Geely Kembali Pangkas Entitas, Platform Utama Makin Diperkuat

Geely sedang mempercepat konsolidasi aset untuk memperkuat platform utama yang terdaftar di bursa. Ketua Zhejiang Geely Holding Group, Eric Li atau Li Shufu, mengatakan langkah itu ditujukan untuk menyederhanakan tata kelola dan memperkuat strategi “One Geely”.

Li menyampaikan rencana itu lewat pidato video di 2026 China Auto Chongqing Summit pada Sabtu. Ia menegaskan bahwa Geely akan terus menutup, menangguhkan, menggabungkan, dan merestrukturisasi entitas yang dianggap berlebih agar sumber daya terkonsentrasi pada Geely Auto (HKEX: 0175).

Dorong struktur yang lebih ramping

Menurut Li, Geely telah menyiapkan peta jalan strategis sejak lama untuk memastikan suksesi antargenerasi perusahaan berjalan mulus. Ia menyebut agenda itu mencakup tata kelola korporasi, penyesuaian personel, pembinaan talenta internal, dan transformasi strategi perusahaan.

Langkah berikutnya adalah memperkuat lima pilar strategis dalam kerangka Taizhou Declaration. Geely juga ingin merapikan hubungan yang kompleks antara Geely Automobile Group Co dan Geely Automobile Holdings Limited.

Fokus pada skala dan sinergi

Li mengatakan konsolidasi ini bertujuan membangun sistem korporasi modern dengan struktur tata kelola yang lebih jelas, pembagian hak dan tanggung jawab yang tegas, serta operasi yang lebih efisien. Ia menilai “One Geely” harus berubah dari sekadar konsensus strategi menjadi keunggulan sistemik dan kemampuan bertahan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Geely sudah menjalankan konsolidasi aset yang kompleks di tengah pasar yang menantang. Tujuannya untuk menghindari kanibalisasi antar merek turunan sekaligus memaksimalkan skala ekonomi dan sinergi strategis.

Jejak konsolidasi sudah berjalan

Pada Desember lalu, merek kendaraan listrik premium Zeekr menyelesaikan merger dengan Geely Auto dan delisting dari Bursa Efek New York. Setelah itu, Zeekr menjadi anak usaha penuh Geely dan menandai langkah penting dalam penerapan Taizhou Declaration.

Sebelum itu, Zeekr juga menyelesaikan integrasi dengan merek saudaranya, Lynk & Co, dengan mengambil saham pengendali di perusahaan tersebut. Rangkaian aksi ini menunjukkan bahwa Geely tidak hanya menambah aset, tetapi juga merapikan struktur kepemilikan di dalam grup.

Tekanan pasar masih terasa

Dorongan restrukturisasi itu datang di saat pasar masih sulit. Geely Auto mencatat kenaikan penjualan kendaraan yang tipis bulan lalu, terbantu oleh kinerja ekspor luar negeri yang kuat dan rekor, meski pasar domestik masih lemah.

Kondisi itu membuat efisiensi menjadi semakin penting bagi grup. Di tengah lingkungan bisnis yang menekan, konsolidasi diposisikan sebagai cara untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mengurangi duplikasi antar lini bisnis.

Nilai keselamatan tetap ditekankan

Dalam pidatonya, Li juga menyinggung pentingnya orientasi nilai yang tepat dalam suksesi perusahaan. Ia mengingatkan bahwa produk otomotif menyangkut nyawa dan keselamatan manusia, sehingga mobil tidak boleh diproduksi dengan filosofi serba cepat dan serba asal.

Ia mengkritik praktik pembuatan mobil yang berupaya mengurangi fase pengujian, mempersingkat masa validasi, dan mengambil jalan pintas. Menurut Li, produk otomotif baru harus mengikuti hukum objektif dalam riset dan pengembangan kendaraan.

Geely sendiri menyebut telah mempelajari inti industri otomotif lewat investasi, akuisisi, dan kepemilikan saham di sejumlah produsen mapan global yang memiliki sejarah panjang. Perusahaan itu juga membangun kemitraan teknis mendalam dengan merek internasional seperti Volvo, Lotus, dan Renault.

Source: cnevpost.com

Terkait