Xiaomi Digugat Soal Desain Mobil Listrik, Tiga Paten Eksterior Terancam Batal

Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah desain mobil listriknya digugat oleh Shandong Yanlu New Energy Vehicle Co, Ltd, perusahaan kendaraan listrik berkecepatan rendah asal China. Sengketa ini sudah masuk tahap peninjauan resmi dan memicu pertanyaan besar soal seberapa kuat perlindungan desain pada lini mobil listrik Xiaomi, terutama SU7 dan YU7.

Kasus ini menarik perhatian karena menyentuh tiga paten desain eksterior yang dipakai pada mobil listrik Xiaomi. Dalam industri otomotif modern, desain bukan lagi sekadar urusan estetika, tetapi juga bagian dari identitas produk, diferensiasi merek, dan perlindungan kekayaan intelektual.

Apa yang Dipermasalahkan dalam Gugatan Ini

Berdasarkan informasi yang dilaporkan Carnewschina dan dikutip Liputan6.com, gugatan ini berkaitan dengan tiga elemen desain eksterior. Elemen yang dipersoalkan meliputi lampu depan, bumper depan, dan bumper belakang.

Paten desain lampu depan disebut diajukan pada 19 Januari 2023 dan baru disetujui pada 18 Maret 2025. Jeda waktu yang panjang itu dinilai tidak lazim, karena proses paten desain umumnya hanya memakan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan.

Mengapa Gugatan Ini Penting

Sengketa ini tidak hanya soal bentuk komponen mobil, tetapi juga soal validitas perlindungan paten yang melekat pada produk Xiaomi. Jika paten dianggap tidak sah, status hukum desain tersebut bisa berubah dan berdampak pada strategi Xiaomi Auto dalam mengembangkan kendaraan listrik berikutnya.

Sidang dengar pendapat dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026 untuk menilai keabsahan paten yang dipermasalahkan. Hasil sidang itu akan menentukan apakah tiga paten desain tersebut tetap berlaku atau malah dibatalkan.

Tahapan yang Dilalui Xiaomi

Berikut rangkaian peristiwa penting dalam sengketa ini:

  1. Paten desain lampu depan diajukan pada 19 Januari 2023.
  2. Paten tersebut disetujui pada 18 Maret 2025.
  3. Xiaomi Auto mengajukan laporan evaluasi desain pada 7 Mei 2025.
  4. Otoritas terkait menyatakan desain itu memenuhi unsur kebaruan dan memiliki nilai inventif.
  5. Sidang dengar pendapat dijadwalkan pada 26 Maret 2026.

Rangkaian ini menunjukkan bahwa Xiaomi sudah melewati sejumlah proses administratif sebelum gugatan muncul ke permukaan. Namun, penilaian awal bukan berarti perkara selesai, karena pembatalan paten tetap bisa diajukan sesuai aturan hukum di China.

Apa Kata Aturan Paten di China

Mengacu pada Pasal 45 Undang-Undang Paten China, individu atau organisasi berhak mengajukan pembatalan terhadap paten yang telah diberikan. Ketentuan ini membuat sengketa seperti yang dialami Xiaomi menjadi sah untuk diuji secara hukum.

Sidang lisan dalam proses peninjauan memiliki peran penting karena menjadi forum untuk menilai apakah desain yang dipatenkan benar-benar memenuhi syarat kebaruan, kebaruan visual, dan aspek hukum lain yang berlaku. Dalam kasus Xiaomi, forum ini akan menjadi arena utama untuk menilai kekuatan klaim masing-masing pihak.

Mengapa Perbandingan dengan Merek Lain Ikut Muncul

Dalam evaluasi desain, paten lampu depan Xiaomi sempat dibandingkan dengan sejumlah merek besar seperti Porsche, Audi, Nissan, Toyota, dan Changan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa desain otomotif sering diuji dengan standar yang ketat karena kemiripan kecil saja bisa memunculkan sengketa hak paten.

Di sektor kendaraan listrik, tekanan untuk tampil berbeda sangat tinggi. Produsen harus bersaing bukan hanya dari sisi teknologi baterai dan jarak tempuh, tetapi juga dari bahasa desain yang mudah dikenali pasar.

Posisi Xiaomi di Industri Mobil Listrik

Kasus ini menjadi sengketa paten pertama yang mencuat ke publik sejak Xiaomi resmi masuk ke industri otomotif. Karena itu, sorotan terhadap kasus ini cukup besar, terutama pada citra Xiaomi sebagai pemain baru yang tengah membangun reputasi di pasar mobil listrik.

Jika pengadilan memutuskan paten tetap sah, Xiaomi akan mendapat penguatan posisi hukum atas desain yang dipakai di SU7 dan YU7. Namun jika paten dibatalkan, sengketa ini bisa membuka babak baru dalam perlindungan desain produk otomotif di China, terutama bagi produsen teknologi yang masuk ke industri kendaraan listrik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button