Kabar tentang Nissan GT-R generasi baru kembali menarik perhatian karena harganya disebut bisa berada di level yang mengejutkan. Di saat banyak penggemar menunggu kelahiran R36, Nissan justru menegaskan bahwa proyek ini belum menjadi prioritas utama, meski pembahasan internal tentang penerus Godzilla tetap berjalan.
Pernyataan dari petinggi Nissan North America, Ponz Pandikuthira, memberi sinyal yang paling jelas sejauh ini. Saat diwawancarai Car and Driver di ajang New York auto show, ia menyebut soal GT-R generasi baru bukan lagi pertanyaan “apakah”, melainkan “kapan”.
Harga yang Tetap Harus Masuk Akal
Salah satu poin paling menarik adalah arah harga calon GT-R baru. Pandikuthira menilai mobil ini harus tetap punya autentisitas khas GT-R, termasuk performa supercar, penggerak semua roda, dan kemampuan lap waktu di Nürburgring.
Ia juga menegaskan bahwa versi utama GT-R tidak bisa dibanderol setara mobil super eksotis. “A mainstream GT-R can’t be a $200,000 car,” ujarnya, sembari menyebut harga awal R35 saat debut berada di kisaran $65,000 sampai $70,000.
Dari sana, Nissan melihat ruang harga yang masih bisa diterima pasar. Pandikuthira menyebut angka sekitar $120,000 sampai $130,000 bisa menjadi titik yang masuk akal bila Nissan mampu menghadirkan performa setara supercar, sementara varian lebih tinggi bisa melampaui $200,000.
Arah Mesin: V-6 Baru, Turbo Ganda, dan Bantuan Hibrida
Di sisi teknis, informasi yang beredar menunjukkan bahwa GT-R berikutnya tidak akan sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran. Pandikuthira menyebut blok 3.8-liter V-6 milik model sebelumnya masih bisa menjadi basis yang kuat untuk pengembangan berikutnya.
Ia juga memberi sinyal bahwa elektrifikasi kemungkinan besar ikut masuk ke dalam paket baru itu. Artinya, skenario yang paling mungkin adalah hybrid twin-turbo V-6, bukan kendaraan listrik murni seperti yang sempat ramai diperkirakan.
Berikut poin teknis yang paling relevan sejauh ini:
- Mesin dasar masih mengacu pada format V-6.
- Konfigurasi twin-turbo dipandang paling realistis.
- Sistem hybrid hampir pasti menjadi bagian dari pengembangan.
- Opsi full EV dinilai kurang mungkin untuk GT-R baru.
- Mobil ini tetap harus memenuhi regulasi emisi global, terutama di Eropa.
Target Global dan Tantangan Emisi
Nissan tidak hanya memikirkan performa, tetapi juga aturan yang semakin ketat di pasar utama. GT-R generasi baru harus dijual secara global, sehingga paket penggeraknya wajib kompatibel dengan regulasi emisi yang akan datang di Eropa.
Inilah alasan mengapa pendekatan hybrid menjadi logis. Teknologi itu bisa membantu menjaga performa tinggi sambil menekan emisi, tanpa menghilangkan karakter mesin bensin yang selama ini menjadi identitas GT-R.
Takumi Bisa Jadi Kunci Identitas Baru
Jika Nissan benar-benar mempertahankan mesin V-6, program perakitan tangan Takumi berpeluang kembali digunakan. Program ini sebelumnya melibatkan sejumlah spesialis yang merakit mesin secara individual, lalu sempat dialihkan untuk membuat mesin pengganti dan suku cadang setelah produksi R35 selesai.
Menariknya, program itu juga pernah melibatkan para peserta magang. Jika skema tersebut dilanjutkan, para teknisi muda itu bisa ikut merakit jantung pacu GT-R berikutnya dan menjaga nilai keahlian khas Jepang yang selama ini melekat pada model tersebut.
Waktu Peluncuran Masih Jauh, Tapi Sinyalnya Sudah Ada
Pandikuthira menyebut Nissan memang sudah memiliki tim yang bekerja pada mobil baru itu. Ia menambahkan bahwa pengumuman lebih lanjut kemungkinan bisa muncul dalam beberapa tahun ke depan, sementara R36 GT-R secara teoritis bisa hadir sebelum akhir dekade ini.
Untuk saat ini, Nissan masih punya andalan lain di segmen performa, yakni Z. Model itu menjaga tradisi mobil sport Nissan tetap hidup, termasuk lewat varian NISMO dengan transmisi manual dan komponen pengereman depan yang mengambil basis dari GT-R.
Godzilla memang belum bangkit lagi, tetapi arah pengembangannya sudah mulai terlihat. Jika Nissan berhasil menjaga harga tetap rasional, mempertahankan mesin bensin berkarakter, dan menambahkan hybrid tanpa mengorbankan jiwa GT-R, penerusnya berpotensi menjadi salah satu sportscar paling penting di pasar global.









