Mercedes-Benz bersiap membawa perubahan besar pada EQS dengan menghadirkan sistem steer-by-wire yang dipadukan dengan yoke steering pada pembaruan model berikutnya. Langkah ini menandai debut teknologi kemudi tanpa sambungan mekanis untuk merek tersebut, sekaligus menjadi upaya untuk memberi identitas baru pada sedan listrik andalannya yang selama ini menerima respons pasar yang beragam.
EQS bukan produk yang mudah menembus pasar premium. Sejak diluncurkan, model ini dipandang sebagai mobil yang maju di atas kertas, tetapi belum cukup meyakinkan pembeli untuk beralih ke ruang pamer Mercedes-Benz, dan mobil ini juga termasuk salah satu model dengan penjualan paling lambat bagi pabrikan Jerman itu.
Pembaruan Besar di Model Berikutnya
Mercedes tetap melanjutkan pengembangan EQS meski model ini diperkirakan tidak akan bertahan melewati akhir dekade ini. Penyegaran untuk model 2025 sudah dilakukan agar tampilannya terlihat lebih normal, tetapi perubahan yang jauh lebih penting baru akan hadir pada model tahun 2027, dan kemungkinan besar akan diperkenalkan lebih awal dalam tahap praproduksi.
Inti perubahan itu adalah sistem steer-by-wire yang menghilangkan sambungan fisik antara setir dan roda depan. Dengan konfigurasi ini, Mercedes mengganti kemudi tradisional menjadi yoke, mengikuti arah desain yang mulai dipakai sejumlah pabrikan untuk kendaraan dengan sistem kemudi kolomless.
Cara Kerja Sistem Steer-by-Wire
Teknologi ini tidak hanya mengubah bentuk kemudi, tetapi juga karakter berkendara. Tanpa steering shaft, rasio kemudi bisa dibuat variabel dan sensitif terhadap kecepatan, sehingga putaran roda depan menjadi lebih agresif saat mobil berjalan pelan dan lebih stabil pada kecepatan tinggi.
Sistem ini juga bekerja bersama rear-axle steering yang sudah menjadi ciri banyak mobil listrik dan mewah modern. Bila terjadi kegagalan pada sistem utama, stability control akan mengambil alih sebagai cadangan, sehingga masih ada tingkat kendali yang tersisa untuk pengemudi.
Berikut poin penting dari teknologi baru EQS:
- Tidak memakai sambungan mekanis langsung antara kemudi dan roda.
- Menggunakan yoke sebagai pengganti setir bulat konvensional.
- Menawarkan rasio kemudi yang berubah sesuai kecepatan.
- Terintegrasi dengan rear-axle steering.
- Memiliki sistem cadangan melalui stability control jika terjadi gangguan.
Mercedes menyebut sistemnya menawarkan “completely new steering feel and superior control with virtually no effort required” serta “easier maneuvering and parking as well as even greater driving stability and agility.” Klaim tersebut menunjukkan ambisi Mercedes untuk membuat EQS lebih mudah dikendarai di ruang sempit sekaligus lebih mantap saat melaju.
Perubahan Lain di EQS
Pembaruan EQS tidak berhenti pada sistem kemudi. Mobil ini juga disebut akan pindah ke arsitektur 800V untuk mempersingkat waktu pengisian daya dan meningkatkan efisiensi energi. Selain itu, Mercedes akan menyematkan motor listrik eATS 2.0 yang disebut lebih bertenaga pada versi terbaru.
Mobil uji yang tertangkap masih tertutup kamuflase berat, sehingga perubahan eksterior diperkirakan cukup signifikan. Dari sisi kabin, EQS berpeluang mengadopsi sebagian teknologi baru yang muncul pada S-Class yang mendapat pembaruan besar, terutama pada sistem infotainment.
Apa Artinya bagi Pasar Mercedes
Langkah ini memperlihatkan bahwa Mercedes masih menaruh harapan pada EQS sebagai platform teknologi untuk lini listrik mewahnya. Meski desain bodinya tidak berubah secara drastis, paket teknologinya bisa menjadi dasar untuk generasi sedan listrik Mercedes berikutnya, termasuk kemungkinan electric S-Class yang lebih konvensional dalam tampilan.
Bagi pasar, kehadiran yoke steering akan menjadi ujian penting karena tidak semua pengemudi menyukai karakter kemudi seperti ini. Jika Mercedes berhasil menjaga akurasi, kenyamanan, dan rasa aman berkendara, EQS bisa berubah dari produk yang sempat dipandang terlalu eksperimental menjadi referensi baru untuk sedan listrik mewah di kelas atas.
