Penjualan Ford melemah pada kuartal pertama karena dua sumber tekanan datang dari arah yang berlawanan. Di satu sisi, pabrikan ini justru terpukul oleh model yang dihentikan produksinya, sementara di sisi lain performa truk yang biasanya menjadi penopang utama juga ikut turun.
Ford mencatat penurunan penjualan keseluruhan sebesar 8,8% menjadi 457.315 unit. Selisihnya mencapai 43.976 kendaraan, dan angka itu menunjukkan bahwa strategi Ford yang selama ini bertumpu pada truk dan SUV besar belum cukup kuat untuk menahan guncangan pasar.
Model yang dihentikan justru meninggalkan lubang besar
Salah satu faktor terbesar datang dari Escape dan Lincoln Corsair yang sudah berhenti diproduksi tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun lalu, Escape terjual 37.357 unit dan Corsair 6.240 unit, sedangkan pada periode terbaru Ford hanya menjual 17.742 unit gabungan dari dua model tersebut karena stok mulai menipis.
Kondisi itu memperlihatkan risiko dari keputusan menghentikan model yang sebelumnya punya volume penjualan besar. Ketika model pengganti belum mampu mengalihkan seluruh permintaan, penjualan perusahaan langsung ikut tertekan.
Bronco Sport belum menutupi kehilangan Escape
Ford tampaknya berharap sebagian pembeli Escape bisa beralih ke Bronco Sport yang sekelas dan serupa karakter penggunaannya. Namun, naiknya penjualan Bronco Sport hanya 5% atau tambahan 1.658 pelanggan, sehingga kontribusinya belum cukup besar untuk menggantikan kehilangan dari Escape.
Kesenjangan itu penting karena menunjukkan perpindahan pelanggan tidak selalu berlangsung mulus. Dalam praktiknya, konsumen kerap menunggu model lama, memilih merek lain, atau menunda pembelian sampai komposisi produk baru terasa lebih menarik.
Truk listrik dan pickup andalan ikut melemah
Masalah Ford tidak berhenti di SUV kompak. Penjualan F-150 Lightning anjlok 71,3% karena dealer berusaha menjual stok terakhir setelah model itu dihentikan produksinya, sementara F-Series secara keseluruhan juga turun 16% menjadi 159.901 unit.
Penurunan F-Series menjadi sorotan terbesar karena lini ini selama ini menjadi mesin utama laba Ford di Amerika Serikat. Jika truk yang paling diandalkan ikut melambat, maka ruang bagi Ford untuk menjaga margin dan volume akan semakin sempit.
Performa model Ford di kuartal pertama
- Escape dan Lincoln Corsair: turun tajam karena produksi berakhir.
- F-Series: turun 16% menjadi 159.901 unit.
- F-150 Lightning: turun 71,3% akibat stok dihabiskan dealer.
- Maverick: turun 10,9% menjadi 33.861 unit.
- Mustang Mach-E: turun 60,4% menjadi 4.600 unit setelah kredit pajak federal dihapus.
- E-Transit: turun 94,7% menjadi 200 unit.
Data itu memperlihatkan bahwa Ford tidak hanya bergantung pada satu segmen yang melemah, tetapi menghadapi tekanan serentak di beberapa lini penting. Bahkan Maverick yang dikenal lebih terjangkau dan tersedia dalam versi hybrid tetap gagal mempertahankan momentum.
Sebagian SUV besar dan SUV petualang justru tumbuh
Di tengah pelemahan itu, beberapa model masih menunjukkan tenaga. Expedition yang didesain ulang naik 30,2%, Explorer naik 29,7%, Ranger naik 19,2%, dan Mustang melonjak 50,1% dengan tambahan 4.697 unit.
Ford menyebut ada “pergeseran strategis menuju SUV bermargin tinggi seperti Expedition dan Explorer.” Perusahaan juga memperkirakan pangsa pasar ritelnya naik 0,2 poin menjadi 11,6%, meski mereka mengakui industri otomotif sedang berubah dan perbandingan tahun-ke-tahun menjadi lebih sulit karena performa pasar yang sangat kuat pada periode sebelumnya.
Lincoln relatif lebih stabil
Divisi Lincoln tidak seburuk merek utamanya karena hanya turun 0,5% secara keseluruhan. Nautilus yang diproduksi di China turun 11,4%, tetapi tetap menjadi model terlaris Lincoln, sementara Aviator naik 31,4% dan Navigator yang diperbarui meningkat 6,5% menjadi 4.322 unit.
Kinerja Lincoln memberi sinyal bahwa merek premium Ford masih punya basis permintaan yang cukup stabil. Meski begitu, ketergantungan pada beberapa model unggulan tetap tinggi, sehingga perubahan kecil pada pasokan atau selera pasar bisa cepat memengaruhi hasil akhir.
Pada titik ini, penurunan Ford menunjukkan tantangan klasik industri otomotif: menghentikan model lama memang bisa menguntungkan dalam jangka panjang, tetapi transisinya berisiko menekan penjualan sebelum produk pengganti benar-benar matang, terutama ketika lini yang paling dipercaya seperti F-Series justru ikut kehilangan tenaga.
Source: www.carscoops.com