Senator Partai Republik Amerika Serikat, Bernie Moreno, kembali memanaskan perdebatan soal mobil China dengan menyebut kendaraan buatan Negeri Tirai Bambu itu sebagai ancaman serius bagi pasar AS. Ia menegaskan pemerintah perlu mencegah mobil China masuk dalam bentuk apa pun, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan bisnis.
Pernyataan itu ia sampaikan saat mendorong rancangan undang-undang baru yang bertujuan memperketat larangan terhadap produsen mobil China. Moreno juga meminta negara lain mengikuti langkah serupa, terutama di Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa.
Larangan yang Sudah Lebih Dulu Diterapkan
Pemerintahan Joe Biden sebelumnya telah memperkenalkan regulasi luas yang efektif melarang seluruh produsen mobil China menjual mobil penumpang di Amerika Serikat. Kebijakan yang mulai berlaku sejak Januari itu didasari kekhawatiran keamanan nasional, terutama soal potensi kendaraan modern mengumpulkan data sensitif pemilik di AS.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari produsen mobil AS dan sejumlah kelompok industri otomotif. Mereka menilai pasar domestik perlu dijaga dari risiko persaingan yang tidak setara sekaligus dari ancaman keamanan data yang dibawa teknologi kendaraan terkoneksi.
Dorongan agar Penolakan Diperluas
Moreno mengatakan aturan yang ia usulkan tidak hanya berhenti pada pelarangan impor. Ia ingin akses produsen mobil China benar-benar ditutup dari pasar AS, termasuk melalui kerja sama produksi atau lisensi teknologi.
- Larangan impor mobil China ke pasar AS.
- Penolakan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak buatan produsen China.
- Pembatasan kemitraan atau kerja sama bisnis yang memberi jalan masuk ke pasar.
- Dorongan agar negara sekutu memakai standar serupa.
Dalam forum otomotif menjelang New York Auto Show, Moreno bahkan memakai istilah yang sangat keras untuk menggambarkan posisinya. Ia mengatakan AS tidak akan membiarkan “kanker” masuk ke pasar mereka, sambil membandingkannya dengan pembatasan terhadap Huawei di sektor telekomunikasi.
Pernyataan yang Memantik Reaksi
Moreno menegaskan, “Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China masuk ke pasar kami, baik itu perangkat keras, perangkat lunak, maupun kemitraan.” Ia juga menyebut mobil China wajib dicegah karena dianggap sulit dihentikan jika sudah masuk dan berkembang di pasar dalam negeri.
Pernyataan itu langsung memicu sorotan karena memakai diksi yang ekstrem dalam isu perdagangan internasional. Meski begitu, Moreno tidak berdiri sendiri, sebab sejumlah asosiasi otomotif besar juga sebelumnya mendesak pemerintah AS untuk tetap menutup pintu bagi produsen mobil China.
Respons dari China dan Perdebatan Proteksionisme
Kedutaan Besar China di Washington merespons dengan menyebut China selalu terbuka bagi perusahaan otomotif global. Mereka menilai AS justru mempraktikkan proteksionisme dan menciptakan hambatan dagang, termasuk melalui kebijakan subsidi yang diskriminatif.
Pihak kedutaan juga mengatakan usulan Moreno melanggar prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil. Argumen ini menegaskan bahwa konflik soal mobil China bukan hanya masalah industri, tetapi juga menyangkut aturan main perdagangan global dan hubungan diplomatik kedua negara.
Posisi Trump dan Arah Kebijakan ke Depan
Donald Trump disebut bersiap berkunjung ke China pada Mei, di tengah upaya dua ekonomi terbesar dunia menjaga stabilitas hubungan. Menariknya, pada Januari Trump sempat menunjukkan nada yang lebih terbuka terhadap investasi manufaktur asal China di AS.
Ia mengatakan akan menyambut baik jika produsen mobil China ingin membangun pabrik di Amerika Serikat dan mempekerjakan tenaga kerja lokal. Sikap itu menunjukkan adanya ruang perbedaan pandangan di Washington, meski arus besar kebijakan saat ini tetap condong ke pembatasan ketat.
Latar belakang ini membuat isu mobil China di AS tidak lagi sekadar persoalan impor kendaraan, melainkan bagian dari pertarungan teknologi, data, keamanan nasional, dan persaingan industri yang makin tajam. Dalam konteks tersebut, pernyataan Moreno menambah tekanan politik agar Washington mempertahankan bahkan memperluas tembok penghalang bagi produsen otomotif China.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com