Jaguar Menakar GT Listriknya Melawan XK120, E-Type Hingga XJ Series I

Jaguar memilih sebuah tolok ukur yang sangat spesifik saat mengembangkan sedan GT listrik barunya: bukan model modern, melainkan deretan klasik paling ikonik dalam sejarah merek itu. Langkah ini menunjukkan bahwa Jaguar ingin menjaga rasa grand touring yang menjadi ciri khasnya, meski seluruh fondasinya kini berpindah ke tenaga listrik.

Dalam evaluasi internal yang disebut “Spirit of Jaguar Drive”, insinyur Jaguar membandingkan GT baru ini dengan XK120, E-Type, XJS, dan XJ Series I. Keempat mobil itu lahir antara 1948 dan 1975, sehingga pilihan tersebut menegaskan bahwa Jaguar mencari acuan dari era yang membentuk identitas merek, bukan dari produk yang lebih baru.

Mengapa Jaguar memilih mobil klasik sebagai acuan

Keputusan itu penting karena Jaguar sedang membangun ulang citranya dari nol. Alih-alih meniru model awal listrik lain yang biasanya membandingkan diri dengan pesaing kontemporer, Jaguar justru menempatkan emosi, karakter, dan keseimbangan berkendara sebagai ukuran utama.

Pendekatan itu juga selaras dengan tujuan Jaguar untuk membuat sedan yang terasa cepat tanpa kehilangan kemewahan. Vehicle Engineering Director Matt Becker menyebut kombinasi performa dan kenyamanan itu sebagai “perfect harmony”, sebuah formula yang memang lama melekat pada grand tourer Jaguar.

Jejak desain yang memutus masa lalu

Secara visual, sedan GT listrik ini mengacu pada Type 00 concept yang diperpanjang menjadi bentuk empat pintu. Namun, Jaguar tidak sekadar menyederhanakan gaya; merek tersebut benar-benar meninggalkan bahasa desain melengkung yang selama ini identik dengan model-model lamanya.

Permukaan bodi kini tampak lebih datar dan arsitektural, dengan garis yang sangat minimalis. Meski begitu, proporsi khas GT tetap dipertahankan melalui kap mesin panjang, bodi rendah, pelek besar, dan garis atap yang aerodinamis.

Jaguar juga mempertahankan filosofi kabin yang memusat pada pengemudi. Pendekatan “shrink around the driver” ini pernah muncul pada XK120 dan kini dihidupkan kembali untuk menegaskan bahwa kabin harus terasa intim, bukan sekadar luas dan mewah.

Spesifikasi teknis yang agresif

Di balik bodi barunya, Jaguar memakai Electric Architecture terbaru. Basis ini membawa powertrain tiga motor dengan output lebih dari 986 hp, setara 735 kW atau 1.000 PS, serta torsi 1.300 Nm.

Angka tersebut menempatkan sedan ini di kelas performa yang sangat tinggi untuk sebuah grand tourer listrik. Untuk menjaga tenaga sebesar itu tetap terkendali, Jaguar mengembangkan perangkat lunak torque vectoring secara internal agar distribusi daya bisa diatur lebih presisi.

Daftar teknis utamanya dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Powertrain: tri-motor
  2. Tenaga: lebih dari 986 hp
  3. Torsi: 1.300 Nm
  4. Baterai: 120 kWh
  5. Jarak tempuh: sekitar 700 km menurut WLTP, sekitar 400 mil EPA
  6. Pengisian cepat: 350 kW
  7. Tambahan jarak: 322 km dalam di bawah 15 menit

Berat besar, target grand touring yang jelas

Jaguar memperkirakan bobot sedan ini mencapai sekitar 2.700 kg. Untuk mengimbangi massa tersebut, mobil ini menggunakan suspensi udara adaptif dengan twin-valve active dampers yang ditujukan untuk menjaga stabilitas, kenyamanan, dan respons saat mobil dipacu jauh.

Kombinasi itu menunjukkan bahwa Jaguar tidak mengejar performa lurus semata. Mobil ini dirancang sebagai grand tourer, sehingga keseimbangan antara kecepatan tinggi, kestabilan, dan kenyamanan jarak jauh tetap menjadi prioritas utama.

Persiapan menuju debut produksi

Jaguar mengatakan mobil ini telah diuji di kondisi dunia nyata yang ekstrem di berbagai belahan dunia, selain simulasi digital intensif. Setelah menghentikan seluruh lini produksinya untuk memberi ruang pada transformasi penuh ke era baru, Jaguar menargetkan peluncuran besar sedan GT listrik ini pada September.

Keputusan membandingkan diri dengan XK120, E-Type, XJS, dan XJ Series I memberi petunjuk jelas tentang arah Jaguar. Merek ini tidak hanya ingin membuat EV cepat, tetapi juga ingin memastikan mobil listrik pertamanya dalam era baru masih terasa seperti Jaguar saat dikendarai, bukan sekadar sedan listrik bertenaga besar.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button