Sering Gonta-Ganti BBM Bukan Hemat, Mesin Justru Terancam Rusak

Kenaikan harga BBM nonsubsidi sering membuat pemilik kendaraan mencari cara cepat untuk menekan biaya harian. Salah satu kebiasaan yang kerap muncul adalah gonta-ganti jenis BBM, padahal langkah ini bisa memunculkan risiko pada mesin jika dilakukan terlalu sering.

Mobil modern memang sudah dirancang dengan sistem pembakaran yang presisi, termasuk rasio kompresi dan teknologi injeksi yang disesuaikan dengan nilai oktan tertentu. Saat BBM yang dipakai tidak cocok dengan rekomendasi pabrikan, pembakaran di ruang mesin bisa menjadi tidak sempurna dan dampaknya terasa pada performa kendaraan.

Mengapa BBM yang tidak konsisten bisa mengganggu mesin

Setiap mesin memiliki kebutuhan oktan yang berbeda. Jika angka oktan terlalu rendah dari yang disarankan, bahan bakar dapat terbakar lebih cepat dari waktu ideal dan memicu knocking atau ngelitik.

Gejala knocking biasanya muncul sebagai suara ketukan halus dari ruang bakar. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan piston, katup, hingga kepala silinder.

Sebaliknya, BBM dengan oktan terlalu tinggi tidak otomatis membuat mesin lebih sehat. Pada mesin yang tidak dirancang untuk itu, pembakaran bisa berlangsung kurang efisien karena karakter BBM tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.

Pengamat ekonomi Wisnu Wibowo dalam artikel referensi menyebut harga BBM nonsubsidi bisa naik antara 5% sampai 10% ketika harga minyak dunia melonjak. Ia juga mencontohkan, jika Pertamax RON 92 berada di kisaran Rp 12.000-an, maka kenaikannya bisa sekitar Rp 1.000.

Risiko yang muncul jika terlalu sering gonta-ganti BBM

Kebiasaan berganti-ganti BBM mungkin terlihat seperti solusi sementara saat harga berubah atau pasokan terbatas. Namun, mesin membutuhkan pola pembakaran yang stabil agar sensor dan sistem injeksi bisa bekerja optimal.

Berikut risiko utama yang perlu diwaspadai:

  1. Performa mesin menurun karena pembakaran tidak stabil.
  2. Konsumsi BBM bisa lebih boros karena mesin terus beradaptasi.
  3. Komponen ruang bakar lebih cepat aus akibat proses kerja yang tidak konsisten.
  4. Emisi gas buang dapat meningkat karena pembakaran tidak sempurna.
  5. Kerak bisa muncul di ruang bakar dan menurunkan efisiensi mesin.

Risiko-risiko itu tidak selalu terjadi seketika, tetapi efeknya bisa menumpuk sedikit demi sedikit. Dalam kondisi tertentu, biaya servis yang muncul justru jauh lebih besar dibanding penghematan sesaat dari selisih harga BBM.

Mesin modern lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar

Produsen kendaraan kini banyak memakai mesin dengan sistem pembakaran yang semakin efisien dan sensitif. Karena itu, perubahan karakter BBM terlalu sering dapat mengganggu kemampuan mesin menjaga tenaga, efisiensi, dan kestabilan pembakaran.

Pada motor maupun mobil, efeknya bisa muncul sebagai mesin terasa berat, respons gas menurun, atau suara mesin berubah. Jika kondisi ini dibiarkan, komponen internal akan bekerja lebih keras dan umur pakainya bisa lebih pendek.

Kendaraan yang dirawat dengan BBM sesuai spesifikasi pabrikan cenderung lebih stabil dalam jangka panjang. Pola ini juga membantu menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar dan menghindari timbulnya masalah pada sistem pembakaran.

Hal yang sebaiknya diperhatikan pemilik kendaraan

Agar mesin tetap aman saat harga BBM berubah, pemilik kendaraan perlu membaca rekomendasi oktan di buku manual atau label pabrikan. Langkah sederhana ini membantu memastikan BBM yang dipilih tetap sesuai dengan desain mesin.

Selain itu, pengisian BBM sebaiknya dilakukan secara konsisten, terutama pada kendaraan harian yang menempuh jarak jauh. Jika memang terpaksa beralih jenis karena ketersediaan atau kondisi darurat, perubahan sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan rutin.

Mesin kendaraan bekerja paling baik saat bahan bakar yang masuk tetap sejalan dengan kebutuhan teknisnya. Karena itu, menjaga konsistensi BBM menjadi cara penting untuk melindungi performa mesin, menekan risiko kerusakan, dan menghindari pengeluaran servis yang tidak perlu.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com
Exit mobile version