Mercedes memutuskan memindahkan produksi GLC bermesin bensin untuk pasar Amerika Utara dari Jerman ke Alabama. Langkah ini muncul setelah tarif impor era Trump membuat ongkos masuk mobil buatan Eropa ke pasar Amerika Serikat menjadi jauh lebih mahal dan menggerus margin penjualan.
GLC bukan model yang paling mencolok di portofolio Mercedes, tetapi justru salah satu yang paling penting. SUV kompak mewah ini menyumbang hampir 25 persen penjualan Mercedes di Amerika Serikat, sehingga beban tarif 15 persen pada unit yang dikirim dari pabrik Bremen terasa sangat signifikan bagi bisnis perusahaan.
Tarif Mengubah Kalkulasi Bisnis Mercedes
Dampak tarif tidak hanya soal biaya tambahan per unit, tetapi juga soal strategi jangka panjang. Dengan penjualan sekitar 70.000 unit GLC per tahun di Amerika Serikat dan Kanada, beban biaya impor menjadi cukup besar untuk mendorong perubahan arah produksi.
Mercedes memilih memindahkan produksi ke fasilitasnya di Tuscaloosa, Alabama, yang selama ini sudah merakit GLE dan GLS. Pabrik itu juga telah menjadi basis penting untuk operasi Mercedes di Amerika Utara, sehingga penambahan GLC dinilai lebih efisien daripada terus menanggung tarif impor dari Eropa.
Berikut alasan utama keputusan tersebut:
- Tarif impor 15 persen membuat biaya distribusi GLC dari Jerman ke Amerika naik tajam.
- GLC menyumbang porsi besar penjualan Mercedes di pasar AS.
- Pabrik Alabama sudah memiliki infrastruktur untuk SUV besar dan distribusi regional.
- Mercedes ingin mengurangi ketergantungan pada produksi lintas benua.
Investasi Besar untuk Pabrik Alabama
Untuk menjalankan rencana itu, Mercedes menggelontorkan $4 billion ke fasilitas Alabama. Dana tersebut menjadi bagian dari investasi total $7 billion untuk operasi di Amerika Serikat hingga akhir dekade ini.
Perusahaan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi pabrik dari sekitar 250.000–300.000 unit per tahun menjadi sekitar 340.000 unit. Peningkatan kapasitas ini menunjukkan bahwa Mercedes tidak sekadar memindahkan lini produksi, tetapi juga menata ulang peran Alabama sebagai pusat produksi yang lebih besar.
Laporan Auto News menyebut pabrik Tuscaloosa belakangan kurang optimal dimanfaatkan karena penjualan EQS SUV yang lemah. Model listrik itu juga dirakit di lokasi yang sama, tetapi ruang produksinya kini akan dialihkan untuk GLC.
Posisi GLC di Pasar Amerika Utara
Model GLC yang dipindahkan ke Alabama adalah versi bermesin pembakaran internal. Mercedes menyebut produksi untuk pasar Amerika Utara akan dimulai dalam “beberapa tahun ke depan”, sementara AutoForecast Solutions memperkirakan jadwal awalnya kemungkinan terjadi pada akhir 2027.
Namun, CEO Mercedes Ola Kallenius kepada Automotive News mengatakan produksi GLC baru akan sepenuhnya rampung dan stabil pada 2029. Artinya, transisi ini masih memerlukan waktu dan tidak terjadi secara instan.
Mercedes juga menegaskan bahwa sebagian besar GLC yang dibuat di Alabama akan tetap dijual di Amerika Utara. Sementara itu, GLE dan GLS yang sudah diproduksi di Tuscaloosa selama ini dikirim ke berbagai pasar dunia.
Mengapa Keputusan Ini Penting untuk Industri Otomotif
Perpindahan produksi GLC mencerminkan bagaimana kebijakan perdagangan dapat memengaruhi peta manufaktur global. Dalam industri otomotif, tarif bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan faktor yang bisa mengubah lokasi produksi, rantai pasok, dan pembagian pasar antarnegara.
Bagi Mercedes, langkah ini adalah bentuk adaptasi terhadap kondisi baru di pasar Amerika. Bagi industri lain, keputusan ini menjadi pengingat bahwa model bisnis berbasis produksi lintas negara kini harus lebih fleksibel menghadapi perubahan kebijakan dagang dan tekanan biaya yang cepat berubah.
Ke depan, pabrik Alabama akan memegang peran lebih besar dalam strategi Mercedes di Amerika Serikat, sementara GLC berpotensi menjadi contoh bagaimana tarif bisa menggeser pusat produksi dari Jerman ke pasar yang justru paling besar menyerap model tersebut.
Source: www.carscoops.com