Veda Ega Pratama menjelaskan penyebab kecelakaan high side yang membuatnya gagal finis pada balapan Moto3 Amerika Serikat. Rider asal Indonesia itu sempat tampil kompetitif sejak start dari posisi empat sebelum akhirnya terjatuh pada lap keempat di Circuit of The Americas.
Balapan sebenarnya berjalan cukup menjanjikan bagi Veda. Ia sempat turun ke posisi delapan, lalu perlahan naik lagi ke urutan enam dan ikut bersaing dengan rombongan terdepan yang diisi nama-nama seperti Máximo Quiles, Álvaro Carpe, Valentín Perrone, dan Pini.
Start bagus, lalu ritme mulai terbentuk
Veda mengakui balapan berlangsung sangat berat karena banyak duel agresif sejak awal. Meski begitu, dia masih bisa menjaga fokus dan menemukan ritme setelah melewati fase awal yang ketat.
“Balapan kali ini sangat berat bagi saya karena sejak awal terjadi banyak pertarungan agresif di dalam grup, dan tidak mudah mengendalikan semuanya,” ujar Veda dikutip dari CNN. Pernyataan itu menggambarkan betapa sengitnya perebutan posisi di kelompok depan Moto3 yang memang dikenal berintensitas tinggi.
Setelah melewati fase itu, Veda merasa performanya mulai membaik. Ia bahkan mampu menyalip beberapa pebalap dan kembali terlibat dalam persaingan papan atas.
Detik-detik high side di sektor dua
Kecelakaan terjadi ketika Veda memasuki lap keempat. Ia menjelaskan bahwa ban depan sempat selip di sektor dua, lalu situasi memburuk karena ia membuka gas terlalu agresif saat motor masih dalam posisi miring.
“Sayangnya saya melakukan kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih dalam kondisi miring, dan saya kehilangan kendali motor,” kata Veda.
Dalam dunia balap motor, high side biasanya terjadi saat ban kehilangan traksi lalu kembali mencengkeram secara mendadak, sehingga motor melempar pebalap ke udara. Insiden seperti ini kerap muncul ketika akselerasi dilakukan terlalu cepat saat sudut kemiringan motor belum stabil.
Tabrakan beruntun dan dampak ke balapan
Motor Veda yang melintang di lintasan kemudian tertabrak Joel Esteban dari tim LevelUp MTA. Benturan itu membuat keduanya ikut terjatuh dan tidak bisa melanjutkan lomba.
Untuk Moto3, insiden semacam ini sering terjadi karena jarak antarmotor sangat rapat dan kecepatan kelompok depan terus berubah. Kondisi itu membuat satu kesalahan kecil bisa langsung berujung pada crash beruntun.
Berikut rangkaian singkat insiden yang dialami Veda:
- Veda memulai balapan dari posisi empat.
- Ia sempat turun ke posisi delapan, lalu naik lagi ke posisi enam.
- Pada lap keempat, ban depan selip di sektor dua.
- Veda membuka gas terlalu agresif saat motor masih miring.
- Ia terlempar dari motor dan mengalami high side.
- Motor yang melintang ditabrak Joel Esteban.
- Keduanya gagal finis atau DNF.
Kekecewaan sekaligus pelajaran penting
Veda tidak menutupi rasa kecewanya karena merasa punya peluang bagus di GP Amerika. Ia menilai insiden tersebut tetap bisa menjadi bahan evaluasi penting untuk balapan berikutnya.
“Saya menerima ini sebagai pelajaran penting untuk kembali lebih kuat di Jerez,” ujarnya. Sikap itu menunjukkan bahwa fokus tim dan pebalap tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar dari kesalahan di lintasan.
Hasil ini juga menandai DNF pertama Veda di Moto3 musim ini. Sebelumnya, ia tampil konsisten dengan finis kelima di Thailand dan bahkan meraih podium ketiga di Moto3 Brasil.
Crush di Amerika Serikat tidak menghapus tanda bahwa performa Veda sedang berada di jalur yang kompetitif. Dengan kecepatan yang sempat ia tunjukkan sebelum kecelakaan, sorotan kini tertuju pada bagaimana ia dan Honda Team Asia memperbaiki detail kecil yang menentukan hasil di balapan berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com