GM Hentikan Penjualan Corvette, Satu Lampu Sein Cukup Menahan Ribuan Mobil

General Motors menghentikan penjualan sejumlah Corvette karena masalah kecil yang berdampak besar pada kepatuhan keselamatan. Komponen yang bermasalah bukan mesin atau rem, melainkan sistem yang gagal memberi tahu pengemudi saat bohlam lampu sein belakang mati.

Kasus ini membuat ribuan Corvette model tahun 2025 dan 2026 tertahan di dealer atau belum bisa diserahkan ke pelanggan. GM menahan penjualan sampai masalah pada modul kontrol lampu eksterior itu diperbaiki sesuai aturan keselamatan federal.

Masalahnya ada pada deteksi lampu yang putus

Berdasarkan temuan komunitas MidEngineCorvetteForum melalui pencarian recall internal GM, masalah berasal dari exterior lighting control module. Sistem deteksi padamnya lampu rem belakang dapat gagal memberi peringatan kepada pengemudi ketika salah satu lampu sein belakang tidak menyala.

Kondisi ini melanggar Federal Motor Vehicle Safety Standard 108, yang mewajibkan kendaraan memberi peringatan jika lampu sein belakang gagal bekerja. Dalam praktiknya, mobil tetap bisa dipakai, tetapi tidak sesuai standar karena pengemudi tidak mendapat notifikasi saat lampu penting itu rusak.

Aturan ini terlihat sederhana, namun industri otomotif memperlakukannya serius. Pada kendaraan modern, kegagalan memberi peringatan bisa berarti pelanggaran kepatuhan, sehingga produsen wajib menghentikan distribusi sampai perbaikan tersedia.

3.324 unit terdampak

Chevrolet memperkirakan masalah ini muncul pada 3.324 Corvette. Dari jumlah itu, 2.886 unit berasal dari model tahun 2025 dan 438 unit dari model tahun 2026.

Berikut rincian unit yang terdampak:

  1. 2.886 Corvette model 2025
  2. 438 Corvette model 2026
  3. Total estimasi: 3.324 unit

Menariknya, mobil model 2026 disebut bisa menerima perbaikan melalui pembaruan over-the-air. Sementara itu, Corvette model 2025 yang sudah berada di tangan pelanggan kemungkinan harus datang ke dealer untuk mendapat perbaikan jika memang termasuk dalam daftar terdampak.

Belum ada solusi resmi dari GM

GM belum mengumumkan jadwal pasti kapan perbaikan tersedia. Namun, karena sumber masalahnya tampak berbasis perangkat lunak, solusi akhirnya kemungkinan berupa pembaruan OTA atau flashing di dealer.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa stop-sale diberlakukan. Produsen tidak ingin unit baru keluar dari dealer dalam keadaan tidak memenuhi aturan keselamatan, meski kerusakannya tergolong kecil dan hanya terkait satu bohlam lampu.

Pemeriksaan seperti ini umum terjadi di industri otomotif modern. Mobil dengan fitur elektronik yang kompleks kini sangat bergantung pada software, sehingga satu bug kecil bisa berdampak pada penyerahan unit, reputasi merek, dan kepatuhan regulasi.

Cara mengecek apakah Corvette termasuk terdampak

Pemilik Corvette yang sudah menerima mobilnya dapat memeriksa status kendaraan melalui alat pencarian recall GM. Referensi yang dipakai GM adalah program number N252541250 atau nomor recall NHTSA 26V213.

Langkah pengecekan yang bisa dilakukan:

  1. Siapkan nomor identifikasi kendaraan atau VIN.
  2. Buka recall lookup tool milik GM.
  3. Masukkan program number N252541250 atau NHTSA recall number 26V213.
  4. Cek apakah kendaraan masuk daftar terdampak.
  5. Jika termasuk, tunggu instruksi perbaikan resmi dari dealer atau pembaruan dari GM.

Kasus ini menambah daftar perhatian pada Corvette generasi C8, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan isu lain seperti potensi masalah sabuk pengaman pada lebih dari 13.000 unit. Bagi konsumen, peristiwa ini menunjukkan bahwa mobil performa tinggi tetap harus melewati standar keselamatan yang sama ketatnya dengan kendaraan lain, termasuk pada sistem lampu yang tampak sepele tetapi sangat penting di jalan raya.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button