BYD resmi mengoperasikan stasiun flash charging ke-5.000, menandai percepatan besar dalam pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di China. Langkah ini juga memperlihatkan ambisi perusahaan untuk memperluas jaringan hingga 20.000 titik pada akhir tahun ini.
Stasiun ke-5.000 itu berada di area layanan jalan tol di Lanzhou, Provinsi Gansu, wilayah barat laut China. Lokasi tersebut menjadi salah satu dari gelombang awal jaringan flash charging di jalur tol yang mulai beroperasi, menurut pernyataan perusahaan pada Rabu.
Ekspansi jaringan yang dikejar dengan tempo tinggi
BYD sebelumnya menyampaikan rencana membangun 20.000 stasiun flash charging sampai akhir tahun ini. Dari jumlah itu, sekitar 18.000 titik akan dibangun bersama operator jaringan pengisian lokal, sementara 2.000 sisanya berupa stasiun di jalan tol.
Perusahaan menargetkan rata-rata satu stasiun setiap 100 kilometer di sepanjang jalan tol China. Dengan hitungan sederhana, BYD masih perlu membangun 15.000 stasiun lagi untuk mengejar target tersebut, atau lebih dari 1.600 stasiun per bulan.
Target awal difokuskan ke jalur tol
Untuk jaringan jalan tol, BYD berencana menyelesaikan gelombang pertama sebanyak 1.000 stasiun sebelum libur Hari Buruh. Fokus ini penting karena perjalanan jarak jauh masih menjadi salah satu tantangan utama adopsi kendaraan listrik, terutama soal ketersediaan pengisian cepat di rute antarkota.
Hingga saat ini, jaringan flash charging BYD disebut sudah menjangkau 297 kota di China. Cakupan yang meluas ini menunjukkan perusahaan tidak hanya membangun jumlah, tetapi juga memperluas akses pengguna di berbagai wilayah.
Teknologi pengisian daya berdaya sangat tinggi
Salah satu daya tarik utama dari stasiun ini adalah kemampuan pengisian hingga 1.500 kilowatt pada satu plug. BYD menyebutnya sebagai perangkat fast-charging massal dengan daya single-plug tertinggi di dunia saat ini.
Saat dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua milik BYD, pengisian daya dapat naik dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit. Dalam suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian disebut hanya tiga menit lebih lama dibanding kondisi suhu ruang.
Teknologi ini pertama kali diperkenalkan bersama peluncuran Blade Battery generasi kedua pada acara di awal Maret. Pada saat yang sama, BYD juga menampilkan desain baru untuk mendukung pengalaman pengisian yang lebih praktis bagi pengguna.
Fitur utama flash charging BYD
- Daya pengisian maksimum hingga 1.500 kilowatt per plug.
- Dua plug pengisian pada setiap unit stasiun.
- Sistem penyimpanan energi untuk pelepasan daya supercepat.
- Desain gantung dengan rel geser yang membuat plug ringan dan mudah digunakan.
- Bobot plug hanya 2 kilogram sehingga bisa dioperasikan dengan satu tangan.
BYD juga menyebut setiap stasiun dilengkapi sistem penyimpanan energi agar dua kendaraan tetap bisa mengisi daya dengan kecepatan flash charging secara bersamaan. Pendekatan ini penting karena kepadatan pengguna bisa meningkat seiring ekspansi jaringan.
Terbuka untuk merek lain dan siap ke pasar luar negeri
Langkah BYD ini tidak hanya ditujukan untuk mobil listrik buatannya sendiri. Stasiun flash charging tersebut juga akan terbuka untuk kendaraan listrik merek lain, sehingga berpotensi memperluas manfaat infrastruktur di pasar yang lebih luas.
Selain memperbesar jaringan di China, BYD menyatakan rencana membawa teknologi ini ke pasar luar negeri pada akhir 2026. Rencana ekspansi global itu menambah bobot strategi perusahaan dalam membangun ekosistem pengisian cepat yang lebih luas dan kompetitif.
Di tengah persaingan kendaraan listrik yang makin ketat, kehadiran stasiun ke-5.000 menjadi tanda bahwa BYD sedang bergerak agresif dari sekadar produsen mobil menjadi pemain infrastruktur energi yang ingin mengendalikan pengalaman pengisian daya dari hulu ke hilir.
Source: cnevpost.com