Contraflow Japek Malam Ini Dibuka-Tutup, 387 Ribu Kendaraan Sudah Mengalir Ke Timur

Kepadatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek memicu penerapan rekayasa lalu lintas contraflow pada Rabu malam. Skema ini diberlakukan secara situasional di KM 36 hingga KM 70 arah Cikampek untuk menjaga kelancaran perjalanan menuju wilayah timur Trans Jawa.

PT Jasamarga Transjawa Tol menyebut contraflow dibuka-tutup sesuai diskresi kepolisian karena arus kendaraan meningkat di masa mudik libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada pukul 20.51 WIB, contraflow sempat dibuka kembali setelah petugas melihat kondisi lalu lintas mengalami peningkatan kepadatan.

Pengaturan Lalu Lintas Disesuaikan Dengan Kondisi Lapangan

Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, mengatakan rekayasa ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Ia menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara situasional agar pengendalian lalu lintas tetap menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Skema contraflow menjadi salah satu instrumen penting ketika volume kendaraan di ruas tol utama mulai meningkat tajam. Dalam situasi seperti ini, petugas lalu lintas mengatur lajur agar kapasitas jalan bisa dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Fokus Pada Arah Timur Trans Jawa

Penerapan contraflow di Tol Japek memiliki tujuan utama untuk mengurai kepadatan kendaraan yang bergerak ke arah timur Trans Jawa. Jalur ini menjadi salah satu koridor tersibuk saat puncak arus mudik karena menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jasamarga juga menegaskan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait dalam pengaturan lalu lintas. Koordinasi ini diperlukan agar setiap perubahan rekayasa dapat segera disesuaikan dengan kondisi kepadatan, insiden, maupun kebutuhan pengamanan di lapangan.

Data Arus Kendaraan Menunjukkan Lonjakan Signifikan

Peningkatan volume kendaraan terlihat dari catatan Gerbang Tol Cikampek Utama pada periode 11–17 Maret 2026. Sebanyak 387.451 kendaraan tercatat melintas ke arah timur, jauh di atas lalu lintas normal yang berada di angka 198.098 kendaraan.

Berikut ringkasan data yang dirilis JTT:

Periode Kendaraan ke arah timur Pembanding lalu lintas normal
11–17 Maret 2026 387.451 198.098
Kenaikan 95,59 persen

Lonjakan hampir dua kali lipat itu menunjukkan pergerakan mudik mulai menguat sejak beberapa hari sebelum puncak perjalanan. Kondisi tersebut menjadi alasan utama perlunya rekayasa lalu lintas tambahan di Tol Jakarta-Cikampek.

Imbauan Untuk Pengguna Jalan

Jasamarga meminta pengguna jalan mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama contraflow berlangsung. Pengendara juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum masuk jalan tol agar tidak menimbulkan hambatan di gerbang transaksi.

Pengingat ini penting karena kepadatan sering kali bertambah ketika ada kendaraan yang berhenti terlalu lama di lajur transaksi atau tidak siap dengan kebutuhan perjalanan. Dengan kesiapan yang baik, arus kendaraan dapat bergerak lebih lancar dan risiko antrean panjang bisa ditekan.

One Way Nasional Juga Dioptimalkan

Selain contraflow, JTT turut mengoptimalkan rekayasa lalu lintas one way nasional. Kebijakan ini dijalankan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik Lebaran untuk membantu memperlancar pergerakan kendaraan di koridor utama.

Dalam praktiknya, contraflow dan one way sama-sama bergantung pada evaluasi petugas di lapangan. Karena itu, perubahan skema dapat terjadi sewaktu-waktu sesuai kepadatan, sehingga pengguna jalan perlu memantau informasi terbaru sebelum dan saat melakukan perjalanan.

Exit mobile version