
BMW resmi memperkenalkan iX3 Long Wheelbase atau iX3 LWB generasi terbaru yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok. Model ini menjadi sorotan karena menjadi mobil pertama berbasis platform Neue Klasse yang memakai konfigurasi sumbu roda panjang, sekaligus membawa pendekatan lokalisasi teknologi yang lebih agresif.
Kombinasi jarak sumbu roda ekstra, sistem AI DeepSeek, dan dukungan Huawei HiCar membuat model ini tidak hanya menonjol sebagai SUV listrik premium, tetapi juga sebagai produk yang sangat menyesuaikan kebutuhan pengguna di Tiongkok. BMW menempatkan iX3 LWB sebagai representasi arah baru kendaraan listrik mereka, dengan fokus pada kenyamanan penumpang belakang, efisiensi energi, dan pengalaman digital di dalam kabin.
Dimensi lebih panjang untuk kenyamanan baris belakang
BMW menambah jarak sumbu roda iX3 LWB sebesar 108 mm sehingga totalnya mencapai 3.005 mm. Tambahan ini diarahkan untuk memperluas ruang kaki di baris belakang serta memberi sudut duduk yang lebih nyaman bagi penumpang.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa BMW tidak sekadar memperpanjang bodi, tetapi juga menyesuaikan karakter mobil dengan preferensi konsumen di Tiongkok. Dalam segmen SUV listrik premium, ruang kabin belakang sering menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian.
Desain luar dibuat futuristis dan fungsional
Secara visual, iX3 LWB mengusung bahasa desain baru dengan lampu siang hari Digital Angel Wing dan grille 3D yang memberi kesan modern. BMW juga menyematkan gagang pintu semi-tertutup untuk mendukung efisiensi aerodinamika sekaligus menyesuaikan regulasi keselamatan.
Perpaduan unsur estetika dan fungsi ini menunjukkan bahwa BMW tetap mempertahankan identitas premium, tetapi mengarah ke bentuk yang lebih efisien. Pada model listrik, pengurangan hambatan udara menjadi penting karena berdampak langsung pada jangkauan dan konsumsi energi.
Performa listrik dengan arsitektur 800V
Di bagian teknis, iX3 LWB menggunakan eDrive generasi keenam dan arsitektur kelistrikan 800V. Varian iX3 50L xDrive dibekali baterai 108 kWh dan sistem penggerak all-wheel drive yang menghasilkan tenaga 463 dk serta torsi 645 Nm.
BMW mengklaim SUV ini mampu melaju dari 0–100 kpj dalam 4,9 detik. Kecepatan tertingginya dibatasi secara elektronik pada 210 kpj, angka yang masih relevan untuk karakter SUV listrik berorientasi kenyamanan dan efisiensi.
Efisiensi dan pengisian daya jadi nilai jual utama
Salah satu angka yang paling menarik dari iX3 LWB adalah efisiensi energinya yang mencapai 15,1 kWh per 100 km. Berdasarkan standar pengujian CLTC, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 900 km dalam satu kali pengisian penuh.
Kemampuan pengisian dayanya juga terasa menonjol di kelasnya. Dengan fast charging 400 kW, mobil ini disebut bisa menambah jarak 427 km dalam 10 menit, sedangkan pengisian dari 10 persen ke 80 persen hanya memerlukan 21 menit.
- Jarak tempuh klaim CLTC: lebih dari 900 km
- Konsumsi energi: 15,1 kWh per 100 km
- Fast charging: 400 kW
- Tambahan jarak 10 menit: 427 km
- Pengisian 10–80 persen: 21 menit
Kabin digital yang disesuaikan untuk pasar Tiongkok
Bagian kabin menjadi pusat inovasi paling penting pada iX3 LWB. BMW memasang Panoramic Vision display di sepanjang dasbor dan menjalankan BMW Operating System X yang dikembangkan secara lokal untuk pasar Tiongkok.
Sekitar 70 persen kode perangkat lunak dibuat khusus untuk pasar ini, termasuk integrasi asisten suara dari Alibaba dan DeepSeek. BMW juga mendukung ekosistem Huawei HiCar dan navigasi Lane-Level, yang membantu pengemudi mendapatkan petunjuk arah lebih presisi di lingkungan perkotaan.
Integrasi teknologi tersebut menunjukkan bahwa BMW tidak lagi hanya menjual mobil, tetapi juga pengalaman digital yang sangat spesifik untuk pengguna lokal. Langkah ini penting karena konsumen mobil listrik premium di Tiongkok cenderung memberi perhatian besar pada konektivitas, kecerdasan sistem, dan kemudahan integrasi dengan perangkat digital harian.
ADAS dikembangkan bersama Momenta
BMW juga bekerja sama dengan pakar teknologi Momenta untuk mengembangkan fitur bantuan pengemudi atau ADAS. Kolaborasi ini ditujukan agar fungsi navigasi otonom bekerja lebih optimal di jalan perkotaan yang kompleks.
Produksinya dilakukan oleh BMW Brilliance Automotive di fasilitas Shenyang, China. Model ini dijadwalkan tampil di Beijing Auto Show 2026 pada April mendatang, lalu mulai dijual resmi pada semester kedua tahun ini.
Source: kabaroto.com








