Honda Passport Trailsport muncul sebagai SUV paling sanggup diajak bertualang di luar aspal yang pernah dibuat Honda, dan status itu bukan sekadar klaim pemasaran. Model ini membawa pelindung kolong terintegrasi, sistem all-wheel drive i-VTM4 dengan torque-vectoring, suspensi yang disetel khusus, serta titik recovery di bagian depan dan belakang.
Menariknya, sosok yang dirancang untuk medan berat justru menjadi salah satu model Honda yang paling kuat menahan tekanan pasar. Di saat banyak lini lain melemah, Passport tetap mencatat kenaikan 20,1 persen secara tahunan, dari 11.698 unit menjadi 14.045 unit.
SUV petualang yang justru naik daun
Honda menghadapi situasi penjualan yang tidak merata di banyak model andalannya. Accord masih mencatat kinerja kuat, tetapi Civic, Pilot, HR-V, Odyssey, dan terutama Prologue sama-sama mengalami pelemahan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Prologue menjadi contoh paling jelas dari penurunan tersebut. Penjualannya hanya mencapai 3.319 unit sepanjang tahun ini, jauh di bawah 9.561 unit pada kuartal pertama sebelumnya setelah insentif pajak kendaraan listrik berakhir.
Di tengah tren seperti itu, Passport tampil menonjol karena justru menemukan ceruk yang jelas. Pasar tampaknya merespons kombinasi antara tampilan tangguh, kemampuan off-road yang lebih serius, dan karakter SUV yang masih terasa mekanis.
Trailsport menjadi penopang utama penjualan
Data Honda menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penjualan Passport berasal dari varian Trailsport. Angka itu penting karena menegaskan bahwa daya tarik utama model ini bukan sekadar nama Passport, melainkan paket yang paling siap menghadapi jalan buruk.
Konfigurasi ini juga menunjukkan perubahan preferensi pembeli SUV. Banyak konsumen kini menginginkan tampilan petualang yang didukung kemampuan teknis nyata, bukan hanya bodi tinggi dan aksen hitam.
Berikut faktor yang membuat Passport Trailsport berbeda dari banyak SUV lain di kelasnya:
- Pelindung bawah bodi terintegrasi untuk membantu menghadapi permukaan kasar.
- Sistem i-VTM4 dengan kemampuan torque-vectoring untuk meningkatkan traksi.
- Suspensi khusus yang disetel untuk penggunaan lebih agresif.
- Titik recovery depan dan belakang untuk kondisi ekstrim.
- Penggunaan mesin V6 yang masih dipertahankan saat banyak rival beralih ke hybrid atau mesin turbo empat silinder.
Mesin V6 jadi pembeda di tengah arus elektrifikasi
Passport Trailsport juga menempuh jalur yang tidak umum di pasar SUV saat ini. Saat sebagian besar pesaing beralih ke sistem hybrid atau mesin empat silinder turbo yang lebih kecil, Honda masih mempertahankan tenaga V6 pada model ini.
Langkah tersebut memberi karakter berkendara yang berbeda, terutama bagi pembeli yang masih mengutamakan respons mesin konvensional dan rasa percaya diri saat membawa beban atau melaju di medan berat. Dalam konteks pasar yang makin seragam, keputusan mempertahankan V6 justru menjadi bagian dari identitas produk.
Harga juga menempatkan Passport di wilayah yang cukup premium. Varian dasar RTL dibanderol $44.950, Trailsport berada di $48.650, dan trim Elite naik ke $52.650 sebelum opsi tambahan ikut menambah total biaya.
Daya tariknya bahkan meluas ke Jepang
Honda melihat performa Passport Trailsport cukup kuat untuk dibawa ke pasar domestiknya. Perusahaan disebut akan mengimpor Passport Trailsport Elite ke Jepang, meski model itu dirancang untuk jalan di Amerika Serikat dan hanya tersedia dalam konfigurasi left-hand-drive.
Keputusan itu tergolong tidak biasa karena mobil Amerika yang masuk ke pasar Jepang biasanya hadir dalam jumlah terbatas. Passport kini akan bergabung dengan model seperti Gold Wing GL1500 sebagai salah satu ikon buatan Amerika yang menembus pasar rumah Honda sendiri.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Passport bukan hanya SUV yang laku di AS, tetapi juga produk yang punya daya tarik emosional dan citra kuat di mata Honda. Di tengah penurunan sebagian besar model lain, Passport Trailsport justru berkembang sebagai bukti bahwa strategi diferensiasi masih bisa menang ketika karakter produk dibuat jelas dan relevan.









