Xiaomi Digugat Atas 3 Paten Desain SU7 dan YU7, Sidang Penentu Nasib Baru Dimulai

Xiaomi Auto kembali menjadi perhatian publik setelah tiga paten desain mobil listrik SU7 dan YU7 digugat dalam proses pembatalan resmi di China. Gugatan itu diajukan oleh Shandong Yanlu New Energy Vehicle Co., Ltd., perusahaan produsen kendaraan listrik berkecepatan rendah yang memasarkan produk dengan merek Yunlei.

Perkara ini kini masuk tahap peninjauan, dengan sidang lisan dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret. Mengacu pada laporan East Money dan Shenzhen Business News, sengketa ini menjadi kasus paten pertama yang mencuat ke publik sejak Xiaomi Auto masuk ke industri otomotif.

Tiga paten desain yang disengketakan

Paten yang dipersoalkan meliputi desain bumper depan, bumper belakang, dan lampu utama. Ketiganya tercatat dengan nomor 2023300280286, 2023300278040, dan 2023300276401.

Desain tersebut disebut digunakan pada lini kendaraan Xiaomi Auto, termasuk SU7 dan YU7. Salah satu paten, yakni desain lampu depan, diajukan pada 19 Januari 2023 dan baru disetujui pada 18 Maret 2025 setelah melalui pemeriksaan lebih dari dua tahun.

Berdasarkan laporan Shenzhen Business News, proses peninjauan paten desain umumnya hanya memakan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan. Karena itu, riwayat persetujuan paten ini ikut menjadi sorotan dalam sengketa yang sedang berjalan.

Siapa penggugat dalam perkara ini

Shandong Yanlu New Energy Vehicle Co., Ltd. tercatat memiliki modal 10 juta yuan dengan jumlah karyawan sekitar 20 orang. Perusahaan ini dikenal memproduksi kendaraan listrik berkecepatan rendah atau LSEV, sebuah segmen yang biasa digunakan untuk mobilitas jarak pendek di area perkotaan.

Sebelumnya, CarNewsChina melaporkan bahwa kendaraan dengan nama Yunlei memang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Kategori LSEV umumnya memiliki biaya produksi lebih rendah dan regulasi yang lebih sederhana dibanding kendaraan listrik penumpang pada umumnya.

Berikut ringkasan objek sengketa dalam perkara ini:

Nomor Paten Komponen Desain Kaitan dengan Model
2023300280286 Bumper depan Xiaomi Auto SU7 dan YU7
2023300278040 Bumper belakang Xiaomi Auto SU7 dan YU7
2023300276401 Lampu utama Xiaomi Auto SU7 dan YU7

Evaluasi paten sudah pernah diterbitkan

Setelah paten disahkan, Xiaomi Auto mengajukan laporan evaluasi desain ke Badan Kekayaan Intelektual Nasional. Hasil evaluasi itu diterbitkan pada 7 Mei dan menyatakan bahwa paten terkait memenuhi unsur kebaruan serta kreativitas.

Dalam penilaian tersebut, otoritas juga merujuk pada sejumlah paten desain milik produsen besar seperti Porsche, Audi, Nissan, Toyota, dan Changan. Rujukan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan desain tidak hanya berhenti pada aspek visual, tetapi juga membandingkan tingkat kebaruan dengan karya sebelumnya.

Menurut Pasal 45 Undang-Undang Paten China, setiap individu atau organisasi berhak mengajukan permohonan pembatalan terhadap paten yang telah diberikan. Ketentuan ini menjadi dasar hukum bagi pihak penggugat untuk membawa perkara Xiaomi ke tahap peninjauan resmi.

Mengapa kasus ini penting bagi Xiaomi Auto

Sidang lisan pada 26 Maret akan menjadi tahap penting untuk menentukan apakah tiga paten desain itu tetap sah atau dibatalkan. Putusan tersebut juga bisa berpengaruh pada persepsi publik terhadap strategi desain Xiaomi di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Kasus ini muncul saat performa pasar Xiaomi Auto justru sedang menguat. CarNewsChina melaporkan bahwa SU7 versi pembaruan tahun 2026 meraih 15.000 pesanan hanya dalam 34 menit setelah peluncuran.

Data industri juga menunjukkan bahwa sejak debut pada 2024, SU7 konsisten menjadi salah satu sedan listrik terlaris di China. Pada 2025, total penjualannya bahkan melampaui Tesla Model 3 dalam kategori kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.

Di tengah ekspansi agresif itu, sengketa paten desain menjadi ujian baru bagi Xiaomi Auto. Hasil sidang nantinya akan menentukan apakah tiga paten desain yang melekat pada SU7 dan YU7 tetap bertahan sebagai aset hukum yang sah atau harus dicabut melalui proses pembatalan resmi.

Berita Terkait

Back to top button