal membaca keberadaan penumpang, fitur yang seharusnya membantu justru bisa berubah menjadi ancaman keselamatan.
Pakar keselamatan kendaraan menilai sistem elektronik di kabin kini semakin kompleks, sehingga kegagalan perangkat lunak dan sensor bisa menimbulkan konsekuensi yang jauh lebih besar daripada kerusakan mekanis biasa. Kasus ini juga menambah tekanan bagi pabrikan untuk memperketat pengujian fitur otomatis sebelum mobil masuk pasar.
Apa yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan
Pemilik kendaraan yang termasuk dalam penarikan diminta berhenti menggunakan fitur kursi otomatis sebelum ada perbaikan resmi. Instruksi berhati-hati ini penting karena gerakan kursi dapat terjadi tanpa kemampuan perlindungan yang memadai.
Beberapa langkah yang sebaiknya diperhatikan pemilik adalah:
- Pastikan area kursi baris kedua kosong sebelum fitur otomatis diaktifkan.
- Jangan biarkan anak-anak berada dekat jalur pergerakan kursi.
- Ikuti notifikasi resmi dari dealer atau pabrikan.
- Tunggu pemeriksaan dan perbaikan resmi sebelum menggunakan fitur tersebut secara normal.
Hyundai disebut akan mengirim surat pemberitahuan resmi kepada pemilik mulai pertengahan Mei 2026, sementara langkah penjualan berhenti sementara tetap berlaku sampai solusi teknis benar-benar siap. Kasus ini menegaskan bahwa fitur premium di SUV modern tetap harus berada di bawah kendali keselamatan yang ketat, terutama ketika melibatkan gerak otomatis di area kabin yang dekat dengan penumpang.









